
Bapak Saefur (46 tahun) terbaring tak berdaya dalam ambulans MER-C. Seluruh anggota tubuhnya tidak mampu lagi bergerak, hanya tatapan mata yang kosong dengan sesekali mengedip yang dia lakukan. Sudah hampir 5 bulan Bapak yang mencari nafkah sebagai supir di salah satu perusahaan logistic di Oman terbaring seperti ini tanpa bisa berbuat apa-apa. Penyakit stroke yang mulai menyerang awal tahun 2009 telah membuat Bapak Saefur tidak dapat lagi menjalankan aktivitasnya. Pihak perusahaan dan seorang saudara sebangsa yang prihatin melihat kondisinya berusaha untuk mengembalikan Bapak Saefur ke keluarganya yang berada di Banyumas, Jawa Tengah. Usaha selama 4 bulan lebih mencari tenaga medis yang bisa mendampingi pasien dalam perjalanan pulang ke Indonesia, akhirnya membuahkan hasil. MER-C dengan difasilitasi pihak perusahaan segera menugaskan 2 relawan dokternya untuk menjemput Bapak Saefur ke Oman dan mendampinginya dalam perjalanan pulang ke Indonesia.
MER-C sendiri dihubungi oleh seorang warga Negara Indonesia yang merasa prihatin terhadap kondisi bapak Saefur sekitar 3 minggu lalu. Setelah melakukan kontak beberapa kali melalui email dan telepon, akhirnya MER-C menyanggupi akan mengirimkan relawan dokternya untuk menjemput bapak Saefur ke Oman. Hal ini disambut baik oleh pihak perusahaan tempat bapak Saefur bekerja. Bapak Saefur Rahman adalah seorang tenaga kerja asal Indonesia yang baru 1 tahun bekerja di Oman. Sejak Januari 2009, penyakit stroke menyerangnya. Penyakit ini kemudian membuat kesehariannya hanya dihabiskan dengan berbaring. Selama itu pula, Bapak Saefur menjalani hari-harinya dengan dirawat di Rumah Sakit Sultan Qaboos University, di Kota Muscat.

Dua relawan yang ditugaskan oleh MER-C untuk menjemput Bapak Saefur adalah dr. Herman Darmawan dan dr. Zecky Eko Triwahyudi. Setelah menerima konfirmasi kesanggupan dari MER-C, pihak perusahaan segera mengurus dan memfasilitasi segala sesuatunya mulai dari kedatangan Tim medis hingga penerbangan yang akan membawa Bapak Saefur ke Indonesia. MER-C sendiri bertanggung jawab untuk mendampingi pasien selama dalam perjalanan dari Oman ke Indonesia dan kemudian mengantarkan pasien ke keluarganya di Banyumas.
Senin (25/5) 2 relawan MER-C berangkat menuju Oman dengan membawa sejumlah peralatan medis yang diperkirakan akan dibutuhkan oleh pasien selama dalam perjalanan nanti. Setelah melihat langsung kondisi pasien dan berdiskusi dengan Tim medis Rumah Sakit setempat diputuskan bahwa kondisi pasien stabil dan bisa untuk diterbangkan ke Indonesia. Tidak ada lagi yang bisa dilakukan Tim medis di sana untuk mengembalikan kondisi Pak Saefur. Mengembalikan Pak Saefur ke Indonesia agar bisa berkumpul dengan keluarga adalah hal yang terbaik yang dapat dilakukan. Kedekatan dengan keluarga diharapkan akan membawa pengaruh baik bagi peningkatan kondisi pasien.
Pada hari Rabu (27/5) Tim medis MER-C dan Bapak Saefur bertolak ke Indonesia dengan menggunakan Etihad Airways. Pada hari Kamis (28/5) sekitar jam 2 siang, pesawat yang membawa Tim MER-C dan bapak Saefur tiba di bandara Soekarno Hatta. Ambulans bandara sudah siap menjemput untuk dibawa ke Poliklinik Bandara dimana ambulans MER-C sudah menunggu sejak tadi. Setelah mengurus dokumen-dokumen yang memakan waktu cukup lama khususnya di bagian BNP2TKI, pada jam 4 sore pasien bisa dibawa dengan menggunakan ambulans MER-C keluar dari bandara menuju kantor MER-C yang terletak di Kramat Lontar Senen, Jakarta Pusat.

Jam 06.30 malam ambulans MER-C kembali bersiap berangkat menuju Banyumas dimana keluarga Bapak Saefur sudah menanti kedatangan orang yang mereka cintai. MER-C kembali menugaskan 2 relawan untuk mendampingi pasien selama dalam perjalanan di ambulan. Dua relawan yang ditugaskan adalah dr. Zecky Eko Triwahyudi yang juga menjemput pasien ke Oman dan perawat Ade Bahtiar. Alhamdulillah, Jum’at (29/5) jam 4 pagi tadi Bapak Saefur sudah kembali ke pangkuan istri dan keluarganya.






