Relawan Indonesia peserta kegiatan solidaritas Gerak Jalan Cinta Al-Aqsha melewati jalan Shalahuddin Al-Ayubi, Jalur Gaza, Palestina. (Foto:MINA/Husain)

Bayt Lahiya, 13 Dzulhijjah 1434/18 Oktober 2013 (MINA) - Mengisi hari-hari libur kerja selama empat hari sejak Hari Raya Idul Adha 1434 H, sejumlah relawan Indonesia di Jalur Gaza mengadakan Longmarch Gerak Jalan Cinta Al-Aqsha di sepanjang Jalur Gaza.

Koordinator acara Gerak Jalan Cinta Al-Aqsha, Syamsuddin menjelaskan bahwa tujuan digelarnya aksi solidaritas itu dalam rangka meneladani perjuangan para pendahulu kaum Muslimin yang pernah berjaya mengamankan tanah Palestina dari penjajahan bangsa lain.

Dia juga mengatakan, kegiatan solidaritas terhadap rakyat Palestina dan pembebasan Masjid Al-Aqsha pada Kamis (17/10) dilakukan oleh 27 relawan Indonesia yang saat ini sedang mengerjakan amanah pembangunan Rumah Sakit (RS) Indonesia di Bayt Lahiya, utara Jalur Gaza, Palestina.

"Gerak Jalan Cinta Al-Aqsha di mulai sejak pukul tiga dini hari dan selesai pukul tujuh malam waktu setempat, diikuti oleh 27 relawan Indonesia," kata Syamsuddin kepada koresponden Mi"raj News Agency (MINA) di Jalur Gaza, Muhammad Husain.

Para relawan RS Indonesia di Jalur Gaza berjumlah 33 orang merupakan sukarelawan dari Pondok Pesantren Al-Fatah yang bekerjasama dengan Lembaga kemanusiaan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) sebagai inisiator pembangunan RS Indonesia.

Rumah Sakit menjadi tempat untuk pemulihan trauma dan rehabilitasi bagi warga Palestina di Jalur Gaza yang menjadi korban konflik bersenjata Palestina-Israel itu direncanakan selesai pembangunan fisiknya pada akhir tahun ini.

Kegiatan solidaritas "Gerak Jalan Cinta Al-Aqsha" dilakukan dengan menempuh jarak lebih dari 40 Kilometer dimulai dari pintu perbatasan Rafah, selatan Jalur Gaza yang menghubungkan antara Jalur Gaza (Palestina) dengan Mesir dan berakhir di pintu perbatasan Bayt Hanoun (Erez) yang menghubungkan antara Kota Bayt Hanoun, utara Jalur Gaza dengan tanah Palestina yang dijajah Israel.

"Para peserta Gerak Jalan Cinta Al-Aqsha menempuh rute melalui Jalan Shalahuddin Al-Ayubi yang merupakan jalan utama menghubungkan pintu perbatasan Rafah hingga Masjid Al-Aqsha," tegas Syamsuddin.

Dalam perjalanan, Para peserta Gerak Jalan Cinta Al-Aqsha meneriakkan takbir dan yel-yel solidaritas Palestina dan pembebasan Masjid Al-Aqsha (Al-Aqsha Haqquna, Al-Aqsha milik kami (kaum Muslimin)) serta mengibarkan bendera Indonesia dan Palestina dengan bendera Liwa bertuliskan kalimat takbir (Allahu Akbar/Allah Maha Besar) berwarna putih berlatar hitam.

Setelah para peserta sampai di pintu perbatasan Bayt Hanoun, acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh seorang relawan asal Wonogiri, Jawa Tengah, Indonesia, Ustadz Abdurrahman Parmo.

Sementara itu, warga Gaza yang menyaksikan kegiatan "Gerak Jalan Cinta Al-Aqsha" sangat antusias dan menyambut baik aksi solidaritas yang dilakukan para relawan Indonesia itu.

Penduduk Gaza mengapresiasi rakyat Indonesia atas dukungan yang diberikan terhadap penduduk Palestina yang masih menderita akibat penjajahan yang dilakukan penjajah Israel sejak 1948.

"Saya berterima kasih kepada rakyat Indonesia pada umumnya. Saya juga berterima kasih terhadap aksi solidaritas ini,"kata salah seorang penduduk Palestina di Jalur Gaza, Ra'id (40).

Menurutnya, kegiatan solidaritas tersebut merupakan aksi yang luar biasa dan inovatif dalam mendukung kemerdekaan Palestina dan pembebasan Masjid Al-Aqsha, kiblat pertama umat Islam.

 

Al-Aqsha dalam Bahaya

Setelah Hamas memenangkan pemilu pada 2006, sejak Juni 2007, Israel telah memperketat blokade jalur darat dan laut untuk mengisolasi Jalur Gaza dari akses keluar masuk menuju Tepi Barat, termasuk kota Al-Quds di mana Masjid Al-Aqsha berada, dan negara-negara lain di seluruh dunia.

Penduduk Palestina di Jalur Gaza sangat ingin sekali berusaha mencapai Masjid Al-Aqsha untuk melakukan ibadah di dalamnya, selama puluhan tahun penjajah Israel masih melarang mereka memasuki kompleks masjid itu.

Hingga kini, Masjid Al-Aqsha dalam kondisi berbahaya setelah menjadi sasaran pelanggaran dan penodaan berulang-ulang oleh para pemukim ilegal ekstrimis Yahudi dan pejabat resmi penjajah Zionis Israel (Knesset) dengan kawalan ketat pasukan penjajah Israel, terutama pada hari raya Yahudi.

Langkah itu melengkapi upaya Yahudisasi penuh di Kota Al-Quds dan Masjid Al-Aqsha di mana yayasan Al-Aqsha untuk Wakaf dan Warisan Islam melaporkan sebanyak 104 sinagog Yahudi juga telah tersebar di sekitar lingkungan Masjid Al-Aqsha.

Yahudi menyebut Al-Aqsha sebagai sinagog mitos mereka "Temple Mount/Kuil Bukit" mengklaim daerah itu menjadi tempat dua sinagog Yahudi terbesar di zaman kuno.

Mereka percaya mesias (juru selamat) mereka tidak akan tiba sampai sebuah sinagog Yahudi terbesar ketiga dibangun di atas lokasi Masjid Al-Aqsha itu.

Sementara Masjid Al-Aqsha merupakan tempat paling suci ketiga bagi umat Islam. Hal itu terkait dengan Masjid Al-Aqsha sebagi kiblat pertama umat Islam dan peristiwa Isra Mi'raj Nabi Muhammad Shalallahu' Alaihi Wa Salam. Nabi ketika itu naik ke Sidratul Muntaha melalui Masjid Al-Aqsha. (L/P02/R1)

Sumber : http://mirajnews.com/indonesia/10862-relawan-indonesia-gelar-gerak-jalan-cinta-al-aqsha-di-jalur-gaza-palestina.html

Dukung Sosial Media Kami

Langganan Info & Berita MER-C