SIARAN PERS



Menghembus isu Indonesia akan berdamai dengan Israel. Presiden Jokowi kepada Presiden Mahmoud Abbas dengan tegas mengatakan bahwa Indonesia mendukung solusi 2 negara dan tidak akan mengikuti beberapa negara Arab yang berdamai dengan Israel. Langkah tegas Indonesia yang tidak mengakui Israel semakin mempertegas posisi Indonesia sebagai penyokong utama kemerdekaan Palestina.



Tapi dibalik itu, disayangkan ada sebagian dari kelompok warganegara yang mengabaikan dan menutup mata realita penjajahan Israel atas tanah Palestina. Dengan intens mereka membina hubungan dengan Israel baik di bidang perdagangan, pendidikan dan lain-lain.

Apapun argumentasi yang diutarakan terutama sektor ekonomi, menggambarkan tidak ada empati sama sekali, apalagi kita bangsa yang mengalami penindasan oleh penjajah. Seharusnya kita mesti memahami bahwa menjalin hubungan intens dengan pihak Israel berarti mengkhianati sejarah dan konstitusi. Sebaiknya pemerintah melarang kunjungan warga negara ke Israel, kecuali untuk kunjungan ziarah mungkin masih bisa diterima.

Tidak heran kenapa Benjamin Netanyahu yakin Indonesia akan mengikuti langkah beberapa negara Arab yang mengakui Israel, karena ada warga negara
yang intens berhubungan baik dengan Israel dan menutup mata akan kebrutalan Israel atas Palestina. Bila tidak dihentikan hubungan gelap ini, tinggal menunggu waktu kita akan takluk dengan tekanan Israel.

Dalam hal ini, MER-C mengapresiasi akan konsistensi Indonesia untuk tidak mengakui Israel.

Jakarta, 30 Desember 2020

MER-C Indonesia

www.mer-c.org

Dukung Sosial Media Kami

Langganan Info & Berita MER-C