Meski situasi di beberapa wilayah Rakhine State masih mencekam akibat konflik yang terjadi antara Arakan Army dan Tentara Myanmar, empat relawan MER-C akhirnya tiba di lokasi pembangunan RS Indonesia yang terletak di desa Myaung Bwe, kota Mrauk U, Rakhine State, Myanmar, Rabu/10 April 2019.



"Sejak tengah malam hingga saat ini, terjadi pertempuran antara Arakan Army dan Tentara Myanmar. Suara tembakan, bom dan pesawat tempur terdengar jelas dari penginapan kami yang berjarak sekitar 16 km dari RS Indonesia," ungkap Nur Ikhwan, Site Manager RS Indonesia di Rakhine State.

"Helikopter masih hilir mudik di sini, suara-suara tembakan masih terus terdengar. Tadi kami ke pasar, banyak yang tutup, biasanya jam segini pasar sudah ramai," tambahnya.

Setibanya di RS Indonesia para relawan, Ir. Nur Ikhwan Abadi, Ir. Ahmad Fauzi, Karidi dan Wanto langsung bekerja mengecek pekerjaan pembangunan. Pekerjaan yang akan dilakukan selanjutnya adalah instalasi listrik.



Pembangunan RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar adalah sebuah langkah diplomasi kemanusiaan di dunia internasional kerjasama MER-C (Medical Emergency Rescue Committee), PMI (Palang Merah Indonesia) dan Walubi (Perwakilan Umat Buddha Indonesia).

Kita berharap RS Indonesia bisa menjadi simbol persatuan warga muslim dan non muslim di wilayah ini.

Dukungan dan donasi :

BSM, 700.1306.833
BCA, 686.0280009
Bank Mandiri, 124.000.8111982

Semua rekening atas nama:
Medical Emergency Rescue Committee

Info:
Website : www.mer-c.org
Call Center : 0811990176
FB : MER-C Indonesia
IG : @mercindonesia; @rsindonesia

|Humanity for Peace|
|Peduli untuk Kemanusiaan yang Lebih Baik|

Dukung Sosial Media Kami

Langganan Info & Berita MER-C