Tangerang, 13 Jumadil Akhir 1435/13 April 2014 (MINA) – Pengamat Timur Tengah Dr. Joserizal Jurnalis mengungkapkan, jauh sebelum peristiwa 11 September 2001, Amerika Serikat (AS) sudah mentargetkan untuk menghancurkan tujuh negara Arab.

“Jauh sebelum 2001, Amerika sudah memiliki target bahwa tujuh negara Arab harus dihancurkan, yaitu Irak, Iran, Libanon, Suriah, Libya, Sudan dan Somalia,” kata Joserizal Ahad pagi (13/4) dalam Kuliah Dhuha di Masjid Raya Bintaro Jaya, Tangerang, Banten.

Pernyataan anggota Presidium MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) itu, mengutip pengakuan mantan Panglima NATO Wesley Kanne Clark dalam bukunya “Winning Modern Wars”.

 Mantan calon Presiden Amerika itu mengungkapkan, ketika kembali ke negaranya pada tahun 1971 dan bertemu dengan para pejabat tinggi pertahanan Amerika, ternyata mereka sudah punya program yang telah disepakati, yaitu akan menghancurkan tujuh negara Arab.

Joserizal mengaku bahwa kasus pembantaian terhadap Muslim Ambon di Tobelo, Pulau Halmahera, ia bawa keliling Eropa dengan tujuan bahwa konflik agama sangat berbahaya.

“Kami sampaikan kepada masyarakat Eropa, jangan main-main dengan konflik agama. Jika terjadi, maka efeknya sangat besar. Tidak berapa lama, terjadilah peristiwa 11 Sepetember,” ujar dokter ahli bedah yang sudah berpengalaman dalam beberapa perang di Timur Tengah sebagai relawan medis tersebut.

Menurutnya, yang menarik dalam peristiwa 11 September 2001 adalah telunjuk Amerika langsung mengarah Osama Bin Laden dan mujahidin Afghanistan.

“Setelah pulang dari Afghanistan (sebagai relawan medis), saya mengambil kesimpulan bahwa ini bukan dilakukan oleh mujahidin,” katanya.

Joserizal menilai bahwa rekayasa 11 September begitu kasar, terlalu jelas bahwa kejadian itu adalah rekayasa.

Pria kelahiran Padang itu menyimpulkan, peristiwa peledakan gedung WTC dijadikan suatu kondisi sebagai alasan untuk menyerang Afghanistan.

“Karena AS sudah memprogram ‘War on Teror’ sejak lama. Karenanya Amerika membuat gara-gara agar masyarakat menerima program itu.”

Namun menurut Joserizal, masyarakat kini sudah tahu dan sudah banyak buku-buku yang ditulis berisi pengungkapan fakta-fakta dalam peristiwa itu.

Joserizal menyimpulkan bahwa kejadian besar yang melanda negeri-negeri Timur Tengah yang dikenal sebagai “Arab Spring”, merupakan bagian dari konspirasi Zionis global, yaitu konspirasi Novus Ordo Seclorum (Tatanan Dunia Baru).

“Jika di Islam dengan khilafahnya, Zionis dengan NOS, di Katolik ada Kerajaan Katolik. Cara Zionis adalah menimbulkan konflik dan memperalat. Jika tidak ada konflik, bisnis mereka tidak jalan, seperti penjualan senjata dan rente (bunga uang),” tambah Joserizal.

Mengutip sejarah perseteruan Bani Aus dan Khazraj di Madinah, Joserizal mengatakan bahwa solusi yang dilakukan Nabi Muhammad terhadap perang saudara itu adalah mendamaikan keduanya dan melakukan operasi-operasi pasar yang dikuasai oleh Yahudi. (L/P09/P12/EO2).

Sumber : http://mirajnews.com/web/indonesia/nasional/17427-pengamat-timur-tengah-amerika-target-hancurkan-tujuh-negara-arab.html

 

 

 

 

Dukung Sosial Media Kami

Langganan Info & Berita MER-C