Tim Relawan MER-C yang bertugas untuk program kapal kemanusiaan di Papua Barat Tim Relawan MER-C yang bertugas untuk program kapal kemanusiaan di Papua Barat

MER-C LAKUKAN KHITANAN MASSAL DAN PENGOBATAN UMUM DI SALAWATI TENGAH

Misi Dalam Negeri Jumat, 26 Mei 2017 00:00

Sorong - Papua Barat. Medical Emergency Rescue Committee atau MER-C menerjunkan 7 dokter, 3 perawat dan 1 orang logistik dalam khitanan massal dan pengobatan umum bagi warga di Distrik Salawati Tengah sejak Rabu hingga Sabtu minggu ini. Kegiatan tersebut merupakan agenda bersama yang dirancang oleh Asia Moslem Charity Foundation (AMCF) dan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Sorong bertajuk "Kapal Kemanusiaan".

"Hari Rabu kemarin MER-C mengadakan khitanan bagi total 95 anak. Sedangkan Kamis dan Jumat peserta pengobatan setidaknya ada 120-an pasien. Ini terpaksa distop dulu karena hujan dan dilanjut setelah warga selesai sholat jumat," demikian penjelasan Islamiyah Samaun yang merupakan staf logistik dalam kegiatan ini di Kalobo.

dr. Zackya Yahya, Sp.Ok selaku perwakilan MER-C untuk Papua merasa gembira dengan adanya program Kapal Kemanusiaan ini. "Sudah lebih dari 11 tahun kami hadir di Papua melalui klinik sosial. Relawan medis kami menyusuri pelosok SP untuk memberikan layanan kesehatan berkualitas dan terjangkau. Sekarang dengan adanya kapal ini kami berharap jangkauan kami bisa lebih luas ke pulau-pulau terpencil di Papua Barat." Demikian jelasnya perihal program Kapal Kemanusiaan.

Bagi MER-C, kerja sama dengan AMCF sudah dimulai lama semenjak bencana gempa dan tsunami Aceh pada 2004. Khusus untuk kali ini, AMCF menyediakan kapal dan awaknya, sedangkan pembiayaan kegiatan tim medis didapat dari Badan Amil Zakag Nasional (BAZNAS). Sedikitnya 36 titik akan mendapat layanan kesehatan dari tim medis MER-C dalam kurun 12 bulan ke depan.

"Teknisnya kami akan kirim tim pendahulu untuk melakukan survei dan pemetaan masalah kesehatan di lokasi yang akan dimasuki. Lalu akan disusun prioritas kegiatan untuk mengatasi masalah tersebut. Tim medis sendiri akan bekerja selama maksimal 2 minggu di 3 titik tiap bulannya." jelas dr. Zackya. "Bukan tidak mungkin ke depan kami akan melibatkan dokter spesialis jika memang dibutuhkan. Pasien-pasien yang membutuhkan tindakan akan didata dan dikumpulkan, lalu dokter spesialis yang sesuai akan bekerja di satu rumah sakit yang sudah memiliki kesepakatan. Atau jika mau, dokter spesialisnya yang ikut keliling naik kapal bersama kami."

Keterbatasan akses kesehatan dan minimnya tenaga serta fasilitas kesehatan masih merupakan masalah tersendiri di kawasan timur Indonesia. Hingga sekarang beberapa program sudah dilakukan untuk menjangkau warga di daerah terpencil, termasuk pulau-pulau terluar untuk mengurangi permasalahan ini. Diharapkan dengan adanya Kapal Kemanusiaan ini, bertambah lagi upaya untuk memberikan hak kesehatan bagi setiap warga negara.

Baca 947 kali Terakhir diubah pada Senin, 29 Mei 2017 09:32

Alamat MER-C

{google_map}60.1705,24.9384{/google_map}

 

Jl. Kramat Lontar No. J-157 Senen, Jakarta Pusat Indonesia 10440
Telp            : (021) 3159235
Fax             : (021) 3159256
Call Center  : 0811 99 0176
E-mail : office@mer-c.org