Gaza, Relawan MER-C Cabang Gaza yang dipimpin oleh Reza Aldilla Kurniawan mulai distribusikan secara bertahap bantuan selimut hangat dari rakyat Indonesia untuk warga Gaza.

"Seperti sebelumnya, keluarga syuhada, masyarat miskin dan korban agresi milter Israel menjadi kalangan yang diprioritaskan dalam program bantuan musim dingin tahun ini," ujar Reza, relawan asal Indonesia yang masih bertugas di Jalur Gaza dan masih menempuh pendidikan di Universitas Islam Gaza.


Satu set alat mammography sumbangan rakyat Indonesia tiba di Jalur Gaza, tepatnya pada 13 November 2017 lalu. Alat kesehatan senilai $ 67,500 atau setara lebih dari Rp 900 juta dapat terwujud berkat donasi yang masuk ke amanah Kemanusiaan Gaza. Alat ini akan melengkapi fasilitas kesehatan di Jalur Gaza bagian selatan, yaitu Al Rahma Medical Center di Khan Younis.

Menurut dr. Arief Rachman, SpRad, anggota Presidium sekaligus Tim Pengadaan Alat Kesehatan RS MER-C, mammogram adalah alat radiologi yang dapat digunakan untuk screening dan diagnosis kelainan di payudara, terutama kanker. 


Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan menyatakan dukungannya pada program MER-C untuk Palestina, khususnya rencana pengembangan dan penambahan 2 lantai RS Indonesia yang terletak di wilayah yang masih berkecamuk, Jalur Gaza, Palestina. Hal ini disampaikan saat menerima audiensi Tim MER-C di Balaikota, Senin (18/12).  


Lebih dari 10 tahun sudah Gaza dengan 2 juta warganya hidup dalam penjara Israel bernama blokade, penutupan pintu-pintu perbatasan antara Gaza dan dunia luar telah melahirkan berbagai krisis kemanusiaan dan penderitaan tak berujung. Ratusan terowongan bawah tanah yang selama ini dijadikan alternatif oleh warga Gaza untuk mensuplai barang kebutuhan juga telah dihancurkan. 


Dalam rangka memberikan bantuan jangka panjang bagi masyarakat korban konflik di Rakhine State, Myanmar, pembangunan Rumah Sakit Indonesia tepatnya di Myaung Bwe, Mrauk U, Rakhine State terus berlanjut. Ir. Nur Ikhwan Abadi, Site Manager RSI, melaporkan bahwa pekerjaan pembangunan bangunan utama RS Indonesia berukuran sekitar 2.100 m2 saat ini dalam tahap penggalian pondasi dengan progress mencapai lebih 50 persen. 


Dua pejuang Palestina dari Faksi Saraya Al Quds, syahid dalam misi jihad di kota Bait Lahiya, Jalur Gaza Utara, Selasa siang (12/12).

 

Korban bernama Mustafa Mufid Sultan (30 th) dan Husain Gazi Nasrullah (26 th). Jasad kedua korban langsung dilarikan ke RUMAH SAKIT INDONESIA di Jalur Gaza Utara.

 

 

Dengan demikian jumlah korban jiwa di Gaza sejak pernyataan Trump hari Kamis lalu bertambaj menjadi 6 jiwa. Sementara korban luka dari berbagai wilayah Palestina mencapai 1.800.


Memasuki hari kelima sejak pernyataan Donald Trump terkait Jerusalem, aksi unjuk rasa di Jalur Gaza belum juga reda. Sejumlah aksi unjuk rasa warga Gaza di wilayah perbatasan berbuntut pecahnya bentrokan melawan militer Israel.

 

Kekuatan tak berimbang antara militer Israel dan para pengunjuk rasa berujung jatuhnya puluhan korban luka dari pihak Palestina.

 

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mencatat 97 warga Palestina terluka sejak pagi hingga malam hari Senin (11/12) kemarin. Enam puluh diantaranya menderita sesak nafas akibat menghirup gas air mata. Para korban tersebut langsung mendapatkan perawatan di lokasi bentrokan. Sementara 37 diantaranya harus dilarikan ke rumah sakit karena tertembak peluru tajam militer Israel.

 

Dengan demikian jumlah korban luka dari pihak Palestina sejak melerusnya berbagai aksi unjuk rasa bertambah menjadi 1.795, seperti dikabarkan oleh Bulan Sabit Merah Palestina.

 

Info:
Webiste : www.mer-c.org

FB : MER-C Indonesia

Call Center : 0811990176

 

 


Bangunan RS Indonesia dengan 2 lantai dan 1/2 lantai basement serta 100 tempat tidur yang ada saat ini dirasa sudah sesak dan tidak mencukupi seiring dijadikannya RS Indonesia sebagai RS rujukan utama di Jalur Gaza bagian Utara. Permintaan penambahan lantai dan alat-alat kesehatan telah disampaikan pihak RS Indonesia kepada MER-C. 

