Jum’at (23/10): Presidium MER-C, Joserizal Jurnalis pada konferensi pers hari ini di kantor MER-C juga menjelaskan bahwa dalam penelitian masalah virus terdapat 3 persoalan besar, yaitu persoalan bisnis, persoalan keamanan Negara dan persoalan umat manusia. Dengan mendapat sampel virus dan meneliti virus tersebut bisa diketahui rekaman jejak DNA-nya (DNA code) sehingga bisa dibuat vaksin. Sasaran virus ini adalah negara-negara berkembang yaitu Afika, Asia dan Amerika Latin. Yang mengambil kentungan dari bisnis vaksin ini adalah negara-negara Eropa dan Amerika Serikat. Masalah virus seharusnya adalah concern kita semua untuk memberantasnya. Pembuatan vaksin seharusnya dilakukan untuk kemaslahatan orang banyak dan tidak diperjualbelikan. Tetapi kenyataannya di dunia ini vaksin adalah sebuah ladang bisnis besar.
Jose mencontohkan penyakit yang sangat berbahaya seperti HIV yang harga obatnya luar biasa mahal. Begitupun dengan obat flu burung, seperti Tamiflu yang juga mahal. “Kami MER-C tidak setuju dengan persoalan seperti ini, karena penyakit harus bisa diberantas bersama-sama, tidak dijadikan ladang bisnis,” tegas Jose.

Contoh lain yang dipaparkan Jose bagaimana vaksin adalah sebuah ladang bisnis yang besar adalah vaksin influenza dan meningitis yang diharuskan bagi calon jamaah haji. Jutaan jamaah haji harus disuntik dengan vaksin influenza dan meningitis padahal hasil studi mengenai pentingnya vaksin ini tidak jelas.
“Pada prinsipnya, penyakit yang disebabkan oleh virus sulit untuk diterapi. Oleh sebab itu, harus menjadi concern masyarakat dunia bersama-sama. Bila ada suatu negara yang terkena virus, negara-negara di dunia harus melakukan kerjasama untuk memberantas virus tersebut,” tambah Jose.






