MER-C UPDATE

Tim relawan dari Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) tertahan di kecamatan Kulawi, salah satu wilayah di kabupaten Sigi yang terkena bencana gempa bumi. Sedianya pasca melakukan pengobatan, hari ini, Ahad/21 Oktober 2018, tim dijadwalkan kembali ke posko di RS Sis Al Jufri di Kota Palu. Namun hujan deras yang mengguyur Kulawi mengakibatkan longsor kembali melanda sejumlah titik dan memutus akses jalan dari dan menuju Kulawi.

#Update Misi Kemanusiaan MER-C untuk Palu - Donggala#


Jum'at/5 Oktober 2018, Tim MER-C memulai program mobile clinic dan case finding menyusuri wilayah-wilayah terdampak gempa di Palu yang belum terjangkau bantuan.

Gempa 7,7 SR yang terjadi di Palu pada tanggal 28/9/2018, membuat MER-C segera mengirimkan Tim Initial Assessment of Disaster untuk menembus Palu dan melakukan penilaian awal bencana. Tim yang ditugaskan sebanyak empat relawan dengan pimpinan dr. Andi Fajar Wela. Menempuh jalur darat, Tim melalui rute Mangkutana - Poso - Napu – Palu. Minggu/30 September 2018, sekitar pukul 05.00 pagi berhasil mencapai Palu dan segera melaporkan diri ke BNPB dan Dinas Kesehatan setempat. Usai berkorodinasi, Tim segera bergerak melakukan penilaian ke wilayah dan fasilitas terdampak gempa.

(Laporan Perjalanan Tim MER-C untuk Palu - Donggala)

Selasa, 2 Oktober 2018, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) kembali memberangkatkan tim bantuan kemanusian yang terdiri dari unsur medis dan non-medis. Berbeda dengan kebanyakan, tim tidak menumpang rombongan Herkules TNI AU, melainkan menggunakan maskapai komersial. Jalur yang ditempuh adalah Jakarta - Makassar dan Makassar - Mamuju.

Pasca tsunami kota Palu mengalami fenomena stroke atau lumpuh sebelah, sekilas masih terlihat lalu lalang kendaraan bermotor, tetapi LISTRIK MATI, TIDAK ADA AIR BERSIH, TIDAK ADA SINYAL HP. Terlihat masyarakat sibuk menjarah SPBU, Alfamart dan toko-toko bahkan rumah-rumah korban tsunami.

Dukung Sosial Media Kami

Langganan Info & Berita MER-C