Jakarta - Rabithah Alawiyah sebuah organisasi yang menghimpun WNI keturunan Arab khususnya kaum Alawiyyin menyalurkan donasi untuk Rohingya senilai 165 juta rupiah melalui MER-C.  

Dalam kesempatan silaturahim di Kantor Pusat DPP Rabithah Alawiyah di Jl. TB. Simatupang No. 7 A, Sabtu (23/9), Presidium MER-C, dr. Sarbini Abdul Murad menyampaikan terima kasih atas dukungan dan bantuan yang diberikan Rabithah Alawiyah.  

Gaza - Sejak Jum'at hingga Sabtu kemarin (1-2 September 2017) amanah qurban dari masyarakat Indonesia telah disalurkan secara langsung kepada warga Jalur Gaza yang hingga saat ini masih hidup dalam blokade ilegal Israel. Reza Aldilla Kurniawan, relawan Indonesia di Jalur Gaza yang juga mahasiswa Universitas Islam Gaza dibantu beberapa relawan lokal membagikan daging qurban kepada warga Gaza yang layak menerimanya baik di Gaza bagian utara maupun di Gaza City.

Terima kasih kepada rakyat Indonesia yang telah mempercayakan amanah qurbannya melalui MER-C. Insya Allah Qurban akan menjadi salah satu program rutin tahunan MER-C di Jalur Gaza, Palestina.

 

 

Rabu pagi (6/9), dua relawan insinyur MER-C yang sudah berpengalaman dalam program pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza Palestina, yaitu Ir. Faried Thalib dan Ir. Nur Ikhwan Abadi bertolak ke Myanmar. Kedua relawan dari Divisi Konstruksi MER-C inj akan meninklanjuti program pembangunan RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar yang akan memasuki tahap dua dari tiga tahap yang direncanakan. Meski situasi di Myanmar belum kondusif, namun proses pembangunan RS Indonesia di wilayah ini terus berjalan.

 

Pembangunan tahap pertama telah selesai, akan dilanjutkan pembangunan tahap dua berupa pembangunan asrama dokter dan perawat. Pada keberangkatan kali ini tim akan melakukan finalisasi kontrak dengan para kontraktor lokal, juga mencari akses untuk bantuan kemanusiaan ke wilayah konflik.

 

RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar diharapkan bisa segera selesai dan memberikan bantuan pelayanan kesehatan jangka panjang bagi para korban.

 

Pembangunan RS Indonesia di wilayah konflik Rakhine State, Myanmar adalah sebuah langkah diplomasi kemanusiaan di dunia internasional kerjasama MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) dan PMI (Palang Merah Indonesia).

 

Dukungan dan donasi bagi program pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Rakhine State, Myanmar dapat disalurkan melalui : 

 

Mandiri 124.000.8111.982 

BSM 700.1306.833 

BCA 686.028.0009 

Semua atas nama Medical Emergency Rescue Committee

 

Info: 

www.mer-c.org 

0811990176

 

 

Yangon – Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) menandatangani kontrak pembangunan Rumah Sakit Indonesia tahap kedua yang berlokasi di Rakhine State, Myanmar, Rabu (6/9) di Yangon. Penandatangan dilakukan oleh Presidium MER-C, Ir. Faried Thalib dengan Kyaw Nay Oo, selaku Direktur Rakhita Ah Linn Construction. Co.Ltd, kontraktor lokal pemenang tender pembangunan RS Indonesia.

"Ini merupakan kontrak kedua dari pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Rakhine State Myanmar. Tahap pertama sudah selesai dan kita sekarang akan segera bangun tahap kedua” ujar Faried Thalib, anggota Presidium MER-C, sesaat setelah menandatangani kontrak.

Mantan Manajer Proyek Pembangunan RS Indonesia di Gaza (Palestina) ini menjelaskan bahwa tahap kedua pembangunan rumah sakit ini merupakan pembangunan gedung tempat tinggal untuk dokter dan perawat.

“Pembangunan rumah tinggal untuk dokter dan perawat ini kita dahulukan, dan setelah berjalan, bangunan utama akan segera kita bangun secara bersamaan” ujarnya.

“Ini bagian dari diplomasi kemanusiaan yang dilakukan oleh MER-C, diharapkan dengan dibangunnya rumah sakit ini, akan memberikan manfaat kepada rakyat Myanmar yang dilanda konflik dan yang lebih penting akan membantu meredakan konflik di daerah ini” jelasnya.

Faried menambahkan, Indonesia dengan mayoritas Muslim dan minoritas Budha hendaknya menjadi contoh bagi pemerintah dan rakyat Myanmar, bahwa keberagaman bukan alasan untuk bertikai, namun justru saling mengayomi satu dengan yang lain.

“Terlebih lokasi Rumah Sakit berada di antara daerah penduduk muslim dan Budha, sehingga bisa menjadi fasilitas untuk semua penduduk di sana” lanjutnya.

Pembangunan RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar merupakan bagian dari diplomasi kemanusiaan yang sudah dilakukan MER-C sejak mendirikan RS Indonesia di Gaza, Palestina.

Khusus wilayah konflik Myanmar dimulai dengan misi pertama MER-C ke Rohingya pada tahun 2012 dan dilanjutkan dengan assessment ke lokasi lahan RS Indonesia di Mrauk U pada Agustus 2015. Saat itu, Tim langsung melakukan pembelian (pembebasan lahan karena tanah adalah milik negara), tepatnya di Mrauk U, Rakhine State.

Pada Mei 2017, setelah sempat tertunda selama dua tahun, pembangunan RS Indonesia resmi dimulai. Hal ini berkat inisiasi dari Bapak M. Jusuf Kalla yang memberikan dukungan positif dan berharap RS Indonesia bisa segera terwujud dalam jangka waktu satu tahun ke depan. Ketua Umum PMI ini juga mengarahkan agar RS Indonesia menjadi program kerjasama MER-C dan PMI.

Serangkain rapat koordinasi antara MER-C, PMI, Kementerian Luar Negeri dan Kementerian terkait lainnya sudah beberapa kali digelar baik di kantor Wakil Presiden RI dan Markas Besar PMI untuk menindaklanjuti dan mempercepat pembangunan RS Indonesia.

MER-C telah menunjuk tim pelaksana pembangunan RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar yang terdiri dari para relawan insinyur yang sudah berpengalaman membangun RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina. Meskipun pembangunan diserahkan kepada kontraktor lokal, namun MER-C akan menempatkan relawan insinyur di lapangan untuk mengawasi seluruh proses pembangunan RS Indonesia di Rakhine State sampai pembangunan selesai.

Dukungan dan donasi bagi program pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Rakhine State Myanmar dapat disalurkan melalui:

Mandiri 124.000.8111.982

BSM 700.1306.833

BCA 686.028.0009

Semua atas nama Medical Emergency Rescue Committee

 

Info:

www.mer-c.org

0811990176

Yangon - Tim Teknis RS Indonesia memutuskan akan menggunakan teknologi ultra filtrasi untuk mensuplai kebutuhan air bagi Rumah Sakit Indonesia di Rakhine State, Myanmar. Hal ini dijelaskan oleh salah satu anggota tim ahli MER-C, Agus Subiyakto Saleh saat melalukan kunjungan ke lokasi pembangunan RS Indonesia di Mrauk U, Rakhine State, Myanmar, Rabu (9/8).  

Dukung Sosial Media Kami

Langganan Info & Berita MER-C