 

RS Indonesia yang terletak di Bayt Lahiya yang berjarak sekitar 2,5 km dari perbatasan Israel menjadi penting keberadaannya terlebih di saat terjadinya serangan-serangan seperti beberapa waktu belakangan ini. 

 

Menanggapi permintaan ini, Ketua Pembangunan RS Indonesia, Ir. Faried Thalib menyatakan bahwa pondasi RS Indonesia dari awal memang sudah disiapkan untuk bisa dibangun hingga 5 lantai.

 

"Bangunan RS Indonesia masih bisa ditambah 2 lantai lagi karena memang pondasinya sudah kita siapkan bahkan untuk sampai 5 lantai," ujar Faried. "Hal-hal seperti ini memang sudah kita antisipasi sejak awal," lanjutnya.

 

Anggota Presidium MER-C ini bahkan menginformasikan bahwa disain untuk bangunan lantai 3 dan lantai 4 RS Indonesia sedang dibuat. 

 

"Tim Arsitek MER-C saat ini sedang membuat disain bangunan untuk lantai 3 dan 4 RS Indonesia."

 

Tidak hanya penambahan lantai, MER-C juga akan menambah jumlah tempat tidur serta beberapa alat kesehatan lainnya yang diperlukan seperti MRI (Magnetic Resonance Imaging) agar RS Indonesia bisa memberikan pelayanan yang lebih baik lagi bagi masyarakat di Jalur Gaza bagian Utara, khususnya pasien-pasien korban serangan Israel. 

 

Dukungan dan bantuan bagi program ini dapat disalurkan melalui :

 

BCA, 686.0153678

Bank Mandiri, 124.000.8111.925

BSM, 700.1352.061

BNI Syariah, 081.119.2973

BMI, 358.000.1720

BRI, 033.501.0007.60308

 

Semua rekening atas nama :

Medical Emergency Rescue Committee

 

Info:

www.mer-c.org

0811990176

 

 


Pesawat tempur militer Angkatan udara Israel melancarkan serangan udara ke sejumlah lokasi di wilayah utara Jalur Gaza, Jum'at malam (8/12/17). Tercatat tidak kurang dari 25 warga sipil mengalami luka luka.

 

 

Para korban dilarikan ke RUMAH SAKIT INDONESIA, rumah sakit utama penduduk Palestina di Jalur Gaza utara khususnya kota kota perbatasan (Jabaliya, Baitlahiya dan Bait hanun).


Hari ini, Kamis (7/12), Tim MER-C untuk Program Kapal Kemanusiaan Papua Barat masih berada di Sorong untuk melakukan persiapan terutama obat-obatan, alat kesehatan dan perlengkapan yang akan dibawa berlayar besok. Selain persiapan, hari ini Tim juga mengunjungi desa Klalin 4 dan desa Malaus, dua wilayah kerja binaan Klinik MER-C di Sorong, Papua Barat.

 

Klalin 4 adalah desa yang terletak di Distrik Aimas, Kabupaten Sorong. Hampir sebagian besar masyarakat berasal dari suku Kokoda yang merupakan salah satu suku asli Papua Barat yang beragama Islam. Secara umum keadaan masyarakat di desa Klalin 4 masih kekurangan secara ekonomi, pendidikan, kesehatan serta berbagai macam kebutuhan dasar hidup lainya seperti kondisi lingkungan, sarana ibadah dll. Sejak 4 tahun terakhir MER-C telah memberikan pelayanan mobile clinic untuk masyarakat Klalin 4 secara rutin, selain itu juga beberapa kali melakukan kegiatan sosial lainnya seperti pemberian sembako dan bantuan perlengkapan pendidikan.

 

Sementara Malaus adalah desa yang berada di distrik Salawati, Kabupaten Sorong. Mayoritas penduduk di desa ini adalah transmigran.

 

Pada hari ini, Tim melakukan pengobatan dan sirkumsisi bagi anak-anak di dua desa dengan target anak yang disunat sebanyak 50 orang. Besok, Jum’at (8/12) tim dijadwalkan akan mulai berlayar dari Sorong ke desa pertama di Yellu, Misool Selatan untuk selanjutnya menyusuri 20 desa lainnya yang ada di Pulau Misool hingga akhir Desember 2017.

 

Info:

www.mer-c.org

 

0811990176


Halaman 1 dari 15

Alamat MER-C

{google_map}60.1705,24.9384{/google_map}

 

Jl. Kramat Lontar No. J-157 Senen, Jakarta Pusat Indonesia 10440
Telp            : (021) 3159235
Fax             : (021) 3159256
Call Center  : 0811 99 0176
E-mail : office@mer-c.org