Jakarta – Dua belas tahun berkiprah di Papua, MER-C terus berupaya untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan melalui sinergi dengan berbagai pihak. Khusus untuk wilayah Papua Barat, MER-C bekerjasama dengan Baznas (Badan Amil Zakat Nasional), AMCF (Asia Muslim Charity Foundation) dan STKIP Muhammadiyah akan mengadakan program kapal kemanusiaan. Program ini akan menjelajah dan menjangkau wilayah-wilayah terpencil serta sulit di akses di provinsi Papua Barat.

Koordinator MER-C untuk wilayah Papua, dr. Zackya Yahya Setiawan, SpOk menyatakan bahwa program kerjasama Kapal Kemanusiaan di Papua Barat akan berlangsung selama satu tahun. Bulan suci ramadhan dirasa sebagai waktu yang tepat untuk memulai program ini.

Menindaklanjuti misi kemanusiaan sebelumnya ke wilayah pasca gempa Pijay Aceh pada Desember 2016 lalu, kini MER-C kembali mengirimkan tim relawannya. Selain melakukan kegiatan pelayanan kesehatan dan konseling bagi masyarakat korban gempa khususnya anak-anak, tim juga melakukan survey lokasi untuk penyaluran bantuan amanah dari para donatur. Tim dipimpin oleh salah satu Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad dengan beranggotakan 11 relawan yang merupakan gabungan dari MER-C Pusat Jakarta, Aceh, Medan dan Yogyakarta.

Pada tahun ini, MER-C kembali mendapat kepercayaan dari masyarakat Indonesia untuk menyalurkan bantuan Ramadhan bagi rakyat Gaza yang sedang mengalami masa sulit akibat blokade ditambah agresi Israel beberapa waktu terakhir.

Aktifis dan relawan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Nur Fitri Taher menerima penghargaan dari International Mount of Olive Peace Awards yang diserahkan oleh Istri Presiden Turki, Emine Erdogan, Senin (7/5) di Istanbul, Turki.

Nur Fitri menjadi satu-satunya aktifis dari Indonesia yang menerima penghargaan tersebut bersama dengan 4 aktifis lainnya dari Palestina, Swedia, USA dan UK.

Jakarta – Hari ini, Senin (2/4), MER-C melepas keberangkatan Tim tambahan dari Divisi Konstruksi MER-C ke wilayah konflik Rakhine State, Myanmar. Tim terdiri dari dua relawan, yaitu Karidi bin Martono Parjo dan Wanto bin Kartu Karyomejo. Tujuan keberangkatan tim adalah untuk mempercepat progress pembangunan RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar. Dengan tambahan dua relawan, maka jumlah relawan Indonesia di Rakhine State, Myanmar untuk program pembangunan RS Indonesia menjadi empat orang. Mereka semua akan bertugas di wilayah ini hingga pembangunan RS Indonesia selesai.

Dukung Sosial Media Kami

Langganan Info & Berita MER-C