Anak-anak kecil yang tinggal di Jalur Gaza kondisinya memprihatinkan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Warga Rafah yang berada di sisi selatan Jalur Gaza dikabarkan kesulitan mendapatkan akses rumah sakit akibat blokade baik itu dari Israel maupun Mesir.

Terkait hal itu, salah satu presidium organisasi kemanusiaan Medical Emergency Rescue Commitee (Mer-C), Joserizal Jurnalis, mengaku proyek pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Jalur Gaza sudah selesai namun masih menghadapi permasalahan.

''Rumah Sakit Indonesia sudah selesai, begitu juga Wisma Indonesia dan masjid yang berada di belakangnya juga sudah kita rehab. Masalahnya kami perlu membeli barang, namun terbentur permasalahan dari blokade pintu-pintu ini,'' ujar Joserizal kepada Republika.co.id, Rabu (18/3).

Dengan adanya blokade, kata Joserizal, warga pun kesulitan mendapat obat-obatan. Untuk menembus perbatasan Rafah, kata Joserizal, pihaknya belum mendapatkan izin dari pihak Mesir karena masih ada operasi militer.

Joserizal mengakui kondisi di Sinai memang tidak kondusif. Meski begitu, Joserizal mengaku telah mendapat janji untuk masuk ke Jalur Gaza pada Juni nanti. Pihaknya pun berencana untuk membuat grand opening RSI di Gaza.

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/internasional/palestina-israel/15/03/18/nlezro-banyak-blokade-gaza-sulit-dapat-bantuan

 

 

 

 

Dukung Sosial Media Kami

Langganan Info & Berita MER-C