Virus, Penyakit atau Aset Bangsa ?

Polemik tentang virus masih akan terus berlanjut, walaupun saat ini masalah virus yang dulu gencar diberitakan kini seakan hilang dari pemberitaan di tanah air. MER-C sejak awal menyatakan kepedulian dan dukungannya terhadap masalah transparansi sampel virus dan penutupan lembaga riset virus milik Amerika NAMRU-2. Redupnya pemberitaan mengenai hal ini tidak membuat MER-C turut menghentikan perannya untuk tetap ikut memperjuangkan salah satu permasalahan penting yang tengah dihadapi bangsa ini.

Sebagai upaya untuk menumbuhkan kesadaran (awareness) masyarakat mengenai bahaya dan pentingnya masalah virus ini, seorang relawan medis MER-C, dr. Rizky Adriansyah yang saat ini menjabat sebagai Ketua MER-C Cabang Medan, menuangkan pemikirannya dalam tulisan yang berjudul “Virus, Penyakit atau Aset Bangsa?” Tulisan ini telah dimuat di Harian Umum Republika, edisi Kamis/12 Juni 2008 di Rubrik Opini.

 

Virus, Penyakit atau Aset Bangsa ?


Rizky Adriansyah
Dokter Umum, Ketua Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Cabang Medan

Pergeseran pola penyakit dari penyakit infeksi ke penyakit degeneratif tak membuat penyakit infeksi tersingkir dalam masalah kesehatan. Bahkan, penyakit infeksi telah mengalahkan hampir semua peperangan yang pernah terjadi di dunia.

Pertama kali dicatat dalam sejarah adalah perang saudara antara Sparta dan Athena pada 430 SM yang menewaskan lebih dari sepertiga tentara Athena. Diduga oleh karena penyakit cacar.

Kejayaan Konstantinopel tanpa sengaja juga dihancurkan oleh penyakit pes yang menular sangat cepat sehingga membunuh sekitar 40-an persen penduduknya. Pada akhir Perang Dunia I, tentara Amerika Serikat (AS) lebih banyak mati di basis pertahanan militernya ketimbang yang berperang disebabkan oleh penyakit flu spanyol.

Sampai sekarang dunia masih dihantui influenza yang ditularkan dari unggas yang disebut flu burung. Kenyataan ini membuat AS merasa perlu untuk meneliti semua jenis virus dan bakteri yang pernah mewabah di seluruh dunia.

Selain untuk menciptakan vaksin yang dijual dengan harga yang sangat mahal, AS diduga juga berusaha menguasai virus untuk senjata militer. Kebijakan GISN (Global Influenza Surveillance Network) merupakan salah satu cara negara maju melalui WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) untuk mendapatkan virus dengan mudah dan gratis.

Lebih dari setengah abad AS menikmati kebijakan internasional tersebut. Walaupun tidak jelas apakah sedang menyimpan strain virus yang dapat dikembangkan menjadi senjata biologi, AS beserta sekutunya (negara-negara maju) melalui perusahaan-perusahaan farmasinya telah mengubah beberapa virus menjadi vaksin yang dipatenkan dan dijual dengan harga yang sangat mahal.

Penjajahan modern
Hampir sebagian besar penyakit virus yang ada di negara berkembang tidak dijumpai di negara maju. Adapun alasan negara maju meneliti dan menguasai virus yang berpotensi menjadi wabah penyakit adalah untuk kepentingan kesehatan secara global.

Tetapi, benarkah demikian ? Dengan mendapatkan virus secara gratis, lalu mengubahnya menjadi vaksin yang dijual ke negara pemilik virus merupakan salah satu bentuk penjajahan modern yang dilakukan negara maju terhadap negara berkembang.

Investasi yang cukup besar tersebut juga tidak dibiarkan segera berhenti begitu saja oleh karena hilangnya penyakit infeksi dengan pemberian vaksin. Diduga ada upaya untuk membiarkan beberapa virus penyebab penyakit tetap berkembang biak di negara-negara berkembang agar vaksin yang diproduksi tetap terjual.

Lalu, dengan bangga kita menerima sedikit bantuan dari WHO terhadap program kesehatan dalam pencegahan penyakit menular. Kita tidak sadar bahwa bantuan tersebut telah merusak mental bangsa kita menjadi mental pengemis.

