(Laporan Perjalanan Tim MER-C untuk Palu - Donggala)

Selasa, 2 Oktober 2018, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) kembali memberangkatkan tim bantuan kemanusian yang terdiri dari unsur medis dan non-medis. Berbeda dengan kebanyakan, tim tidak menumpang rombongan Herkules TNI AU, melainkan menggunakan maskapai komersial. Jalur yang ditempuh adalah Jakarta - Makassar dan Makassar - Mamuju.



Ada beberapa tujuan yang ingin dicapai :

1. Dengan lumpuhnya bandara Palu, Mamuju adalah kota terdekat yang bisa dicapai menggunakan pesawat udara. Tim mengonfirmasi jalur ini dan fasilitas transportasi-akomodasi yang tersedia di Mamuju.

2. Adanya permintaan logistik dan BBM dari tim aju (advance) yang sudah berada lebih dulu di Palu. Jadi selama satu hari, tim berbelanja kebutuhan internal relawan dan logistik dasar utamanya air minum dan makanan untuk didistribusikan.

Secara fisik, kota Mamuju sendiri tidak mengalami dampak signifikan pasca gempa. Namun, yang kurang diantisipasi adalah, walaupun jarak yang cukup jauh dari pusat gempa, masyarakat Mamuju mengalami krisis BBM akibat meningkatnya permintaan. Hal ini mengingat naiknya volume kendaraan yang melintasi jalur Makassar - Mamuju - Palu.

Sudah beberapa hari setelah gempa ini, seluruh SPBU di kota Mamuju kehabisan stok terutama jenis premium dan pertamax. "Stok pertamax kami 8 ton, habis dalam 2 hari terakhir. Biasanya 3-4 minggu baru kami melakukan pemesanan lagi," ujar admin SPBU Haji Lomma. Dalam pengamatan tim, hanya jenis solar yang masih tersedia di kebanyakan SPBU.

Akibat meningkatnya permintaan, pihak SPBU melakukan pembatasan pembelian menggunakan jerigen. Satu mobil hanya dibatasi membeli maksimal 20 liter menggunakan jerigen. Untuk pengisian penuh langsung ke tangki, tidak dibatasi.

Kondisi ini diamini oleh Babinsa setempat, Hasanudin. "Kami mencegah agar tidak ada pihak yang mengambil keuntungan di saat krisis ini, pak," ujarnya beralasan.

Padahal, tim MER-C yang saat ini membantu operasional RS Alkhairat membutuhkan pasokan bensin yang kontinyu. Sampai hari tulisan ini dibuat, baru beberapa titik di Palu yang mendapatkan aliran listrik kembali. Selebihnya sangat bergantung dengan suplai listrik dari generator.

Dengan lobi kekeluargaan, akhirnya pihak SPBU dan Babinsa mengijinkan pembelian bensin dua kali lipat kuota yang diberikan. Itu pun setelah mereka mengetahui bahwa bensin yang dibeli akan dibawa ke Palu untuk membantu kerja relawan.

Hal lain yang juga menarik, adalah informasi tentang situasi keamanan terutama di daerah Pasangkayu. Setelah ramai menyebar di media sosial tentang penjarahan bantuan oleh oknum di daerah Pasangkayu, pihak TNI menurunkan personilnya untuk mengawal dan mengamankan daerah Pasangkayu hingga perbatasan Sulbar - Sulteng. Proses pengawalan dilakukan secara estafet mulai dari Korem Mamuju sampai Koramil Pasangkayu, lalu dari Koramil ke perbatasan dan masuk ke Palu. Karenanya seluruh rombongan relawan yang melakukan perjalanan darat dan membawa logistik diharapkan bisa melaporkan rombongannya ke kantor Korem Mamuju setiap hari jam 09 WITA untuk mendata konvoi yang akan berangkat.

Rencananya, tim ini juga akan memanfaatkan pengawalan tersebut mengingat cukup banyaknya logistik yang dibawa. Tak kurang 1 pick-up disewa untuk mengangkut air mineral, biskuit, susu cair, dan pembalut untuk didistribusikan.

Mamuju, 02 Okt 2018
Dr. Arief Rachman, SpRad

---------

Bantuan dan donasi bagi Korban Gempa Bumi dan tsunami di Palu - Donggala dapat disalurkan melalui:

BCA, 686.0099339
BSM, 701.5658.899
BNI Syariah, 303.2000.922

Semua rekening atas nama :
Medical Emergency Rescue Committee


Info :
www.mer-c.org
FB : MER-C Indonesia
IG: @mercindonesia
Call Center : 0811990176

#mercpedulipaludonggala

Dukung Sosial Media Kami

Langganan Info & Berita MER-C