Tim MER-C Misi Kemanusiaan Konflik Rakhine-Rohingya bersama para pengungsi Rohingya di Sittwe, Rakhine State, Myanmar 2012 Tim MER-C Misi Kemanusiaan Konflik Rakhine-Rohingya bersama para pengungsi Rohingya di Sittwe, Rakhine State, Myanmar 2012

Indonesia Health Center Myanmar

Uncategorised Ditulis oleh  Jumat, 01 Juli 2016 00:00 ukuran font kurangi ukuran font tambah ukuran font
Beri nilai item ini
(0 penilaian)

Misi Kemanusiaan Pertama MER-C ke Rakhine State, Myanmar

Konflik berkepanjangan yang terjadi di Myanmar, membuat MER-C bergerak untuk memberikan bantuan bagi para korban. Setelah melalui proses koordinasi dan perizinan yang cukup panjang, Rabu/12 September 2012, MER-C memberangkatkan Tim Medis Pertama ke Myanmar yang terdiri dari 2 dokter spesialis, 2 dokter umum dan 1 tenaga logistic yang bertugas hingga 19 September 2012.

Konflik Myanmar terjadi antara etnis Rakhine dan Rohingya. Kamp pengungsian terbagi menjadi 2 kelompok yaitu kamp pengungsian Rohingya (Muslim) dan kamp pengungsian Rakhine (Budha). Bukan hal yang mudah untuk bisa mengunjungi apalagi memberikan pengobatan di kamp. Namun setelah bernegosiasi dengan Pemerintah dan Militer Myanmar, akhirnya Tim diizinkan untuk memberikan pelayanan kesehatan dan donasi. Bahkan Tim memfasilitasi Pemerintah dan Myanmar Red Cross untuk melakukan pelayanan kesehatan di kedua belah pihak yang bertikai. Oleh karena itu, MER-C menjadi LSM Pertama dari Indonesia yang dapat melakukan tindakan medis (pelayanan kesehatan) di kedua belah pihak.

 

Misi Kemanusiaan Kedua MER-C ke Rakhine State, Myanmar

Menindaklanjuti misi pertama, pada 16 – 26 Februari 2015, MER-C mengirimkan Tim ke-2 ke Myanmar yang terdiri dari 1 dokter spesialis penyakit dalam, 2 dokter umum, 2 perawat dan 2 tenaga logistik.

 

Tim MER-C mengunjungi 7 kamp dari 15 kamp yang ada di Sittwe, Rakhine State, yaitu:

Pertama, Kamp That Kay Pin (Kamp Muslim)

Kedua, Kamp Kaung Doke Khar (Kamp Muslim)

Ketiga, Kamp West San Pya (Kamp Muslim)

Keempat, Kamp Say Tha Mar Gyi (Kamp Muslim)

Kelima, Kamp Say Young Su (Kamp Rakhine/Budha)

Keenam, Kamp Sad Yo Kya 1 (Kamp Rakhine/Budha)

Ketujuh, Kamp Sad Yo Kya 2 (Kamp Rakhine/Budha)

 

Pada misi kemanusiaan ke-2 ini, Tim MER-C menyalurkan bantuan berupa 1 unit ambulans, bantuan obat-obatan dan alat kesehatan yang diterima oleh Dinas Kesehatan Rakhine State, bantuan makanan ke masing-masing kamp, bantuan sprei dan selimut sebanyak 200 paket untuk disebar ke klinik-klinik dan Rumah Sakit, serta 2 unit genset. Genset rencananya akan ditempatkan di sekolah bantuan Pemerintah Indonesia di wilayah Minbya, Rakhine State.

 

Misi Kemanusiaan Ketiga MER-C ke Rakhine State, Myanmar

Sebagai bagian dari komitmen jangka panjangnya, Selasa (25/8), MER-C Indonesia kembali mengirimkan Tim Relawannya ke Rakhine State, Myanmar. Tim ke-3 MER-C untuk Myanmar berjumlah tiga orang relawan, yaitu dr. Joserizal Jurnalis, SpOT selaku Ketua Tim, Drs. Ichsan Thalib dari Divisi Konstruksi MER-C dan dr. Tonggo Meaty Fransisca.

Keberangkatan tim ke-3 MER-C ke Rakhine State, Myanmar dimungkinkan setelah adanya izin dari MOFA (Ministry of Foreign Affairs) Myanmar yang pengurusannya difasilitasi oleh KBRI Yangon.

