Yogyakarta – Sabtu, 17-18 Januari 2015, MER-C Cabang Yogyakarta kembali menurunkan Tim relawannya untuk memberikan bantuan medis kemanusiaan bagi korban bencana longsor di Banjarnegara. Relawan yang diturunkan berjumlah 10 orang yang terdiri dari 3 medis, 2 mahasiswa psikologi dan 5 relawan non medis dari berbagai disiplin ilmu lainnya. Ini adalah tim kedua untuk Banjarnegara, sebelumnya Tim pertama sebanyak 7 relawan yang merupakan gabungan dari MER-C Cabang Yogyakarta dan MER-C Cabang Semarang telah memberikan bantuan medis bagi korban longsor di wilayah ini pada tanggal 15 – 17 Desember 2014 lalu.

(Analisa/Mahjijah Chair) TANDATANGAN: Wakil Gubernur Sumatera Utara HT Erry Nuradi disaksikan Presidium MER-C dr Jose Rizal Jurnalis (baju putih) dan Ketua MER-C Cabang Medan dr Ahmad Handayani (pakai rompi) menandatangani plakat Gerakan Wakaf Masyarakat Sumatera Utara untuk rakyat Gaza, Palestina.

Medan, (Analisa). Wakil Gubernur Sumatera Utara HT Erry Nuradi mengapresiasi dan salut kepada MER-C (Medical Emergency Rescue Commitee (Komite Unit Gawat Darurat) Cabang Medan yang telah berhasil mengumpulkan wakaf dari masyarakat Sumatera Utara yang dimanfaatkan untuk pembelian alat medis Rumah Sakit Indonesia di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina.

 {aridatatables moduleId="172"}

 {aridatatables moduleId="171"}

Suku Bajau Palau atau ‘gipsi laut’, begitu mereka disebut oleh masyarakat internasional, adalah masyarakat yang hidup secara nomaden di laut. Cakupan daerah pengembaraan mereka cukup luas, mulai dari perairan Malaysia, Indonesia, Filipina, sampai kepulauan di Samudera Pasifik. Budaya mengembara mereka sudah berlangsung lama jauh sebelum ada negara dan batas-batas wilayah. Dan seperti nasib suku-suku pengembara lain yang hidup menghindari peradaban, masyarakat suku Bajau Palau masih sangat sederhana sistim hidupnya, dan kepercayaan terhadap nenek moyang adalah religi mereka.

 Melalui surat bertanggal 12 Desember 2014, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI menyampaikan permohonan dukungan bantuan untuk nelayan suku Bajau di Tanjung Batu, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur kepada MER-C.

Muhammad Karidi (Kedua dari kiri) Relawan Mer-c Indonesia, saat penyerahan secara simbolis bantuan untuk keluarga Syuhada Gaza. foto : mirajnews.com

Gaza, 17 rabiul Awwal 1436/ 8 Januari 2015 (MINA) – Medical mergency Rescue Committee (MER-C) menyalurkan bantuan berupa santunan untuk keluarga syuhada di Jalur Gaza sebesar Rp. 500 juta lebih.

Santunan berupa uang tunai tersebut diserahkan oleh Muhammad Karidi, salah satu relawan MER-C Indonesia, yang diterima secara simbolis oleh perwakilan salah satu keluarga syuhada Abu Musthafa Al Qanu’ pada acara bertema “Kemuliaan untuk Keluarga Syuhada” di Jabaliya, Utara Jalur Gaza, Kamis 8/1.

Abu Musthafa mengucapkan terima kasih kepada rakyat Indonesia dan MER-C atas bantuan kepada keluarga syuhada. “Merupakan salah satu bentuk penghormatan untuk keluarga yang ditinggalkan,” tuturnya.

 {aridatatables moduleId="166"}

 {aridatatables moduleId="170"}

Front Pembela Islam (FPI) saat memberikan sumbangan dana untuk RS Indonesia, di Gaza, Palestina kepada Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) (Foto: Chamid/MINA)

Jakarta, 12 Rabiul Awwal 1436/3 Januari 2015 (MINA) – Front Pembela Islam (FPI) kembali menyumbangkan dana sebesar  Rp 500  juta untuk bank darah di Rumah Sakit (RS) Indonesia di Gaza.

Imam besar FPI, Habib Rizieq Syihab menyatakan hal itu dalam acara Tablig Akbar di Jakarta, Jum’at (2/1) malam.

“Alhamdulillah, tahap pertama beberapa waktu lalu sudah kita sumbangkan sebesar Rp 500 juta dan sekarang kita sumbangkan lagi tahap kedua sebesar Rp 500 juta. Insya Allah bulan depan kita akan berikan lagi Rp 500 juta, jadi total Rp. 1,5 milyar, ” kata Rizieq.

Dukung Sosial Media Kami

Langganan Info & Berita MER-C