Cara lain yang dilakukan AS adalah dengan membuka beberapa laboratorium yang langsung di bawah Kedutaan Besar AS di beberapa negara berkembang. Di Indonesia, AS telah mendirikan laboratorium NAMRU-2 (Naval Agency Medical Research Unit–2) sejak 1970.

Kecurigaan akan motivasi AS untuk mencari strain virus yang dapat dijadikan senjata biologis sangat kuat. Ini karena NAMRU-2 merupakan laboratorium yang mempekerjakan peneliti yang juga tentara dan langsung di bawah komando Angkatan Laut AS.

Laboratorium NAMRU-2 dengan mudah dan gratis membawa virus yang ada di Indonesia ke Laboratorium Alamos di AS. Kalau bukan untuk membuat senjata, lalu untuk apa ?

Walaupun kontrak kerja sama dengan negara kita telah habis, NAMRU-2 tetap melanjutkan operasionalnya dengan alasan menyisakan pekerjaan yang belum tuntas. Perpanjangan Memorandum of Understanding (MoU) tentang NAMRU-2 belum membuahkan kesepakatan oleh karena keinginan AS yang tidak jelas, seperti meminta kebebasan diplomatik bagi penelitinya.

Sepertinya ada udang di balik batu. Kalau bukan untuk membawa keluar masuk virus dan bakteri dari dan ke Indonesia, lalu untuk apa ?

Sebagai negara yang katanya berdaulat, pemerintah kita tidak berani secara tegas untuk memutuskan kontrak kerja sama NAMRU-2 yang jelas-jelas merugikan bangsa Indonesia. Padahal, Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari telah menyatakan bahwa laboratorium yang ada di Indonesia tidak kalah hebatnya dengan NAMRU-2. Namun, tekanan AS terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sepertinya lebih keras dibandingkan suara lantang Siti Fadillah Supari dalam memperjuangkan kedaulatan bangsa.

Indonesia baru sekarang menyadari akan manfaat virus sebagai aset negara. Siti Fadillah Supari dengan semangat memperjuangkan hak negara pemilik virus untuk mendapatkan keuntungan yang sebelumnya tak pernah terpikirkan oleh negara-negara berkembang yang kebanyakan rakyatnya terjangkit penyakit virus.

Perjuangan ini belum banyak membuahkan hasil sebab AS tentu memikirkan untung rugi jika GISN dihapuskan, seperti yang dituntut Menteri Kesehatan RI. Mungkin AS belum puas jika tidak mendapatkan virus yang layak untuk dijadikan senjata yang lebih hebat dari bom Hiroshima dan Nagasaki.

Vaksin mandiri
Sebagai langkah yang cukup berani, Indonesia telah memproduksi vaksin flu burung sendiri. Upaya Indonesia ini tentu saja sangat merisaukan negara maju yang selama ini menguasai penjualan vaksin melalui perusahaan farmasinya.

Tidak tanggung-tanggung, Departemen Kesehatan juga menjalin kerja sama dengan beberapa negara di Afrika dalam penjualan vaksin tersebut. Indonesia juga menolak untuk mengirimkan sampel virus ke WHO sebelum dihapuskannya GISN dan diubah menjadi WIN (WHO Influenza Surveillance Network).

Indonesia juga mendesak untuk segera diberlakukannya MTA (Material Transfer Agreement) dalam pengiriman sampel virus sehingga juga dapat menguntungkan negara pemilik virus yang sebagian besar negara berkembang. Sebagai bentuk keresahan terhadap kesehatan dan kedaulatan bangsanya, Siti Fadillah Supari berani menulis sebuah buku yang berjudul Saatnya Dunia Berubah: Tangan Tuhan di Balik Flu Burung.

Buku tersebut tidak populer di Indonesia, tetapi menghebohkan dunia internasional. Selayaknya langkah Menteri Kesehatan ini memberikan semangat kepada peneliti-peneliti kita untuk mengembangkan beberapa sumber daya alam (termasuk virus) untuk dijadikan aset bangsa.

Yang harus kita sadari saat ini adalah virus bukan sekadar penyebab penyakit menular, tetapi juga aset bangsa. Dalam bidang kesehatan, pemerintah juga dapat membuat dan menjual vaksin melalui perusahaan farmasi kita.

