(Analisa/Mahjijah Chair) TANDATANGAN: Wakil Gubernur Sumatera Utara HT Erry Nuradi disaksikan Presidium MER-C dr Jose Rizal Jurnalis (baju putih) dan Ketua MER-C Cabang Medan dr Ahmad Handayani (pakai rompi) menandatangani plakat Gerakan Wakaf Masyarakat Sumatera Utara untuk rakyat Gaza, Palestina.

Medan, (Analisa). Wakil Gubernur Sumatera Utara HT Erry Nuradi mengapresiasi dan salut kepada MER-C (Medical Emergency Rescue Commitee (Komite Unit Gawat Darurat) Cabang Medan yang telah berhasil mengumpulkan wakaf dari masyarakat Sumatera Utara yang dimanfaatkan untuk pembelian alat medis Rumah Sakit Indonesia di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina.

“MER-C dengan segenap masyarakat telah mengumpulkan dana untuk membangun Rumah Sakit Indonesia yang sangat dibutuhkan di Gaza, yang setiap hariny menelan korban cukup banyak. Oleh karena itu tentunya pemerintah, khususnya Sumatera Utara harus mengangkat topi setinggi-tingginya kepada MER-C yang merupakan satu lembaga yang terkenal di bidang sosial, khususnya bidang kesehatan karena kepedulian yang luar biasa telah menggerakkan masyarakat,” jelas Wakil Gubernur Sumatera Utara HT Erry Nuradi usai menyerahkan dana waqaf masyarakat Sumut kepada Presidium MER-C dr Jose Rizal Jurnalis di Aula Fakultas Farmasi, Minggu (25/1). 

Dikatakannya, apa yang dilakukan oleh MER-C Medan ini salah satu cara untuk membantu para korban perang. Jika ingin membantu tidak mesti mengangkat senjata. “Banyak cara lain yang bisa dilakukan, salah satunya seperti yang diprakarsai oleh MER-C ini,” pujinya.

Memang, uang yang telah dikumpulkan oleh MER-C ini tidak begitu banyak. Namun paling tidak sudah dapat membantu masyarakat yang membutuhkan jasa kesehatan. “Dan kita harus mengapresiasi MER-C ini,” katanya.

Ketua MER-C Medan Dr Ahmad Handayani mengungkapkan, dana waqaf masyarakat Sumut yang berhasil dikumpulkan itu sebesar Rp900 juta. Dana itu akan digunakan membeli peralatan medis untuk RS Indonesia di Palestina. “Dana yang diserahkan oleh Wagubsu untuk rakyat Gaza itu melalui dr Jose Rizal yang merupakan Presidium MER-C Indonesia sebesar Rp900 juta,” ujarnya didampingi Ketua Panitia dr M Ari Irsyad.

Disebutkannya, dana yang terkumpul itu berasal dari sekolah, organisasi masyarakat, perorangan, komunitas, fakultas, mahasiswa dan semua elemen masyarakat Sumatera Utara. “MER-C Medan hanya mengumpulkan saja,” cetusnya seraya menambahkan RS Indonesia di Palestina itu dibangun sejak tahun 2009 menghabiskan dana Rp42 miliar. Sementara untuk alat medis menggelontorkan biaya Rp75 miliar dan sudah terpenuhi. “Semua dana berasal dari masyarakat Indonesia, tidak ada dari masyarakat asing,” cetusnya.

Sementara Presidium MER-C dr Jose Rizal Jurnalis menyampaikan dokumentasi kegiatan-kegiatan yang sudah dilaksanakan di Palestina dengan membantu para korban perang.

Bersamaan dengan penyerahan waqaf itu, sebelumnya diselenggarakan Seminar Ilmiah Tahunan untuk ketiga kalinya dengan menghadirkan 500 peserta yakni, dokter, mahasiswa kedokteran dan perawat se-Sumatera. 

Seminar yang mengusung tema Manajemen Sesak Fafas itu menghadirkan pembicara Prof dr Asnan Lelo, Prof dr Sutomi Kasiman SpPD SpJP (K), dr Widi Rahardjo SpP, de jose Rizal Jurnalis SpOT dan dr Andika Kesuma SpP, dr Irfan Hamdani SpAN dan dr Hasanul Arifin SpAN dan lainnya.

“Kegiatan ini diakreditasi oleh IDI Sumatera Utara sebesar 30 Satuan Kredit Profesi (SKP),” ujarnya. Turut hadir dalam acara itu Ketua IDI Sumut dr Suhelmi SpB dan Ketua Forum Umat Islam (FUI) Ustazd Leo Insar, Kepala Dinas Kesehatan Sumut Kadiskes Sumut dr RR SH Surjantini MKes dan staf dan lainnya. (mc)

Sumber : http://analisadaily.com/news/read/wakaf-masyarakat-sumut-untuk-rakyat-palestina/102234/2015/01/26

 

 

 

 

 

 

 

 

Dukung Sosial Media Kami

Langganan Info & Berita MER-C