Menjadi Pembalap di Tanah Papua

Hari ini, 30 Agustus 2007, berarti genap dua minggu saya merasakan udara segar kota Timika. Udara disini memang segar, banyak hutan yang masih perawan turut menyumbangkan udara segar. Yah, Papua memang masih di kelilingi hutan-hutan sehingga tidak heran bila penyakit malaria masih sulit diberantas karena nyamuk-nyamuk anopheles betah hidup di Papua.

Hari ini juga merupakan hari pertama bagiku menjalankan program Mobile Clinic (M-Clinic) dengan mengendarai motor Honda sambil membawa sebuah tas merah besar berukuran lebih kurang 75 x 50 x 40 cm3 yang berisi obat-obatan, seorang perawat yang juga mengangkut sebuah tas sandang berisikan ratusan lembar status pasien dan tool box yang berisi alat-alat pemeriksaan kesehatan dan obat suntik.

 

Biasanya saya duduk di belakang, tapi kali ini saya yang bertindak sebagai pengemudi. Jujur ini pengalaman pertama buatku mengendarai motor menuju Desa Mulia Kencana (SP 7), menempuh jarak sejauh 15 km dengan jalan yang berbelok, penuh pasir kerikil dan berlubang. Pernah dulu saya mengendarai motor dan membonceng ibu di Medan kota asalku, hasilnya beberapa luka lecet di tubuh saya dan ibuku karena bertabrakan dengan motor lain saat di pertigaan. Sejak itu ibu tidak mau kalau saya yang membawa motor. Pernah juga waktu saya membawa motor sendiri di tengah kota besar, hasilnya saya nyaris menyetor nyawa karena sulit menguasai jalan yang dipenuhi berbagai kendaraan. Sungguh suatu catatan rekor yang buruk.

Tapi hari ini saya memberanikan diri untuk membawa motor demi menjaga gengsi, maklum perawat yang dibawa adalah seorang wanita, namanya Nurul. Cuaca teramat cerah, karena sejak pukul 07.00 WIT sudah terasa terik menyengat. Cuaca di kota Timika memang aneh, gampang berubah. Dalam waktu sekejap bisa berubah drastis dari yang awalnya panas menyengat menjadi hujan yang lebat. Makanya untuk terjun ke lapangan menjalan M-Clinic harus siap dengan segala kemungkinan baik itu panas ataupun hujan. Jaket dan mantel adalah peralatan wajib yang tidak boleh ditinggalkan. Hujan lebat dan panas terik bukan suatu halangan bagi relawan medis MER-C di Timika.

Sepanjang tiga kilometer pertama, jalanan ke SP 7 dapat kulalui dengan mulus karena kondisi jalan bagus beraspal. Nikmat sekali berkendaraan motor di sini, karena sepanjang jalan pohon-pohon hijau selalu menghiasi pandangan dan sesekali diselingi sungai dengan air yang bening. Setelah melewati tiga kilometer pertama, jalanan berikutnya adalah sebuah tantangan. Karena kondisi jalan buruk, berkerikil dan berpasir, sehingga membuat kondisi motor sering tidak stabil. Terlebih lagi buatku yang baru pertama kali melakukan perjalanan seberat ini.

Alhamdulillah, akhirnya tiba juga kami di Balai Desa SP 7 tempat pelayanan kesehatan. Tampak pasien mulai ramai berkumpul. Kondisi Balai Desa sungguh memprihatinkan, karena tidak terurus. Butiran-butiran kambing tampak berserakan di lantai. Setelah membersihkan meja dan kursi, pengobatan pun di mulai. Hari ini ada sekitar lebih dari 25 pasien yang berobat. Sebagian besar digratiskan karena memang mereka tidak mampu. Kemudian kami kembali membereskan obat-obatan dan peralatan untuk segera kembali ke posko MER-C Timika.

Jam di HP menunjukkan pukul 12.25 WIT, bising usus di perut mulai rewel. Lapar dan haus bercampur menjadi satu. Saya dan Nurul pun bersiap-siap untuk kembali ke posko. Cuaca saat itu semakin panas, sengatannya sangat terasa di tangan dan kaki. Karena memang saya tidak menggunakan sepatu ataupun sarung tangan untuk melindunginya. Tiba-tiba ada segerombolan babi kecil melintas di depan kami. Uups, saya pun memperlambat laju motor, supaya tidak menabrak salah satu dari babi-babi kecil itu karena bisa panjang urusannya. Di Timika ini, jangan sekali-kali menabrak babi milik masyarakat asli, karena ganti ruginya bisa sangat besar. Sebab mereka akan menghitung biaya ganti rugi berdasarkan jumlah susu, kemungkinan jumlah anak cucu babi tersebut dan bila ditotal harga ganti rugi bisa menyaingi harga satu mobil.