Pada misi kali ini Tim melakukan serah terima bantuan satu unit ambulans jenis Toyota Hiace Super Long Body donasi dari rakyat Indonesia yang dibeli sejak Februari 2015. Penyerahan bantuan dipimpin oleh Dubes RI untuk Myanmar.

Dengan fasilitasi dari KBRI, Tim juga telah melakukan peninjauan lahan untuk rencana lokasi program pembangunan “Indonesia Health Center”.

 

Program “Indonesia Health Center”

Sebagai sebuah lembaga sosial kemanusiaan, selain menyalurkan bantuan amanah dari masyarakat Indonesia, juga berupaya melakukan Diplomasi Kemanusiaan dan Politik Kemanusiaan dalam rangka untuk mengurangi dampak perang/konflik dan mencegah korban berjatuhan yang lebih banyak. Hal ini sudah dilakukan oleh MER-C sejak terjadinya konflik Ambon.

Kini, untuk Myanmar yang memiliki masalah konflik etnis dan stateless bagi warga muslim (tidak terbatas etnis Rohingya), MER-C juga memberi perhatian khusus pada Myanmar. Berdasarkan hasil kunjungan dan pengamatan langsung di lapangan, MER-C menetapkan wilayah ini sebagai wilayah misi jangka panjangnya melalui program pembangunan “Indonesia Health Center”.

Program ini mendapat respon positif dari pemerintah Myanmar dengan menyediakan sebidang lahan di Mrauk U, Rakhine State.

Lokasi ini diusulkan oleh Pemerintah Myanmar dengan pertimbangannya di Mrauk U terdapat komunitas Budha dan Muslim yang bisa hidup berdampingan, walaupun ada juga internal displacement. Seperti bantuan sekolah yang telah dibangun oleh pemerintah Indonesia di Minbya, MER-C juga berharap IHC di Mrauk U bisa menjadi sarana berbaur masyarakat Budha dan Muslim serta dapat mendorong rekonsiliasi konflik di Myanmar.

Lahan seluas 4.000 meter persegi terletak di antara desa Muslim bernama Site dan desa Budha bernama Nanja. Jum’at/28 Agustus 2016, Tim MER-C telah melakukan proses pembebasan lahan dengan membayar ganti rugi sebesar 1,6 juta kyat atau sekitar 17,6 juta rupiah kepada 3 orang petani penggarap lahan bertempat di kantor Pemerintah Daerah setempat.

 

Wakil Presiden RI Dukung Rencana Pembangunan Sarana Kesehatan di Myanmar

Wakil Presiden RI, M. Jusuf Kalla menyatakan dukungannya atas gagasan MER-C untuk membangun sarana kesehatan di wilayah konflik Rakhine State, Myanmar. Hal ini disampaikan Wakil Presiden RI pada saat menerima audiensi Tim MER-C, Senin/13 Juni 2016. Wakil Presiden RI juga mendukung agar program ini dilakukan bersama oleh umat Muslim dan Budha Indonesia agar menjadi contoh kerukunan umat beragama di Indonesia kepada rakyat Myanmar.

Untuk menindaklanjuti rencana ini, Wakil Presiden RI bahkan memfasilitasi pertemuan MER-C dan Walubi (Perwakilan Umat Buddha Indonesia). Rabu/15 Juni 2016, bertempat di Kantor Wapres, Tim MER-C yang dipimpin oleh dr. Sarbini Abdul Murad bertemu dengan Ketua Umum Walubi Siti Hartati Murdaya didampingi oleh Tokoh Budha, Murdaya Widyawimarta Poo.

Walubi menyambut baik dan siap bekerjasama dalam program ini dibawah koordinasi Wakil Presiden RI. Lebih lanjut Wakil Presiden RI menyatakan bahwa program ini akan menjadi program bersama PMI (Palang Merah Indonesia), MER-C, Walubi dan Pemerintah RI.

 

Dukungan dan bantuan untuk pembangunan “Indonesia Health Center” di Rakhine State, Myanmar dapat disalurkan melalui:

Bank Central Asia (BCA), Rek. No. 686.028.0009 

Bank Syariah Mandiri (BSM), Rek. No. 700.1306.833

Atas nama Medical Emergency Rescue Committee

Baca 424 kali Terakhir diubah pada Rabu, 13 Juli 2016 09:43

Alamat MER-C

{google_map}60.1705,24.9384{/google_map}

 

Jl. Kramat Lontar No. J-157 Senen, Jakarta Pusat Indonesia 10440
Telp            : (021) 3159235
Fax             : (021) 3159256
Call Center  : 0811 99 0176
E-mail : office@mer-c.org