Virus dan bakteri juga dapat digunakan sebagai alat teknologi canggih melalui rekayasa genetika. Sudah terbukti bahwa bakteri Escheria Coli dapat membuat insulin yang bermanfaat dalam pengobatan diabetes.

Virus mungkin bermanfaat dalam pengobatan kanker dan penyakit degeneratif lainnya. Melalui rekayasa di bidang pertanian, virus dapat dimanfaatkan dalam penemuan bibit unggul padi, sayur-sayuran, buah-buahan, dan pupuk buatan.

Dalam bidang pertahanan, kecurigaan bahwa AS membuat senjata biologi harus dipikirkan secara positif oleh Departemen Pertahanan. Jangan hanya memikirkan untuk mengimpor senjata dan pesawat bekas dari negara maju saja, tetapi kenapa tidak dikaji untuk membuat senjata dari virus sebagai alat pertahanan negara?

Jika masa lalu yang berjuang meraih kemerdekaan adalah para pejuang yang menggunakan senjata bambu runcing, ke depan kita dapat berjuang mempertahankan kedaulatan negara dengan virus yang kita miliki. Kita harus optimistis kalau AS bisa kenapa kita tidak ?

Belajar dari sejarah, virus dan bakteri merupakan senjata yang lebih mematikan dalam setiap peperangan yang pernah terjadi di dunia. Banyak tentara tewas di medan perang bukan karena tertembak, tetapi terserang penyakit menular!

Bukan tidak mungkin melalui perkembangan bioteknologi dan biologi molekuler, virus juga dapat membuat bahan bakar minyak (BBM) dan sumber energi lainnya. Virus mungkin merupakan solusi untuk mengatasi pemanasan global yang sedang mencemaskan dunia.

Apakah kita membiarkan virus kita yang merupakan sumber daya alam dikuasai oleh bangsa lain ? Setelah rempah-rempah kita yang dikuras habis-habisan oleh penjajah masa lalu, haruskah kita membiarkan virus kita dirampok melalui bentuk penjajahan baru yang dilakukan negara maju?

Jika kita mau berpikir, tidak satu pun ciptaan Allah yang merugikan umat-Nya. Virus memang dapat menyebabkan penyakit, tetapi Allah juga menciptakan virus demi kemashalatan manusia. Semoga pemerintah kita menyadari virus merupakan aset bangsa yang tak ternilai harganya.

Ikhtisar:
- Virus bisa dimanfaatkan untuk berbagai bidang kehidupan.
- Virus juga mungkin bermanfaat dalam pengobatan kanker dan penyakit degeneratif lainnya.

Sumber : http://www.republika.co.id

 

 
Click on the slide!

MER-C serahkan donasi untuk bantuan medis bagi rakyat Palestina (Agustus 2008)

Click on the slide!

Audiensi MER-C dengan Kedubes Malaysia (Januari 2008)

Click on the slide!

Audiensi MER-C dengan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo (September 2008)

Click on the slide!

Tim Medis untuk Banjir Kudus - Pati, 2008

Click on the slide!

Rencana Rumah Sakit Khusus Bedah MER-C di Yogyakarta

Click on the slide!

Audiensi MER-C dengan Ir. Marwan Batubara (Anggota DPD DKI Jakarta)

Click on the slide!

Misi Banjir & Longsor Morowali, 2007

Click on the slide!

Mobile Clinic, Misi Tsunami Aceh, 2004 - sekarang

Click on the slide!

Misi Banjir Patiya - Banten, 2008

Click on the slide!

Audiensi Tim MER-C dengan Mensos RI, 2008

Baner

Info Kesehatan

Agar sendi tulang belakang berfungsi maksimal, jaga sikap tubuh yang bagus, jangan angkat barang dengan membungkuk, minum air putih min 2 lt/hari, olahraga teratur.
SMS info kesehatan setiap hari: Ketik REG (spasi) MERC kirim ke 3919 atau 6768 Tarif: Rp.1000,-/sms

Konsultasi Kesehatan

Apakah meraba payudara dapat menyebabkan kanker payudara?