Syukurlah, gerombolan babi berhasil kami lewati. Tetapi cuaca semakin terik dan kerongkongan bertambah kering. Sepertinya saya mulai kurang berkonsentrasi, mungkin karena tadi pagi tidak sarapan dan hanya minum segelas air putih. Sampai di bagian jalan yang berlubang besar, saya lupa menurunkan kecepatan. Meski kami berhasil melewati lubang tersebut, ternyata di seberang lubang adalah jalan yang terdiri dari banyak pasir dan kerikil. Walhasil saya kehilangan keseimbangan dan tiba-tiba motor oleng ke arah kanan. Bruukk.......

Aduh, kaki dan lututku terasa sakit. Rupanya tertimpa motor dan tas merah besar berisi obat-obatan. Saya teringat kalau, perawat Nurul ada di belakangku. Alhamdulillah ternyata dia tidak apa-apa. Dia malah sudah berdiri dan mencoba membantuku untuk bangkit. Saya mencoba bangkit dan mengecek kondisi motor. Syukurlah tidak ada masalah dengan motornya. Tetapi tangan dan lututku masih terasa sakit. Rupanya ada beberapa luka lecet di tangan dan lututku. Celana panjang biruku sedikit robek di bagian lututnya.

Nurul menawarkan diri agar dia yang membawa motor. Lagi-lagi saya gengsi sebagai laki-laki. Akhirnya saya yang tetap mengendarai motor. Untunglah setelah itu tidak ada musibah lainnya hingga kami tiba di posko.
Sesampainya di Posko, saya mengecek kondisi tubuhku. Syukurlah hanya luka-luka lecet kecil yang dapat sembuh dalam waktu satu minggu. Saya buka jaket dan sandalku. Tampak jelas perbedaan warna kulit antara bagian tubuh yang terlindungi oleh pakaian dan sandal dengan bagian tubuh yang tidak terlindungi. Panas terik membuat kulitku menjadi gosong. Lama-lama tubuhku bisa semakin gelap, pikirku.

Pengalaman jatuh tersebut tidak membuatku jera membawa motor sendiri sambil membawa barang-barang perlengkapan dan seorang perawat. Malah sejak kejadian itu saya semakin berani dan mahir membawa motor. Bila dulu saya hanya berani membawa motor dengan kecepatan maksimal 40 km/jam. Sekarang kecepatan 80 km/jam sudah menjadi hal biasa bagiku. Selain itu efek samping kulit yang semakin gelap karena panas, tidak terlalu kuhiraukan.

Walhasil, kini saya sudah seperti pembalap saja di Timika. Baik itu pembalap dalam arti sebenarnya yaitu pengendara motor yang berkendaraan dengan kecepatan tinggi ataupun sebagai pembalap dalam arti yang berbeda, yaitu PEMuda berBAdan geLAP.


* Seperti dikisahkan oleh dr. Salkamal

Relawan Dokter MER-C yang bertugas di Klinik Sosial BNI & MER-C di Timika - Papua

 
Click on the slide!

MER-C serahkan donasi untuk bantuan medis bagi rakyat Palestina (Agustus 2008)

Click on the slide!

Audiensi MER-C dengan Kedubes Malaysia (Januari 2008)

Click on the slide!

Audiensi MER-C dengan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo (September 2008)

Click on the slide!

Tim Medis untuk Banjir Kudus - Pati, 2008

Click on the slide!

Rencana Rumah Sakit Khusus Bedah MER-C di Yogyakarta

Click on the slide!

Audiensi MER-C dengan Ir. Marwan Batubara (Anggota DPD DKI Jakarta)

Click on the slide!

Misi Banjir & Longsor Morowali, 2007

Click on the slide!

Mobile Clinic, Misi Tsunami Aceh, 2004 - sekarang

Click on the slide!

Misi Banjir Patiya - Banten, 2008

Click on the slide!

Audiensi Tim MER-C dengan Mensos RI, 2008

Baner

Info Kesehatan

Jus delima bermanfaat membantu jantung karena kaya antioksidan yang mencegah penyumbatan oleh kolesterol.
SMS info kesehatan setiap hari: Ketik REG (spasi) MERC kirim ke 3919 atau 6768 Tarif: Rp.1000,-/sms

Konsultasi Kesehatan

Apakah meraba payudara dapat menyebabkan kanker payudara?

