Jogyakarta  - Setelah peningkatan status Gunung Merapi menjadi waspada, sejumlah erupsi terjadi sejak 23 Mei 2018 pukul 13.49. Erupsi ini menyebabkan hujan abu disejumlah wilayah Jogja dan Magelang.

Alhamdulillah perjalanan Tim MER-C dari Jakarta diberi kelancaran, Rabu siang (28/2/2018) tim sudah tiba di Cirebon dan langsung berkoordinasi dengan Posko Bencana Banjir Cirebon, Puskesmas dan Kecamatan Ciledug. 

Berdasarkan informasi dari posko bencana, dari 10 desa di Kecamatan Ciledug, 8 desa mengalami banjir. Desa yang terparah terkena banjir adalah Ciledug Wetan dan Ciledug Lor.

Merespon banjir besar yang melanda wilayah Cirebon, Jawa Barat, pagi ini MER-C melepas keberangkatan Tim Medisnya ke wilayah bencana ini untuk turut memberikan pertolongan kepada para korban. Tim terdiri dari enam orang relawan, yaitu 1 koordinator tim, 3 dokter umum, 1 perawat dan 1 relawan logistik. Tim dijadwalkan akan bertugas selama 5 hari hingga Ahad/4 Maret 2018 mendatang.

MER-C.ORG - MEDAN : Menindaklanjuti assessment yang dilakukan oleh Tim MER-C pada tanggal 20 Februari 2018 pasca erupsi gunung Sinabung di kabupaten Karo, Minggu/25 Februari 2018 MER-C kembali mengirimkan tim guna melakukan kegiatan pemeriksaan kesehatan, pengobatan umum, dan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat terdampak bencana.

Intensitas hujan yang tinggi dan meluapnya Sungai Cisanggarung dan Sungai Cijangkelok pada Kamis malam (22/2/2018) telah mengakibatkan bencana banjir melanda Kabupaten Cirebon. Hampir 90 persen wilayah timur Kabupaten Cirebon terendam banjir. Banjir kali ini disebut-sebut paling parah selama hampir 70 tahun terakhir. Menurut informasi, ada sekitar 20 ribu rumah di delapan Kecamatan di Kabupaten Cirebon yang terendam banjir, yaitu Losari, Ciledug, Pasaleman, Pabuaran, Pabedilan, Waled, Pangenan, dan Gebang.

Dukung Sosial Media Kami

Langganan Info & Berita MER-C