Dok. Saya mau tanya. Apakah dengan meraba payudara seorang gadis (pacar) dapat menimbulkan kanker payudara...? saya takut dok..! saya gak... Baca

Penyakit darh manis

Saya, Anggra 24 tahun. Saya mempunyai penyakit darah manis. kalau saya digigit nyamuk atau serangga lainnya akan meninggal bekas... Baca

Keluar darah dari hidung

Saya mau bertanya buat istri saya ? begini dok istri saya tidak pernah sama sekali keluar darah dari hidungnyanamun suatu... Baca

Galeri Foto

Diresmikan oleh Menkes RI
Terapi Pasien di RS Lapangan
Sambutan

Statistik Web

mod_vvisit_counterHari ini341
mod_vvisit_counterPekan ini1572
mod_vvisit_counterBulan ini6766
mod_vvisit_counterPengunjung37538
Kami memiliki 38 Tamu online
 
Info Klinik
Antara Timika dan Sorong Antara Timika dan Sorong Ketika di Timika, dr. Dedi dihubungi untuk segera berangkat ke Sorong. Ternyata, pengobatan lebih sulit di Sorong karena wilayahnya lebih luas dan jalannya masih tanah. Posko mobile MER-C ada di be...
   
Artikel Kesehatan
Hiperbilirubinemia (Kuning) Pasca lahir Kuning Normal Penyebabnya ? Secara fisiologis, tubuh seseorang memproduksi sel darah merah, dan “membuang” atau memecah sel darah merah yang sudah tua, secara kontinyu. Produk buangan dari pro...
 

Video Klip MER-C

Misi kemanusiaan MER-C untuk tanah longsor Cianjur, 16-17 November 2008

Baner

Informasi - Keuangan
Donatur MER-C Oktober 2008
Administrator - Selasa, 18 November 2008
MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE
LAPORAN KEUANGAN PENERIMAAN DANA
Bulan     :  Oktober 2008
         
Tanggal Nama Donatur Amanah  Jumlah Bantuan   Via 
13-Oct-08 Ruli Plg Aceh  Rp          50.000,00 B M I
28-Oct-08 Zainal Abidin Aceh  Rp        100.000,00 B M I
29-Oct-08 Setor tunai Aceh  Rp        200.000,00 B M I
       Rp        350.000,00  
         
16-Oct-08 Nadhive Maurice Afghanistan  Rp        100.000,00 B M I
16-Oct-08 Fardi Afghanistan  Rp        500.000,00 B M I
17-Oct-08

PB di term 528

dr 6100918

Afghanistan  Rp          43.000,00 B M I
29-Oct-08 Dessi Roswitasari Afghanistan  Rp     1.500.000,00 B M I
       Rp     2.143.000,00  
         
13-Oct-08 Ruli Plg Iraq  Rp          50.000,00 B M I
24-Oct-08 Nadhive Maurice Iraq  Rp        100.000,00 B M I
       Rp        150.000,00  
         
07-Oct-08 Setor tunai Kel. Mujahid  Rp          50.000,00 B M I
07-Oct-08 Setor tunai Kel. Mujahid  Rp        302.000,00 B M I
28-Oct-08 Zakiah  Kel. Mujahid  Rp        400.000,00 B M I
28-Oct-08 Zainal Abidin Kel. Mujahid  Rp        100.000,00 B M I
       Rp        852.000,00  
         
06-Oct-08 Wawan Setiawan FX Kemanusiaan  Rp          70.000,00 B C A
06-Oct-08 Syamsudin Machmud Kemanusiaan  Rp          50.000,00 B C A
06-Oct-08 Danna Fajar Pinand Kemanusiaan  Rp        250.000,00 B C A
06-Oct-08 Dadang Setiawan SE Kemanusiaan  Rp        100.000,00 B C A
06-Oct-08 Imbang Jaya Mangku Kemanusiaan  Rp     2.500.000,00 B C A
08-Oct-08 Rhusdi Andhi H Kemanusiaan  Rp        100.000,00 B C A
08-Oct-08 Aulina Chrisanthy Kemanusiaan  Rp        300.000,00 B C A
09-Oct-08 Setoran tunai Kemanusiaan  Rp        500.000,00 B C A
10-Oct-08 Setoran tunai Kemanusiaan  Rp        300.000,00 B C A
10-Oct-08 Suyana Kemanusiaan  Rp          50.000,00 B C A
13-Oct-08 Tifa Chandra Bayu Kemanusiaan  Rp          50.000,00 B C A
20-Oct-08 Anton Roni Pande Kemanusiaan  Rp        100.000,00 B C A
21-Oct-08 RM Soewarto Kemanusiaan  Rp        100.000,00 B C A
24-Oct-08 Suyana Kemanusiaan  Rp              50.000 B C A
29-Oct-08 Tifa Chandra Bayu Kemanusiaan  Rp              50.000 B C A
17-Oct-08

