Gaza - Perkembangan terakhir Rumah Sakit Indonesia di Gaza semakin mendekati sempurna terutama dari segi fisik atau bangunan nampak bahwa RSI sudah terlihat indah dari luar karena pemasangan dinding marmer atau biasa disebut oleh orang Gaza sebagai Hajar Quds telah selesai 100%. Demikian dilaporkan oleh Ketua MER-C Cabang Gaza, Muqorrobin Alfikri, Senin (16/9).

"Pekerjaan yang sedang berlangsung adalah pemasangan keramik, pemasangan plafon yang sudah mencapai 60%, pengecatan dinding lantai satu dan lantai dua serta pemasangan pagar keliling RSI," ungkap Fikri, salah satu relawan yang juga tengah menempuh pendidikan melalui program beasiswa di Universitas Islam Gaza.

Selain pekerjaan arsitektur, pekerjaan Mekanikal Elekterikal RSI juga terus dilakukan oleh para relawan asal Indonesia yang meliputi pekerjaan sanitair, nursecall, instalasi listrik panel, pemasangan AC dan fire fitting (hydrant). "Pekerjaan Mekanikal Elektrikal RSI yang belum bisa dikerjakan oleh relawan adalah sound system dan fire alarm. Hal ini dikarenakan memang sulitnya bahan," tambahnya.

Pergolakan yang terjadi di Mesir yang berimbas pada ditutupnya Perbatasan Rafah sebagai jalur keluar masuk dari Mesir ke Gaza juga menjadi hambatan tersendiri bagi pembangunan RSI.

"Hambatan yang dialami pada pembangunan RSI tahap ini secara umum ialah sulitnya mendapatkan bensin dan solar. Bensin dan solar adalah sesuatu yang sangat inti dalam kaitannya dengan pemadaman listrik yang dilakukan Israel yang semakin tidak mengenal waktu," ujar Fikri.

Tidak hanya bensin dan solar, semen juga menjadi bahan yang langka karena pasokan yang dikirimkan melalui jalur Rafah sempat terbatas. Begitupun cat dalam volume besar juga sulit didapat karena berasal dari Mesir.

Pekerjaan Mekanikal Elektrikal (ME) pun tidak luput dari hambatan. Para relawan ME mengaku sulit mendapat kabel 25 mm, 50 mm dan 240 mm, pipa untuk fire alarm dan juga lampu karena keterbatasan pengiriman dari Mesir.

Ditengah hambatan-hambatan yang ada, pekerjaan pembangunan RS Indonesia tetap berlangsung. "Semua relawan RSI tetap bekerja sesuai bidang keahlian dan amanah yang mereka terima. Kami hanya bisa berdoa dan berusaha dengan sebaik-baiknya agar pembangunan RS Indonesia bisa selesai sesuai jadwal pada akhir tahun ini. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan," tutur Ir. Edy Wahyudi, Site Manager RS Indonesia.

Dukung Sosial Media Kami

Langganan Info & Berita MER-C