Selain listrik yang kerap mati, air pun menjadi kendala terlebih saat musim kemarau seperti sekarang ini, air di sekitar lokasi pembangunan RS Indonesia (RSI) yang terletak di desa Myaung Bwe, Mrauk U, Rakhine State, Myanmar pun menjadi kering. 

Salah satu usaha untuk mendapatkan air adalah lewat sungai yang berada di dekat RSI. Pipa sepanjang lebih dari 500 m dari sungai ke lokasi RSI pun harus dipasang untuk mendapatkan air yang akan digunakan baik untuk kebutuhan proyek atau pun untuk kebutuhan sehari-hari.

 

 Hari ini, Ahamdulillah, pipa air sudah terpasang," ungkap Nur Ikhwan penuh syukur dalam pesan singkatnya. "Dengan menggunakan pompa, air sudah mulai mengalir ke bak penampungan yang dibuat di bagian belakang lokasi RSI. Perlu waktu sekitar 3 jam hingga bak penampungan ini penuh," tambahnya.

Ditengah berbagai kendala yang ada, pembangunan RS Indonesia di wilayah konflik Rakhine State, Myanmar terus berjalan dan diharapkan dapat selesai sesuai jadwal pada bulan September 2018 mendatang.

 

 Doa dan dukungan dari berbagai pihak sangat diharapkan demi terwujudnya RS Indonesia yang diharapkan dapat menjadi sebuah langkah kemanusiaan untuk memberikan bantuan jangka panjang bagi masyarakat korban konflik di Myanmar.

 

Dukungan dan Donasi Sahabat untuk Pembangunan RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar dapat disalurkan melalui:

 

BSM, 700.130.6833

BCA, 686.028.0009

Mandiri, 124.000.8111.982

 

Semua rekening atas nama :

Medical Emergency Rescue Committee

 

 

Info lebih lanjut :

Website : www.mer-c.org

FB : MER-C Indonesia

IG : @mercindonesia / @rsindonesia

Twitter : @mercindonesia / @RSIndonesia

Call Center : 0811990176

 

|Humanity for Peace|

|Peduli untuk Kemanusiaan yang Lebih Baik|

Dukung Sosial Media Kami

Langganan Info & Berita MER-C