Pemasangan bendera merah putih dan bendera MER-C di tower Wisma Rakyat Indonesia (Indonesia Guest House), kompleks RS Indonesia, Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina, untuk memberikan "sign" kepada Israel bahwa ada asset rakyat Indonesia di Jalur Gaza.

Ir. Edy Wahyudi, Site Manager Pembangunan Tahap 2 RS Indonesia di Gaza mengabarkan bahwa semua pintu perbatasan Gaza - Israel untuk masuk material ditutup entah sampai kapan.

Catatan Relawan


Sesaat pada suatu tempat di Gaza gaduh oleh suara ledakan dan teriakan korban menjadi satu, dan tak lama kemudian pekikan suara ambulan datang mengikuti.

Apa yang terjadi …. ? Dimana titik lokasi… ? Radio HT antar Ambulan saling memberi informasi. Ambulan segera memburu korban yang dalam keadaan antara hidup dan mati.

Saat hening dan dingin di sepertiga malam yang akhir terdengar suara sayup isakan tangis dan alunan Al Qur’an. Para relawan Rumah Sakit Indonesia (RSI) Jam 3 pagi sudah bergegas melawan kantuk dan rasa dingin yang menggigit untuk sholat tahajud atau qiyamul lail mengadukan diri kepada Sang Ilahi.

Kehidupan di Jalur Gaza diwarnai dengan pengangguran dan tingkat kemisikinan yang tinggi. Masyarakat Gaza harus berusaha keras untuk mendapatkan “sheikel” (mata uang Israel) untuk membeli konsumsi diri dan keluarganya.

Dukung Sosial Media Kami

Langganan Info & Berita MER-C