Terpilihnya Joe Biden sebagai Presiden AS menjadi secercah harapan bagi Palestina. Harapan yang pernah redup akibat kebijakan Trump yang secara vulgar memihak Israel. Keberpihakan Presiden-Presiden AS sebelumnya masih “malu-malu”, tetapi keberpihakan Trump kepada negara zionis ini begitu membabi buta. Jelas ini membuat Palestina berang dan menganggap perundingan yang selama ini dilakukan menjadi sia-sia. Merasa tidak dianggap oleh AS maka secara sepihak Palestina menarik diri untuk berunding dengan Israel karena kepercayaan yang tersisa kepada AS telah lenyap.

Gaza, MINA – Melonjaknya jumlah kasus Covid-19 di jalur Gaza menyebabkan Rumah Sakit Indonesia yang belum rampung pembangunannya menjadi rumah sakit rujukan bagi pasien positif COVID-19.

Ir. Edy Wahyudi Site Manager Pembangunan RS Indonesia tahap dua yang saat ini berada di Gaza mengatakan, sejak meletusnya serangan berupa virus secara tiba-tiba dan jatuhnya 100 korban positif hanya dalam waktu satu malam di luar karantina di jalur gaza yaitu pada hari Selasa 25 Agustus lalu, maka pihak Manajemen Rumah Sakit meminta lantai tiga RS Indonesia yang belum diserahterimakan oleh Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) kepada Kementrian Kesehatan Gaza.

Gaza, MINA – Gema takbir terdengar dari pengeras suara di masjid-masjid yang bersahutan sejak Kamis Subuh, atau sehari sebelum Idul Adha. Tepatnya sejak 9 Dzulhijjah atau pagi hari Arafah. Demikian  Ir. Edy Wahyudi, seorang relawan Indonesia  yang merupakan Site Manager Pembangunan RS Indonesia di Gaza, memberikan informasi terkait suasana Idul Adha di Jalur Gaza, Palestina, Jumat (31/7).

Gaza, MINA – Dalam acara pelepasan dan penghormatan kepada sembilan relawan pembangunan Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza yang akan kembali ke Tanah Air, Direktur RSI Dr. Sauqi Ibrahim Salim menyampaikan sejumlah pesan.

“Kita telah dapat bahu-membahu bekerja sama hingga dapat mewujudkan RSI ini hingga membawa manfaat luas. Nama RSI ini dan segenap orang yang terlibat dalam pembangunannya akan selalu dikenang oleh warga Gaza, dulu, sekarang dan yang akan datang, bahkan akan disebut hingga di akhirat,” kata Salim kepada para relawan, Ahad (5/7).

Pada kesempatan itu, ia juga menyatakan bahwa sukarelawan harus saling memaafkan atas segala kesalahan yang mungkin terjadi selama mereka bersama-sama di Gaza, Palestina, yakni selama 1,5 tahun.

“Tidak lupa kami atas nama RSI dan segenap karyawan menyampaikan terimakasih atas kehadirannya di sini. Jazakumullahu khaira dan teriring doa, semoga perjalanannya Allah mudahkan bertemu dengan keluarga dalam keadaan selamat sentosa, khusus untuk Paidi bin Kromojoyo, semoga diberi kesabaran dan istri yang telah berpulang dirahmati oleh Allah dan husnul khatimah,” katanya, merujuk kepada relawan yang istrinya baru saja meninggal di kampung halaman.

“Semoga kita bersama dapat segera shalat di Masjidil Aqsha dalam keadaan merdeka. Aamiin. Orang menganggap kemerdekaan ini masih jauh tapi mungkin Allah melihatnya telah dekat,” tambahnya.

Direktur RSI itu juga mendoakan empat relawan yang ditinggal meninggal orang yang dicintainya saat dalam tugas di Gaza, Palestina.

Mereka yang meninggal adalah ibunda relawan Ir. Edy Wahyudi dan Lutfi, ayah Sodikin dan istri Paidi. (L/RI-1/P2)

Sumber : https://minanews.net/pesan-ditektur-rsi-di-gaza-saat-melepas-relawan-indonesia/

Gaza, MINA – Menteri Kesehatan Gaza Dr. Abdullatif Al Haj pada Kamis (2/7) melepas kepulangan sembilan relawan pembangunan Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Gaza.

“Kepada segenap relawan RSI yg akan pulang, kalian telah mengukir sejarah melukis RSI dengan tangan-tangan kalian, suatu amal yang luar biasa, panjang dan sulit. Jauh dari istri dan keluarga bahkan sampai ada yang ditinggal wafat istrinya, mudah-mudahan husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran,” ujar Abdullatif di Kantor Kementerian Kesehatan Gaza.

Dukung Sosial Media Kami

Langganan Info & Berita MER-C