Medan - Kamis (19/9), MER-C Cabang Medan kembali menurunkan tim medisnya untuk memberikan bantuan pengobatan bagi pengungsi korban bencana letusan gunung Sinabung. Ini adalah Tim ke-2 yang diturunkan MER-C Cabang Medan, setelah Tim pertama yang turun saat awal letusan Sinabung, Minggu (15/9) lalu dengan lokasi pengobatan di Masjid Raya Kabanjahe. Lokasi pengungsian yang dipilih kali ini adalah Komunitas Ora et Labora Kabanjahe yang sebagian besar merupakan warga nonmuslim. Prinsip netralitas dan rahmatan lil'alamin tidak membedakan ras, suku, agama dan ideologi adalah dua prinsip yang senantiasa dipegang teguh oleh para relawan MER-C dalam memberikan bantuan bagi korban perang, konflik dan bencana alam di manapun.

Kamis malam setibanya di lokasi, Tim MER-C langsung melakukan peninjauan ke beberapa titik pengungsian. Titik pengungsian Komunitas Ora et Labora Kabanjahe yang sebagian besar terdiri dari pengungsi nonmuslim ini akhirnya dipilih oleh Tim MER-C Cabang Medan karena belum terjamah bantuan sama sekali baik bantuan medis maupun makanan dari pihak manapun termasuk pemerintah setempat. Sementara, beberapa titik pengungsian lainnya tampak pengungsi sudah tertangani dan sudah mendapat bantuan.

 

Jumlah pengungsi di komunitas ora et labora sekitar 170 orang, banyak diantaranya adalah balita dan lansia. Para pengungsi rata-rata menderita ISPA, Dispepsia dan Darah tinggi.

 

"Selain bantuan pengobatan di posko maupun sistem door to door visit, kami juga menyalurkan sumbangan barang dari donatur berupa makanan, minuman, makanan bayi dan masker yang kami terima dari Mode Grup. Bantuan ini kami salurkan langsung ke pengungsi yang diterima oleh Bapak Markus Ginting," ujar dr. Rinaldi, Ketua Tim Medis MER-C untuk Bencana Sinabung.

 

Esoknya, hari Jum'at (20/9) pagi sekitar pukul 01.00 dini hari, terjadi lagi gempa vulkanik. Debu vulkanik menyebar ke arah barat, timur dan selatan puncak gunung Sinabung. BMKG SUMUT belum berani memastikan status gunung Sinabung yang statusnya masih siaga 3.  Meskipun ada gempa, namun masih ada warga di daerah Lau Kawar, sekitar 6 km dari puncak gunung Sinabung yang enggan mengungsi.

 

Sementara itu, hingga Jum'at siang, status gunung Sinabung  masih siaga 3, tetapi para pengungsi yang bermukim lebih dari 3 km dari puncak gunung sudah diperbolehkan pulang. Walau sudah diijinkan pulang tapi masih banyak warga yang memilih tinggal di pengungsian karena erupsi gunung Sinabung yang tidak bisa terprediksi.

Tim ke-2 MER-C untuk bencana Sinabung memutuskan kembali ke Medan setelah adanya informasi dari Komandan TNI Andika selaku Pimpinan Koordinasi Bantuan Sinabung yang menyatakan bahwa gunung Sinabung sudah kondusif dan warga yang bermukim lebih dari 3 km dari puncak sudah diperbolehkan pulang.

 

"Kami akan terus memantau dan siaga untuk bencana ini. Terima kasih kepada para donatur dan relawan untuk sumbangsihnya, semoga menjadi amal ibadah bagi kita semua," tutur dr. Ahmad Handayani, Ketua MER-C Cabang Medan

Dukung Sosial Media Kami

Langganan Info & Berita MER-C