Pada tanggal 25 Mei 2019, MER-C mengadakan konferensi pers untuk kesian kalinya mengenai insiden pasca pilpres terkait dengan aksi tanggal 21-23 Mei 2019, di kantor pusat MER-C, Kramat Lontar, Jakarta.

Sejak berlangsungnya Pemilihan Umum Eksekutif dan Legislatif pada tangal 17 April 2019 lalu hingga hari ini kita disuguhi kurva angka kematian dan kesakitan para petugas KPPS yang terus meningkat dari hari ke hari, tanpa bisa berbuat banyak. Korban-korban terus berjatuhan hingga menembus angka 600 lebih yang meninggal.

1.Terima laporan masyarakat -> berikan no HP HOT LINE MER-C (0811 99 0176) ke masyarakat yang melapor untuk keluarga kontak langsung ke MER-C

2. Identifikasi IDENTITAS, ALAMAT RUMAH, TEMPAT PERAWATAN

3.Kunjungi korban dan lakukan ANAMNESA, PEMERIKSAAN FISIK, LIHAT HASIL LAB kalau ada dan OBAT yang diberikan.

4.Setelah ada DD/, tentukan apakah memerlukan PERAWATAN lebih intensif atau tidak dan PERSIAPAN PEMERIKSAAN TAMBAHAN SELANJUTNYA : Darah, Urin, Feses, kalau bisa cairan lambung (muntahan). Jika perlu langsung ambil sample RAMBUT dan KUKU.

5.Khusus untuk yang sudah meninggal, minta IZIN KEKUARGA untuk diautopsi supaya bisa dilakukan PEMERIKSAAN POST MORTEM atau disebut juga AUTOPSI KLINIS.

Siaran Pers

Dalam dua pekan pasca Pemilu 2019 yang digelar 17 April lalu, hingga saat ini kita tidak hanya disajikan angka-angka hasil perolehan masing-masing calon Presiden dan Wakil Presiden maupun calon Legislatif, namun yang memprihatinkan adalah munculnya angka-angka petugas KPPS yang sakit bahkan meninggal dunia. Jumlahnya pun sangat mencengangkan. Update data hingga hari Kamis/2 Mei 2019 pukul 20.00 WIB, petugas KPPS yang meninggal dunia sudah mencapai 412 orang, sakit 3.658 orang, sehingga total korban akibat Pemilu 2019 sebanyak 4.070 orang yang tersebar di 30 provinsi seluruh Indonesia. Jumlah ini masih terus bertambah dari hari ke hari.

Siaran Pers

Lombok berduka dan hampir lumpuh pasca 2 gempa besar mengguncang wilayah ini pada Minggu/29 Juli 2018 dengan kekuatan 6,4 SR dan diikuti dengan gempa yang lebih besar berkekuatan 7 SR, Minggu/5 Agustus 2018, hanya dalam jangka waktu sepekan. Namun pola bencana gempa Lombok kali ini tidak biasa. BMKG merilis sampai dengan 13 Agustus 2018 pukul 10.00 WITA tercatat sebanyak 593 gempa susulan terjadi di Lombok.

Dukung Sosial Media Kami

Langganan Info & Berita MER-C