JAKARTA (Republika Online) -- Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia membangun 50 rumah dan dua sekolah bagi korban gempa di Pariaman, Sumatra Barat. Seperti diketahui, gempa berkekuatan 7,6 skala Ritcher pernah meluluhlantahkan Sumatera Barat pada akhir September lalu.
Dampaknya, hingga kini masih dirasakan oleh masyarakat Sumbar. Mereka membutuhkan rumah dan sekolah yang layak untuk ditinggali. Pemerintah kini memang sedang melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan, baik rumah maupun sekolah dan sarana umum lainnya. Sayangnya, menurut Ketua Presidium MER-C, Sarbini Abdul Murad, pembangunan tersebut dinilai kurang fair karena dilihat dari unsur kerusakan saja.
''Ada rumah yang rusak ringan, retak-retak tapi ternyata tidak bisa ditempati. Harusnya pembangunannya lebih fair, lebih substansi. Masyarakat mengharapkan ada keadilan, jangan dilihat struktur keparahan, tapi lihat dampak,'' kata Sarbini, Rabu (6/1).
Berdasarkan hal itu, MER-C membantu sebagian masyarakat yang merasa tidak adanya keadilan tersebut untuk memperbaiki rumah mereka. Target mereka adalah Kabupaten Padang Pariaman yang notabene mengalami kerusakan terparah.
''Kami sudah selesai membangun 50 rumah di Nagari Koto Tinggi, Kabupaten Padang Pariaman. Dan, alhamdulillah sudah selesai sudah bisa digunakan mulai awal Januari ini,'' ungkapnya.
Menurutnya rumah yang dibangun baru itu merupakan rumah sederhana untuk 50 kepala keluarga yang membutuhkan tempat tinggal. Tak hanya rumah MER-C juga merekonstruksi dua sekolah dasar di Koto Timur Pariaman.
Satu SDN 16 dan satu lagi SDN 20V. ''Kami membantu masyarakat yang rumahnya roboh, minimal bisa untuk tinggal sementara, juga sarana pendidikan. Bagaimana pendidikan bisa bagus? Kami ingin tidak ada ketertinggalan,'' katanya.
Untuk pembangunan tersebut MER-C menghabiskan dana Rp 600 juta. ''Dana bantuan ini kami dapatkan dari masyarakat yang kami kumpulkan uangnya dan ada beberapa perusahaan yang memberikan sumbangan,'' katanya.
Sejak terjadi gempa, MER-C sudah turun tangan, sesuai dengan kapasitas mereka membantu dalam bidang kesehatan. MER-C membuat klinik di dekat Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman untuk membantu para korban gempa.
Klinik ini, lanjut Sarbini, berada di salah satu rumah warga dan berdiri selama satu tahun. Di klinik tersebut masyarakat bisa melakukan pengobatan gratis, operasi ringan, maupun trauma healing (pengobatan trauma).
''Kami buka 24 jam. Kami menyediakan satu dokter, satu perawat, satu psikolog, satu psikolog anak, dan satu guru agama. Kami harapkan organisasi Islam bisa lebih lama membantu korban Padang. Kami bisa berkoalisi dengan teman-teman lain,'' katanya.
Sumber : Koran Republika, Jumat, 8 Januari 2010, hal 5 kol 6
http://www.republika.co.id/koran/0/100818/MER_C_Bangun_Rumah_untuk_Korban_Gempa_di_Padang / Jumat, 08 Januari 2010






