Ungkapan spontan tersebut sesaat menghentikan aktivitas kami membersihkan luka pasien pasca operasi menyambung tulang kakinya yang patah. Saling lirik, gerakan alis, dan senyum diantara kami seakan menjadi bahasa non-verbal kira-kira siapa yang akan menjawab dan jawaban seperti apa. Dalam kondisi yang sensitif seperti korban bencana, jawaban yang kurang pas bisa berarti konotasi negatif.

Kayangan - Kamis/30 Agustus 2018, dr. Laily dan Annisa, SKed, relawan medis MER-C Indonesia memberikan edukasi kepada siswi-siswi SMPN 3 Kayangan, kabupaten Lombok Utara tentang pentingnya kesehatan reproduksi di tenda sekolah darurat.

Berbagai barang bantuan yang saat ini dibutuhkan warga korban gempa bumi di Lombok terus disiapkan di Markas Pusat MER-C di Jakarta. Hal ini dikarenakan dalam waktu dekat, MER-C akan mengirimkan kembali truk berisi barang bantuan medis dan kemanusiaan ke Lombok. Pengiriman ini adalah pengiriman tahap ke-2 ke Lombok, setelah sebelumnya MER-C mengirimkan bantuan medis dan peralatan serta perlengkapan untuk pendirian RS Lapangan.

Usai berkegiatan memberikan pelayanan medis bagi warga korban gempa di Lombok pada pagi hingga sore hari, malam harinya giliran para relawan menerima kedatangan tamu-tamu cilik yang tinggal di sekitar posko MER-C yang berada di desa Gumantar, kecamatan Kayangan, Lombok Utara. Dalam sekejap posko riuh ramai dengan keceriaan anak-anak.

Salah satu kegiatan Tim MER-C di Lombok adalah homevisit ke tempat tinggal pasien-pasien korban gempa yang telah dioperasi. Homevisit dilakukan terjadwal setiap 3 hari sekali untuk mengecek dan merawat luka-luka mereka hingga sembuh.

Dukung Sosial Media Kami

Langganan Info & Berita MER-C