Dok. Saya mau tanya. Apakah dengan meraba payudara seorang gadis (pacar) dapat menimbulkan kanker payudara...? saya takut dok..! saya gak... Baca

Penyakit darh manis

Saya, Anggra 24 tahun. Saya mempunyai penyakit darah manis. kalau saya digigit nyamuk atau serangga lainnya akan meninggal bekas... Baca

Keluar darah dari hidung

Saya mau bertanya buat istri saya ? begini dok istri saya tidak pernah sama sekali keluar darah dari hidungnyanamun suatu... Baca

Galeri Foto

Evakuasi Korban Tsunami
Dokter Mobile
Fasilitas Rusak

Statistik Web

mod_vvisit_counterHari ini380
mod_vvisit_counterPekan ini1611
mod_vvisit_counterBulan ini6805
mod_vvisit_counterPengunjung37576
Kami memiliki 36 Tamu online
 
Info Klinik
Antara Timika dan Sorong Antara Timika dan Sorong Ketika di Timika, dr. Dedi dihubungi untuk segera berangkat ke Sorong. Ternyata, pengobatan lebih sulit di Sorong karena wilayahnya lebih luas dan jalannya masih tanah. Posko mobile MER-C ada di be...
   
Artikel Kesehatan
Hiperbilirubinemia (Kuning) Pasca lahir Kuning Normal Penyebabnya ? Secara fisiologis, tubuh seseorang memproduksi sel darah merah, dan “membuang” atau memecah sel darah merah yang sudah tua, secara kontinyu. Produk buangan dari pro...
 

Video Klip MER-C

Misi kemanusiaan MER-C untuk tanah longsor Cianjur, 16-17 November 2008

Baner

Informasi - Keuangan
Donatur MER-C Oktober 2008
Administrator - Selasa, 18 November 2008
MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE
LAPORAN KEUANGAN PENERIMAAN DANA
Bulan     :  Oktober 2008
         
Tanggal Nama Donatur Amanah  Jumlah Bantuan   Via 
13-Oct-08 Ruli Plg Aceh  Rp          50.000,00 B M I
28-Oct-08 Zainal Abidin Aceh  Rp        100.000,00 B M I
29-Oct-08 Setor tunai Aceh  Rp        200.000,00 B M I
       Rp        350.000,00  
         
16-Oct-08 Nadhive Maurice Afghanistan  Rp        100.000,00 B M I
16-Oct-08 Fardi Afghanistan  Rp        500.000,00 B M I
17-Oct-08

PB di term 528

dr 6100918

Afghanistan  Rp          43.000,00 B M I
29-Oct-08 Dessi Roswitasari Afghanistan  Rp     1.500.000,00 B M I
       Rp     2.143.000,00  
         
13-Oct-08 Ruli Plg Iraq  Rp          50.000,00 B M I
24-Oct-08 Nadhive Maurice Iraq  Rp        100.000,00 B M I
       Rp        150.000,00  
         
07-Oct-08 Setor tunai Kel. Mujahid  Rp          50.000,00 B M I
07-Oct-08 Setor tunai Kel. Mujahid  Rp        302.000,00 B M I
28-Oct-08 Zakiah  Kel. Mujahid  Rp        400.000,00 B M I
28-Oct-08 Zainal Abidin Kel. Mujahid  Rp        100.000,00 B M I
       Rp        852.000,00  
         
06-Oct-08 Wawan Setiawan FX Kemanusiaan  Rp          70.000,00 B C A
06-Oct-08 Syamsudin Machmud Kemanusiaan  Rp          50.000,00 B C A
06-Oct-08 Danna Fajar Pinand Kemanusiaan  Rp        250.000,00 B C A
06-Oct-08 Dadang Setiawan SE Kemanusiaan  Rp        100.000,00 B C A
06-Oct-08 Imbang Jaya Mangku Kemanusiaan  Rp     2.500.000,00 B C A
08-Oct-08 Rhusdi Andhi H Kemanusiaan  Rp        100.000,00 B C A
08-Oct-08 Aulina Chrisanthy Kemanusiaan  Rp        300.000,00 B C A
09-Oct-08 Setoran tunai Kemanusiaan  Rp        500.000,00 B C A
10-Oct-08 Setoran tunai Kemanusiaan  Rp        300.000,00 B C A
10-Oct-08 Suyana Kemanusiaan  Rp          50.000,00 B C A
13-Oct-08 Tifa Chandra Bayu Kemanusiaan  Rp          50.000,00 B C A
20-Oct-08 Anton Roni Pande Kemanusiaan  Rp        100.000,00 B C A
21-Oct-08 RM Soewarto Kemanusiaan  Rp        100.000,00 B C A
24-Oct-08 Suyana Kemanusiaan  Rp              50.000 B C A
29-Oct-08 Tifa Chandra Bayu Kemanusiaan  Rp              50.000 B C A
17-Oct-08

