Ada kejadian menarik sebelum keberangkatan 2 relawan MER-C ke Sudan. Malam itu, Jumat (22/5), sekitar jam 21.30 WIB 2 relawan MER-C didampingi pemandu dan Duta Besar Sudan untuk Indonesia sedang melakukan check in di Terminal 2 Keberangkatan Luar Negeri. Ketika proses check in sedang berlangsung, 2 anak muda menghampiri rombongan Tim dan kemudian mendekati salah satu anggota Tim (dr. Joserizal Jurnalis, Sp.OT).
“Selamat malam. Kami dari Intel Kepolisian mau bertanya ke Bapak,” sapa dua anak muda yang mengaku intel tersebut kepada dr. Jose.
Rombongan tim yang sejak tadi tengah asyik mengobrol, langsung berhenti seketika. Termasuk Dubes Sudan yang tidak mengerti apa yang sedang terjadi.
“Siapa Anda dan Apa yang mau anda tanyakan?” tanya dr. Jose lebih lanjut.
Satu dari dua anak muda yang mengaku intel itu langsung mengeluarkan sebuah kartu dan menunjukkan ke arah dr. Jose. Tulisan yang tertera dalam kartu tersebut memang benar menyatakan bahwa mereka memang intel dari Kepolisian. Intel yang masih sangat muda, berkulit agak gelap, umur sekitar 20-an dan tanpa pakaian dinas hanya memakai kaos tanpa kerah dan celana panjang.
“Apa alasan anda mau menanyakan saya? Kalau saya tidak mau bagaimana?” Jawab dr. Jose dengan nada mulai agak tinggi.
“Kalau Anda tidak mau, akan saya bawa ke kantor?” lanjut intel muda itu singkat, tanpa menjelaskan apa alasannya dia mau bertanya kepada salah satu Tim MER-C, dr. Joserizal.
Beberapa orang di sekitar Tim MER-C yang sedang melakukan check in mulai memperhatikan kejadian itu dan kemungkinan saling bertanya dalam hati ada apa gerangan yang terjadi.
Merasa tidak jelas apa maksud dan tujuan intel muda ini dan pandangan orang-orang di sekitarnya yang mulai memperhatikannya, dr. Jose langsung mengajak intel muda tadi menepi. Rombongan tim lainnya pun ikut menepi. Dr. Henry yang dilengkapi dengan alat-alat dokumentasi langsung memanfaatkan momen ini. Klik…klik…klik, tiga jepretan foto intel berhasil diambil.
“Anda tidak bisa memberi penjelasan apa maksud anda ingin menanya-nanyai saya. Untuk itu, saya tidak bersedia anda tanya apalagi tanpa surat. Silahkan panggil dan lapor pada komandan anda, saya hanya punya waktu sebentar. Sebentar lagi saya akan terbang, kalau hal ini membuat saya telat berangkat, anda harus bertanggung jawab!” tegas dr. Jose.
Tanpa membuang waktu lagi, dr. Jose dan rombongan pergi meninggalkan dua intel muda tadi, melanjutkan proses check in. Kedua intel muda tersebut hanya terdiam, membiarkan dr. Jose dan rombongan Tim pergi menjauh.
Semoga Allah SWT senantiasa melindungi relawan-relawan MER-C dalam menunaikan tugas kemanusiaan kemanapun dan dimanapun.






