
Bertempat di LPMP Mataram, MER-C cabang Mataram telah mengadakan pendidikan dan pelatihan (DIKLAT) pertama dengan tema ”Kegawatdaruratan dan Tanggap Bencana”. Kegiatan ini dilaksanakan dua hari, Sabtu dan Minggu, tanggal 6 dan 7 Juni 2009 yang lalu. Acara dimulai pada pukul 14.00 Wita dihadiri oleh Ketua MER-C cabang Mataram, sdr. Arif Budiman S.Ked. dan dibuka oleh Penasehat MER-C cabang Mataram, dr. Slamet Tjahjono Sp.P. Dalam sambutannya, dr. Slamet Tjahjono Sp.P. memberikan apresiasi terhadap MER-C Mataram atas terlaksananya kegiatan Diklat ini, selain itu harapannya kegiatan Diklat ini dapat dilaksanakan berkesinambungan.

Kegiatan yang diketuai oleh Denuna Enjana ini merupakan program kerja yang telah diagendakan sebelumnya oleh MER-C cabang Mataram. Dengan persiapan dan sumber daya yang ada, kegiatan Diklat ini dapat diikuti oleh pengurus dan relawan MER-C sebanyak 50 orang. Dalam laporannya, ketua panitia menjelaskan latar belakang dari kegiatan ini dilaksanakan adalah guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dari pengurus dan relawan MER-C dalam hal tanggap bencana. Hal ini sejalan dengan MER-C sebagai lembaga yang independen yang siap dan sigap memberikan bantuan medis jika terjadi bencana. Namun tidak hanya kesigapan saja yang dibutuhkan, diperlukan juga pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dalam penanganan kegawatdaruratan dan tanggap bencana.
Materi pertama dari Diklat I ini adalah Manajemen Bencana yang dibawakan oleh dr. Ahmad Taufik. Materi yang diberikan meliputi triase dan prinsip-prinsip penanganan jika terjadi bencana. Setelah itu dilanjutkan dengan praktek triase dan evakuasi korban bencana. Selanjutnya, materi kedua adalah Bedah Minor dan Sirkumsisi, pematerinya yaitu dr. Rohadi. Penjelasan pada materi ini ditekankan pada prinsip dan dilanjutkan dengan demo bedah minor dan sirkumsisi pada manekin.
Keesokan harinya, materi ketiga adalah Basic Trauma Life Support (BTLS), dalam materi yang dibawakan oleh dr. Moh. Rizki M.Pd.Ked. ini, dijelaskan secara lugas mengenai penanganan berbagai kondisi emergensi, seperti Basic Life Support (BLS) yang didemokan pada manekin, melakukan pembidaian dan pembalutan luka. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan praktek BTLS dan bedah minor dan sirkumsisi. Kegiatan terakhir adalah pengenalan dan penayangan video MER-C kepada relawan yang baru ikut bergabung. Dilanjutkan dengan pemberian sertifikat kepada peserta diklat, dan akhirnya foto bersama.

Dari keseluruhan rangkaian acara, walaupun berbagai kendala yang menerpa kegiatan ini berjalan cukup lancar. Dari evaluasi kegiatan juga masih banyak yang perlu dibenahi umtuk kegiatan-kegiatan selanjutnya. (MER-C Mataram)






