Jam menunjukkan pukul 00 lebih saat Tim MER-C masuk ke terminal kedatangan Lombok International Airport. Pesawat yang kami tumpangi delayed beberapa lama. Ruang bagasi nyaris hanya ditunggui oleh penumpang dari Jakarta.



Namun kondisi berbeda terlihat saat kami keluar menuju pintu masuk. Ratusan calon penumpang yang didominasi wisatawan asing, tersebar memenuhi ruang tunggu. Entah apakah mereka memang akan pulang, atau terpaksa mempersingkat kunjungan karena bencana yang terjadi.

Gempa kedua yang mengguncang Lombok Utara memang mengubah segalanya. Setidaknya 90-an warga meninggal dunia. Hampir seluruh bangunan di Lombok Utara termasuk fasilitas kesehatan rusak ringan hingga berat, mengakibatkan pelayanan terpaksa dilakukan di halaman.

Bersama Husaini, seorang relawan yang pernah aktif dalam penanganan bencana gempa dan tsunami Aceh 2004, kendaraan memasuki komplek rumah beliau di bilangan Gunungsari. Dalam perjalanan menuju Mataram, sesekali terlihat warga yang berkumpul dengan kendaraannya. Kadang terlihat anak-anak kecil tertidur dalam pelukan ibunya. Walau peringatan tsunami sudah dicabut oleh BMKG pasca gempa 5 Agustus, warga tetap waspada.

Laju kendaraan semakin lambat saat memasuki kompleks perumahan di BTN Graha Royal. Warga yang memilih tidur di halaman rumah, bahkan di jalanan semakin banyak. Secara fisik, tidak terlihat kerusakan berarti di rumah-rumah yang berada di kawasan Lombok Barat ini. Namun, sepertinya trauma lah yamg mendasari pilihan warga untuk tidur di luar saat malam.

Jam 03.00 dini hari kondisi berubah ramai akibat gempa cukup besar yang dirasakan. Walau hanya 2-3 detik, namun cukup membangunkan warga yang tertidur dan panik. Untungnya, kondisi ini tidak berlanjut sehingga mereka bisa beristirahat kembali. Menurut Husaini, kondisi ini sudah mulai menimbulkan dampak di warga Graha Royal. Beberapa sudah terkena batuk pilek akibat tidur di luar dalam kondisi udara dingin.

Rencana pagi ini Tim MER-C yang baru datang akan berkoordinasi dengan relawan MER-C Mataram yang sudah bergerak sejak awal bencana untuk merencanakan keberangkatan ke Lombok Utara. Di sana tim akan memberikan layanan kesehatan, memetakan titik-titik kantong pengungsian, dan kemungkinan pendirian RS Lapangan bekerja sama dengan setiap elemen bantuan yang hadir di Lombok.

Dr. Arief Rachman, SpRad
Relawan Medis

-----


Bantuan dan Donasi bagi Korban Gempa Bumi Lombok:

BCA: 686.0099339
BSM: 701.5658.899
BNI Syariah: 303.2000.922

Atas Nama :
Medical Emergency Rescue Committee

 


Info:
www.mer-c.org
0811990176
FB : MER-C Indonesia


#CatatanRelawanMER_C
#mercpedulilombok

Dukung Sosial Media Kami

Langganan Info & Berita MER-C