Memasuki minggu ke-18 pembangunan bangunan utama RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar mencapai lebih dari 31 persen. 

Selain listrik yang kerap mati, air pun menjadi kendala terlebih saat musim kemarau seperti sekarang ini, air di sekitar lokasi pembangunan RS Indonesia (RSI) yang terletak di desa Myaung Bwe, Mrauk U, Rakhine State, Myanmar pun menjadi kering. 

Salah satu usaha untuk mendapatkan air adalah lewat sungai yang berada di dekat RSI. Pipa sepanjang lebih dari 500 m dari sungai ke lokasi RSI pun harus dipasang untuk mendapatkan air yang akan digunakan baik untuk kebutuhan proyek atau pun untuk kebutuhan sehari-hari.

“Dari tadi pagi sih Mba. Sampai sore ini listrik belum hidup juga”, sepenggal kalimat yang masuk ke wa MER-C saat MER-C Pusat menanyakan kondisi dua pengawas pembangunan dan perkembangan pembangunan RS Indonesia yang sedang berlangsung di Mrauk U, Rakhine State, Myanmar.

Pembangunan bangunan utama RS Indonesia yang tengah berlangsung di Rakhine State, Myanmar pada Minggu, 25 Februari 2018 sudah mulai tahap pengecoran tie beam, yaitu pengecoran balok pengikat antar pondasi.

Selain pembangunan sarana kesehatan di Gaza (Palestina) dan Rakhine (Myanmar), MER-C juga tengah melakukan pembangunan sarana kesehatan di dalam negeri, tepatnya di sebuah daerah bernama Galela, yang terletak di kabupaten Halmahera Utara, provinsi Maluku Utara.

Dukung Sosial Media Kami

Langganan Info & Berita MER-C