Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia sejak awal wabah Covid-19 merebak hingga kini terus bergerak untuk turut melakukan penanganan virus ini. Dua kegiatan utama yang dilakukan MER-C adalah membentuk Tim Monitoring Pasien Dalam Pemantauan Covid-19 dan menyalurkan bantuan APD (Alat Pelindung Diri) ke tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan. Khusus untuk APD hingga kini bantuan sudah terdistribusikan ke lebih dari 125 fasilitas kesehatan dari mulai Aceh hingga sampai Papua Barat.

Yang berbeda, kegiatan mobile clinic yang biasanya rutin dilakukan secara terjadwal ke sekitar lebih dari 20 desa/kampung binaan, harus dihentikan sementara mengikuti aturan Pemerintah setempat. Tim dokter dan perawat MER-C di Sorong saat ini hanya memberikan pelayanan kesehatan kepada  masyarakat yang datang berobat ke klinik. Tim juga dilengkapi dengan alat pelindung saat memberikan pelayanan untuk mengantisipasi wabah Covid-19.

Mengantisipasi informasi rencana aksi massa pada tanggal 30 September 2019, MER-C kembali mempersiapkan diri. Kami berharap tidak ada korban. Namun sebagai elemen masyarakat yang berfokus pada pertolongan kegawatdaruratan medis kami turut bersiap diri, mensiagakan ambulans dan tim medis ketika ada pengumpulan massa (mass gathering) seperti saat ini, melengkapi kembali oksigen, obat-obatan dan alat-alat medis serta mengkoordinir relawan yang akan turun.

Hari ini, Sabtu/28 September 2019, MER-C yang diwakili oleh dr. Arief Rachman, SpRad (Presidium) menghibahkan bantuan 1 (satu) unit Ambulans untuk Palu. Bantuan ambulans diterima oleh dr. Syahrir Abdurrasyid, SpOG selaku Direktur Rumah Sakit Umum SIS Aldjufrie Palu, Sulawesi Tengah.

Hujan yang terus mengguyur disertai angin kencang di Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu/17 Maret 2019 telah menyebabkan banjir dan pohon tumbang di beberapa wilayah Bantul dan sekitarnya.

Dukung Sosial Media Kami

Langganan Info & Berita MER-C