PB di term 528

dr 6010918

Kemanusiaan  Rp          15.000,00 B M I
24-Oct-08 Seun/Hamba Allah Kemanusiaan  Rp          50.000,00 B M I
28-Oct-08 Hudry Y / Mataram Kemanusiaan  Rp     5.000.000,00 B M I
       Rp     9.635.000,00  
         
10-Oct-08 Klinik MER-C Pal UI Operasional  Rp        379.800,00 D. Langsung
10-Oct-08 Relawan MER-C Operasional  Rp          25.000,00 D. Langsung
30-Oct-08 dr. Arief Operasional  Rp        300.000,00 D. Langsung
30-Oct-08 Rima Operasional  Rp          50.000,00 D. Langsung
07-Oct-08 Setor Tunai Operasional  Rp        300.000,00 B M I
10-Oct-08 Dito Pramono Operasional  Rp     1.000.000,00 B M I
13-Jan-08 Ruli PLg Operasional  Rp          50.000,00 B M I
23-Oct-08 Trf BCA (0) dr bank lain Operasional  Rp        100.000,00 B M I
23-Oct-08 Deti Operasional  Rp        400.000,00 B M I
28-Oct-08 Zainal Abidin Operasional  Rp        100.000,00 B M I
       Rp     2.704.800,00  
         
06-Oct-08 Henri Eko Putra Si Palestina  Rp          50.000,00 B C A
06-Oct-08 Danna Fajar Pinand Palestina  Rp        250.000,00 B C A
06-Oct-08 Elip Muvarida Palestina  Rp        595.000,00 B C A
06-Oct-08 Seti Mulyono Palestina  Rp          25.000,00 B C A
21-Oct-08 RM Soewarto Palestina  Rp        100.000,00 B C A
22-Oct-08 Tomy Kristianto Palestina  Rp          20.000,00 B C A
23-Oct-08 Alex Iskandar Palestina  Rp          50.000,00 B C A
29-Oct-08 Tomy Kristianto Palestina  Rp          24.000,00 B C A
02-Oct-08 Eft 001857 Palestina  Rp        100.000,00 B M I
02-Oct-08 Pinbuk ke MER-C  Palestina  Rp          75.000,00 B M I
10-Oct-08 Z.I.S lain  Palestina  Rp          50.000,00 B M I
13-Oct-08 Ruli plg Palestina  Rp          50.000,00 B M I
15-Oct-08 Hayaaliyazaki Palestina  Rp     1.000.000,00 B M I
16-Oct-08 Dian Ambarwati Palestina  Rp          20.000,00 B M I
16-Oct-08 Nadhive Maurice Palestina  Rp        100.000,00 B M I
16-Oct-08 Fardi Palestina  Rp        500.000,00 B M I
17-Oct-08

PB dari term 528

dr 6010918

Palestina  Rp          35.000,00 B M I
22-Oct-08

PB dari term 528

dr 9039122

Palestina  Rp        100.000,00 B M I
22-Oct-08 Setor tunai Palestina  Rp        200.000,00 B M I
28-Oct-08 Zainal Abidin  Palestina  Rp        100.000,00 B M I
29-Oct-08 Setor tunai Palestina  Rp        150.000,00 B M I
30-Oct-08 Dedy Palestina  Rp        150.000,00 B M I
30-Oct-08

PB dari term 528

dr 9103393

Palestina  Rp        100.000,00 B M I
31-Oct-08 ahmad Tantowi Palestina  Rp        115.000,00 B M I
6-Oct-08 XL-01406088993 Palestina  Rp          50.000,00 B S M
8-Oct-08 Setoran Tunai Palestina  Rp     1.750.000,00 B S M
       Rp     5.759.000,00  
         
06-Oct-08 Danna Fajar Pinand RSTC  Rp        250.000,00 B C A
06-Oct-08 Agus Fadillah RSTC  Rp        500.000,00 B C A
21-Oct-08 RM Soewarto RSTC  Rp        100.000,00 B C A
       Rp        850.000,00