PB di term 528

dr 6010918

Kemanusiaan  Rp          15.000,00 B M I
24-Oct-08 Seun/Hamba Allah Kemanusiaan  Rp          50.000,00 B M I
28-Oct-08 Hudry Y / Mataram Kemanusiaan  Rp     5.000.000,00 B M I
       Rp     9.635.000,00  
         
10-Oct-08 Klinik MER-C Pal UI Operasional  Rp        379.800,00 D. Langsung
10-Oct-08 Relawan MER-C Operasional  Rp          25.000,00 D. Langsung
30-Oct-08 dr. Arief Operasional  Rp        300.000,00 D. Langsung
30-Oct-08 Rima Operasional  Rp          50.000,00 D. Langsung
07-Oct-08 Setor Tunai Operasional  Rp        300.000,00 B M I
10-Oct-08 Dito Pramono Operasional  Rp     1.000.000,00 B M I
13-Jan-08 Ruli PLg Operasional  Rp          50.000,00 B M I
23-Oct-08 Trf BCA (0) dr bank lain Operasional  Rp        100.000,00 B M I
23-Oct-08 Deti Operasional  Rp        400.000,00 B M I
28-Oct-08 Zainal Abidin Operasional  Rp        100.000,00 B M I
       Rp     2.704.800,00  
         
06-Oct-08 Henri Eko Putra Si Palestina  Rp          50.000,00 B C A
06-Oct-08 Danna Fajar Pinand Palestina  Rp        250.000,00 B C A
06-Oct-08 Elip Muvarida Palestina  Rp        595.000,00 B C A
06-Oct-08 Seti Mulyono Palestina  Rp          25.000,00 B C A
21-Oct-08 RM Soewarto Palestina  Rp        100.000,00 B C A
22-Oct-08 Tomy Kristianto Palestina  Rp          20.000,00 B C A
23-Oct-08 Alex Iskandar Palestina  Rp          50.000,00 B C A
29-Oct-08 Tomy Kristianto Palestina  Rp          24.000,00 B C A
02-Oct-08 Eft 001857 Palestina  Rp        100.000,00 B M I
02-Oct-08 Pinbuk ke MER-C  Palestina  Rp          75.000,00 B M I
10-Oct-08 Z.I.S lain  Palestina  Rp          50.000,00 B M I
13-Oct-08 Ruli plg Palestina  Rp          50.000,00 B M I
15-Oct-08 Hayaaliyazaki Palestina  Rp     1.000.000,00 B M I
16-Oct-08 Dian Ambarwati Palestina  Rp          20.000,00 B M I
16-Oct-08 Nadhive Maurice Palestina  Rp        100.000,00 B M I
16-Oct-08 Fardi Palestina  Rp        500.000,00 B M I
17-Oct-08

PB dari term 528

dr 6010918

Palestina  Rp          35.000,00 B M I
22-Oct-08

PB dari term 528

dr 9039122

Palestina  Rp        100.000,00 B M I
22-Oct-08 Setor tunai Palestina  Rp        200.000,00 B M I
28-Oct-08 Zainal Abidin  Palestina  Rp        100.000,00 B M I
29-Oct-08 Setor tunai Palestina  Rp        150.000,00 B M I
30-Oct-08 Dedy Palestina  Rp        150.000,00 B M I
30-Oct-08

PB dari term 528

dr 9103393

Palestina  Rp        100.000,00 B M I
31-Oct-08 ahmad Tantowi Palestina  Rp        115.000,00 B M I
6-Oct-08 XL-01406088993 Palestina  Rp          50.000,00 B S M
8-Oct-08 Setoran Tunai Palestina  Rp     1.750.000,00 B S M
       Rp     5.759.000,00  
         
06-Oct-08 Danna Fajar Pinand RSTC  Rp        250.000,00 B C A
06-Oct-08 Agus Fadillah RSTC  Rp        500.000,00 B C A
21-Oct-08 RM Soewarto RSTC  Rp        100.000,00 B C A
       Rp        850.000,00