Hingga hari ke-32 pasca bencana yang mengguncang Sulawesi Tengah, Tim MER-C terus menjalankan misi kemanusiaan di wilayah ini.

Selasa (30/10), dari posko utama di RS Sis Al Jufri di kota Palu, Tim MER-C menuju Desa Apemaliko, kec. Sindue, kab. Donggala, salah satu wilayah yang terkena bencana.

 

Selain berfokus memberi bantuan pengobatan bagi korban bencana di Palu, hal lainnya terkait kesehatan juga turut menjadi perhatian Tim MER-C. Salah satunya masalah sanitasi di wilayah pengungsian atau terdampak bencana karena sanitasi yang buruk dapat mengakibatkan bencana kesehatan lainnya. 

MER-C UPDATE

Tim relawan dari Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) tertahan di kecamatan Kulawi, salah satu wilayah di kabupaten Sigi yang terkena bencana gempa bumi. Sedianya pasca melakukan pengobatan, hari ini, Ahad/21 Oktober 2018, tim dijadwalkan kembali ke posko di RS Sis Al Jufri di Kota Palu. Namun hujan deras yang mengguyur Kulawi mengakibatkan longsor kembali melanda sejumlah titik dan memutus akses jalan dari dan menuju Kulawi.

#Update Misi Kemanusiaan MER-C untuk Palu - Donggala#


Jum'at/5 Oktober 2018, Tim MER-C memulai program mobile clinic dan case finding menyusuri wilayah-wilayah terdampak gempa di Palu yang belum terjangkau bantuan.

Gempa 7,7 SR yang terjadi di Palu pada tanggal 28/9/2018, membuat MER-C segera mengirimkan Tim Initial Assessment of Disaster untuk menembus Palu dan melakukan penilaian awal bencana. Tim yang ditugaskan sebanyak empat relawan dengan pimpinan dr. Andi Fajar Wela. Menempuh jalur darat, Tim melalui rute Mangkutana - Poso - Napu – Palu. Minggu/30 September 2018, sekitar pukul 05.00 pagi berhasil mencapai Palu dan segera melaporkan diri ke BNPB dan Dinas Kesehatan setempat. Usai berkorodinasi, Tim segera bergerak melakukan penilaian ke wilayah dan fasilitas terdampak gempa.

Dukung Sosial Media Kami

Langganan Info & Berita MER-C