Rakhine – MER-C dan Pemerintah Myanmar sepakati lokasi untuk pembangunan RS Indonesia, yaitu di desa Muaung Bay, Mrauk U, Rakhine State, Myanmar. Lokasi ini dipilih setelah Tim Pembangunan RS Indonesia yang terdiri dari Drs. Ichsan Thalib, Dr. Ir. Idrus M. Alatas dan Ir. Faried Thalib melakukan kunjungan langsung ke lapangan, Kamis/18 Mei 2017. Kunjungan didampingi oleh dr. Swei Tein (Kepala Kesehatan Rakhien State), Bonifatius A. Herindra (Pelaksana Fungsi Politik KBRI Yangon) dan tiga kontraktor yang berminat mengikuti tender pembangunan RS Indonesia.

“Lokasi berjarak sekitar 2,3 km dari lokasi lama yang telah Tim MER-C kunjungi pada Agustus 2015 lalu,” ungkap Ichsan Thalib yang sudah tiga kali mengunjungi Rakhine State, Myanmar.

Selasa/16 Mei 2017 menjadi salah satu hari bersejarah dalam rangkaian proses pembangunan RS Indonesia di Myanmar. Pada hari ini, dilakukan penandatanganan kesepakatan jenis rumah sakit yang akan dibangun oleh MER-C bekerjasama dengan PMI di Mrauk U, Rakhine State, Myanmar.

Penandatanganan dilakukan antara Ketua Tim Pembangunan RS Indonesia di Myanmar, drs. Ichsan Thalib dengan Wakil Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan dan Olahraga Myanmar, dr. Myat Wunna Soe, di Naypyidaw.

Penandatanganan turut disaksikan oleh Faried Thalib (Presidium MER-C), Idrus M. Alatas Ketua Divisi Konstruksi MER-C serta Pelaksana Fungsi Sosial Budaya KBRI Yangon, Yasfitha Febriany Murthias.

Jakarta – Hari ini, Senin/15 Mei 2017, MER-C melepas keberangkatan tiga relawan teknis yang akan menindaklanjuti rencana pembangunan sarana kesehatan di wilayah konflik Rakhine State, Myanmar. Ketiga relawan teknis dari Divisi Konstruksi MER-C tersebut adalah Drs. Ichsan Thalib (Project Manager RS Indonesia di Myanmar), Dr. Ir. Idrus Muhamad Alatas, M.Sc (Ketua Divisi Konstruksi MER-C) dan Ir. Faried Thalib (Presidium MER-C yang memiliki pengalaman sebagai Ketua Tim Pembangunan RS Indonesia di Gaza, Palestina). Tim bertolak ke Myanmar untuk bertemu dan berkoordinasi dengan pemerintah dan pihak-pihak terkait di negara ini.

Memasuki minggu ke-18 pembangunan bangunan utama RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar mencapai lebih dari 31 persen. 

Selain listrik yang kerap mati, air pun menjadi kendala terlebih saat musim kemarau seperti sekarang ini, air di sekitar lokasi pembangunan RS Indonesia (RSI) yang terletak di desa Myaung Bwe, Mrauk U, Rakhine State, Myanmar pun menjadi kering. 

Salah satu usaha untuk mendapatkan air adalah lewat sungai yang berada di dekat RSI. Pipa sepanjang lebih dari 500 m dari sungai ke lokasi RSI pun harus dipasang untuk mendapatkan air yang akan digunakan baik untuk kebutuhan proyek atau pun untuk kebutuhan sehari-hari.

Dukung Sosial Media Kami

Langganan Info & Berita MER-C