Jakarta, 9 Rajab 1437/19 April 2016 (MINA) – Manajer Operasional Lembaga Kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), Rima Manzanaris mengatakan bahwa rasa persaudaraan dan spirit perjuangan kemerdekaan Palestina salah satunya dibentuk dengan jihad profesional.

“Dengan spirit seperti yang dipaparkan dalam pembicaraan atas kemerdekaan Palestina, hal ini juga kami lakukan dalam membangun Rumah Sakit di Gaza dengan rasa spirit persaudaraan, spirit pembebasan, dan jihad profesional yang mendorong dan memberi semangat kami dan para relawan untuk membangun RS Indonesia di Gaza, Palestina,” kata Rima saat menjelaskan kiprah MER-C dalam mendukung kemerdekaan Palestina pada acara Peringatan 61 Tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) di Museum KAA Bandung, Selasa (19/4).

Rima menyatakan dukungan dan kepedulian yang luar biasa dari rakyat Indonesia termasuk masyarakat Bandung, merupakan semangat MER-C untuk dapat mewujudkan aksi nyata membantu rakyat Palestina untuk meraih kemerdekaannya.

“Alhamdulillah, MER-C bisa menjalankan amanah ini dalam bentuk pembangunan Rumah Sakit Indonesia dan dalam bentuk bantuan kemanusiaan lainnya sejak 2009 sampai sekarang,” ujarnya.

Rima menyatakan, RS Indonesia di Gaza merupakan bukti cinta dari rakyat Indonesia terhadap Palestina, menjadi bukti silaturahim jangka panjang antara rakyat Indonesia dan rakyat Palestina di mana seluruh dananya berasal dari masyarakat Indonesia.

Semua donasi berasal dari rakyat Indonesia yang sebagian besar kalangan menengah ke bawah, dari Sabang hingga Merauke. “Kami berharap semoga dengan RS Indonesia di Gaza menjadi karya dan bukti cinta rakyat Indonesia bisa terus bermanfaat dan menjadi amal ibadah yang terus mengalir bagi rakyat Indonesia,” tegas Rima.

Rumah sakit yang dibangun di atas tanah wakaf dari pemerintah Palestina seluas 16.261 m2 itu sendiri menjadi tempat untuk pemulihan trauma dan rehabilitasi bagi warga Palestina di Jalur Gaza yang menjadi korban konflik bersenjata Palestina-Israel.

Pekerjaan pembangunan RS Indonesia yang terletak di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina itu dilakukan oleh relawan Indonesia yang seluruhnya sukarelawan tidak dibayar (unpaid volunteers) dari Pondok Pesantren Al-Fatah.

Dibangun di sebuah puncak bukit di luar Jabalya, kamp pengungsi terbesar di Gaza, Rumah Sakit Indonesia mulai beroperasi dan bisa melayani 300.000 penduduk yang tinggal di kawasan yang sering dilanda konflik itu sejak resmi beroperasi 27 Desember 2015.

Pada Januari 2016 disaksikan oleh jajaran pemerintah Republik Indonesia, MER-C mewakili rakyat Indonesia menyerahkan secara simbolis RS Indonesia kepada pemerintah Palestina yang diwakili oleh Menteri Kesehatan Palestina dan Dubes Palestina untuk Indonesia di Jakarta.

Konferensi Asia Afrika atau dikenal pula Konferensi Bandung menjadi momen penting bagi sebagian negara-negara di dunia, terutama negara Asia-Afrika.

Tiap tahunnya konferensi yang menjadi titik tolak penghapusan kolonialisme itu selalu diperingati. Pada Peringatan 61 Tahun KAA kali ini, berbagai acara digelar di Museum KAA Bandung sejak 17 April-1 Mei 2016.

Sumber : http://www.mirajnews.com/id/mer-c-spirit-pembebasan-kemerdekaan-palestina-dengan-jihad-profesional/111165

Dukung Sosial Media Kami

Langganan Info & Berita MER-C