Jakarta, 26 Rabi’ul Akhir 1435/26 Februari 2014 (MINA) – Grup musik terkenal, Wali, yang memiliki jutaan penggemar di kalangan anak muda, mendukung pembangunan Rumah Sakit (RS) Indonesia di Gaza, Palestina, dan  penggemarnya atau yang lazim disebut para wali untuk menyumbang dana melalui Medical Emergency Rescue Comitte (MER-C).

“Pembangunan RS Indonesia Gaza merupakan kegiatan amal yang wajib didukung karena jelas untuk kepentingan ummat khususnya saudara-saudara kita di Palestina,” ujar Apoy salah satu perosnil Wali, kepada Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Selasa (25/2) di Jakarta.

 Menurutnya, kepedulian dan dukungan Wali untuk membantu pembangunan RS Indonesia di Gaza yang kini memasuki tahap pengadaan alat kesehatan (Alkes) didasarkan pada kepentingan ummat. Besarnya grup musik Wali yang kini memiliki jutaan penggemar tidak lepas dari doa dan dukungan ummat pula.

“Tidak ada alasan bagi Wali untuk tidak membantu pembangunan RS Indonesia di Gaza, Wali sangat mendukung penggalangan dana yang dilakukan oleh MER-C untuk melanjutkan pembangunan dengan pengadaan Alkes,” kata Apoy.

Dikatakan, dukungan penggalangan dana oleh MER-C melalui program Gerakan Rp 50 ribu per orang untuk pengadaan Alkes RS Indonesia Gaza diwujudkan dengan mengajak para wali ikut menyumbang. Dukungan grup musik Wali  yang memiliki empat personil, yakni: Faank (vokal), Apoy (gitar), Tomi (drum), dan Ovie (keyboard) nantinya tidak sebatas ajakan pada penggemarnya saja, tapi dapat terus berlanjut dengan program-progam kemanusiaan lainnya.

“Dukungan Wali pada MER-C akan terus berlanjut, tidak hanya ikut mengajak Para Wali untuk menyumbang saja, tapi alan terus berlanjut denang program kemanusian,” kata Apoy.

Sementara itu, Kepala Divisi Penggalangan Dana MER-C, Luly Larisa, mengatakan, pengadaan alat kesehatan untuk RS Indonesia Gaza membutuhkan anggaran Rp 65 milyar dua kali lipat lebih dari biaya pembangunan gedungnya. Untuk mendapatkan anggaran sebesar itu pihaknya bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk grup musik Wali juga lainnya untuk program Gerakan Rp 50 ribu per orang.

“Guna suksesnya program Gerakan Rp 50 ribu per orang ini untuk pengadaan Alkes RS Indonesia Gaza dan kami kerjasama dengan Wali dan juga lainnya,” kata Luly.

Pembangunan fisik RS Indonesia Gaza mulai dikerjakan sejak 14 Mei 2011, dibangun di atas tanah seluas 16.261 m2, berasal dari wakaf pemerintah Palestina di Gaza.

Lahan untuk RS Indonesia Gaza itu diserahterimakan oleh Menteri Kesehatan Palestina Baseem Naem kepada Ketua Presidium Mer-C Joserizal Jurnalis sebagai pihak pembangun pada 23 Januari  2009.

Lokasinya berada sekitar 2,5 km dari perbatasan Israel sehingga sering dipantau oleh pesawat tempur tanpa awak (drone) AU negara Yahudi tersebut, namun sejauh ini pembangunan RS Indonesia terus berjalan tanpa gangguan dan hambatan.

RS Indonesia di Jalur Gaza ini menjadi bukti silaturahim jangka panjang antara rakyat Indonesia dan rakyat Palestina di mana seluruh dananya berasal dari masyarakat Indonesia, sebagian besar dari kalangan menengah ke bawah, dari Sabang hingga Merauke.(L/P07/EO2).

Sumber : http://mirajnews.com/indonesia-mb/15519-wali-ajak-penggemarnya-bantu-pengadaan-alkes-rsi-gaza.html

 

 

 

 

 

 

 

 

Dukung Sosial Media Kami

Langganan Info & Berita MER-C