MER-C.ORG - MEDAN : Menindaklanjuti assessment yang dilakukan oleh Tim MER-C pada tanggal 20 Februari 2018 pasca erupsi gunung Sinabung di kabupaten Karo, Minggu/25 Februari 2018 MER-C kembali mengirimkan tim guna melakukan kegiatan pemeriksaan kesehatan, pengobatan umum, dan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat terdampak bencana.

Intensitas hujan yang tinggi dan meluapnya Sungai Cisanggarung dan Sungai Cijangkelok pada Kamis malam (22/2/2018) telah mengakibatkan bencana banjir melanda Kabupaten Cirebon. Hampir 90 persen wilayah timur Kabupaten Cirebon terendam banjir. Banjir kali ini disebut-sebut paling parah selama hampir 70 tahun terakhir. Menurut informasi, ada sekitar 20 ribu rumah di delapan Kecamatan di Kabupaten Cirebon yang terendam banjir, yaitu Losari, Ciledug, Pasaleman, Pabuaran, Pabedilan, Waled, Pangenan, dan Gebang.

Menyusul bencana alam yang terjadi di Kabupaten Karo, yakni erupsi gunung Sinabung pada tanggal 19 Februari 2018 lalu, MER-C melalui cabangnya di Medan, Sumatera Utara langsung melakukan koordinasi dengan BPBD setempat.

Esoknya pada tanggal 20 Februari 2018, MER-C mengirimkan tim relawan medis untuk melakukan assesment ke lokasi bencana. Tim terdiri dari dua dokter umum dan empat perawat terampil khususnya di bidang kegawatdaruratan.

Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Pacitan sejak akhir November 2017 turut menjadi perhatian MER-C pusat dan cabang. Setelah memberi bantuan medis ke wilayah bencana di Jogjakarta seperti Srimartani Bantul dan Gunung Kidul, MER-C Cabang Jogjakarta telah mengirimkan tim advance untuk melakukan assessment sekaligus penyaluran bantuan awal amanah donatur ke wilayah bencana Pacitan yang telah menyebabkan puluhan warga meninggal dan 2.000 lainnya mengungsi.

 

Selasa (5/12), Tim medis gabungan dari MER-C Jakarta dan Jogjakarta yang terdiri dari 7 relawan langsung menuju lokasi bencana. Misi tim adalah untuk menindaklanjuti hasil assesment yang telah dilakukan sebelumnya dan melakukan pelayanan kesehatan ke daerah-daerah yang belum tersentuh bantuan.

 

Setelah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Pacitan, tim mendapat informasi bahwa saat ini wilayah terdampak longsor yang belum tercover bantuan medis adalah kelurahan Kledung, kecamatan Bandar, kabupaten Pacitan.

 

"Desa yang kami kunjungi termasuk desa yang terisolir karena ada jalan yang putus akibat longsor, sehingga untuk menuju desa ini kami harus lewat jalan memutar yang lebih jauh dan masya Allah luar biasa ngerinya," ujar Islamiyah, salah satu anggota tim.

 

Islamiyah memaparkan bahwa begitu Tim tiba di Kledung, masyarakat setempat sudah berkumpul untuk mendapatkan pengobatan. “Begitu kami datang, masyarakat sudah berkumpul untuk berobat, tanpa istirahat kami langsung melakukan pelayanan kesehatan hingga sore. Pengobatan dilanjutkan lagi pada malam harinya hingga sekitar jam 9 malam,” ujar Iis.

 

Pengungsi di wilayah Kledung saat ini menyebar ke rumah-rumah saudara mereka sehingga pelayanan kesehatan MER-C digelar di kantor desa Kledung agar masyarakat bisa mengakses sarana kesehatan dengan lebih mudah.

 

Pasien yang berobat didominasi oleh kalangan lansia dengan penyakit degeneratif. Terdapat satu orang lansia di dusun Jetis yang tidak bisa menjangkau lokasi pelayanan kesehatan dikarenakan kondisi fisik yang tidak memungkinkan, pasien tidak bisa berjalan. Tim medis MER-C akan mengunjungi pasien tersebut untuk mengecek kondisi kesehatannya.

 

Malamnya tim menginap di Polindes yang dikelola bidan setempat dan esok akan menuju wilayah terdampak bencana lainnya di Pacitan, tepatnya di Kaliwungu, kecamatan Bandar.

 

Selain bantuan pengobatan umum, MER-C berencana akan mengadakan trauma healing untuk korban bencana di Pacitan baik anak-anak maupun dewasa. Untuk program ini, tim akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan puskesmas setempat guna membicarakan teknis kegiatan.

 

---------------------------------------------------------------

Mari Peduli, Untuk Kemanusiaan Yang Lebih Baik

 

Bantuan bagi Korban Bencana Banjir dan Longsor di Jogjakarta, Jawa Tengah dan Pacitan dapat disalurkan melalui:

Rek. Kemanusiaan MER-C Jogja Bank Syariah Mandiri (BSM) 7004995818 a.n MER-C DIJ

 

Info :

Instagram: @merc_jogja

Facebook: MER-C Jogjakarta

Telpon/Whatsapp: 082135258145

Kantor MER-C Jogja : Jl. Kaliurang Km 6,5 , Gg Timor Timur No E4B , Sleman , Jogja

 

Atau :

 

www.mer-c.org

0811990176

 

---------------------------------------------------------------

Hari ini, Kamis (7/12), Tim MER-C untuk Program Kapal Kemanusiaan Papua Barat masih berada di Sorong untuk melakukan persiapan terutama obat-obatan, alat kesehatan dan perlengkapan yang akan dibawa berlayar besok. Selain persiapan, hari ini Tim juga mengunjungi desa Klalin 4 dan desa Malaus, dua wilayah kerja binaan Klinik MER-C di Sorong, Papua Barat.

 

Klalin 4 adalah desa yang terletak di Distrik Aimas, Kabupaten Sorong. Hampir sebagian besar masyarakat berasal dari suku Kokoda yang merupakan salah satu suku asli Papua Barat yang beragama Islam. Secara umum keadaan masyarakat di desa Klalin 4 masih kekurangan secara ekonomi, pendidikan, kesehatan serta berbagai macam kebutuhan dasar hidup lainya seperti kondisi lingkungan, sarana ibadah dll. Sejak 4 tahun terakhir MER-C telah memberikan pelayanan mobile clinic untuk masyarakat Klalin 4 secara rutin, selain itu juga beberapa kali melakukan kegiatan sosial lainnya seperti pemberian sembako dan bantuan perlengkapan pendidikan.

 

Sementara Malaus adalah desa yang berada di distrik Salawati, Kabupaten Sorong. Mayoritas penduduk di desa ini adalah transmigran.

 

Pada hari ini, Tim melakukan pengobatan dan sirkumsisi bagi anak-anak di dua desa dengan target anak yang disunat sebanyak 50 orang. Besok, Jum’at (8/12) tim dijadwalkan akan mulai berlayar dari Sorong ke desa pertama di Yellu, Misool Selatan untuk selanjutnya menyusuri 20 desa lainnya yang ada di Pulau Misool hingga akhir Desember 2017.

 

Info:

www.mer-c.org

 

0811990176

Dukung Sosial Media Kami

Langganan Info & Berita MER-C