(Catatan Tim Relawan MER-C untuk NTT)

 

Rabu/14 April 2021, menjumpai para mama, papa, oma, opa, beserta adik-adik yang memilih  untuk setia pada NKRI sejak tahun 1999, ketika Timor Timur atau yang saat ini dikenal dengan Timor Leste memisahkan diri dari Indonesia. Mereka lebih memilih Indonesia ketimbang Timor Leste karena merasakan hidup di NKRI lebih aman. Konon kabarnya saat itu kondisi Timor Leste sangat tidak stabil, sering terjadi pembunuhan. Entah apa motif pembunuhan tersebut, kami juga tidak memahami.

Assessment Tim MER-C ke wilayah terdampak bencana di Bena Timor Tengah Selatan, NTT, Senin/12 April 2021. Bena adalah salah satu wilayah yang dilanda banjir akibat siklon tropis Seroja.

MER-C Indonesia mengirimkan lima relawannya ke Nusa Tenggara Timur (NTT), provinsi yang sebagian wilayahnya diterjang bencana angin kencang, banjir bandang dan tanah longsor akibat siklon tropis Seroja, Minggu/11 April 2021. Setibanya di Kupang, ibukota NTT Tim langsung berkoordinasi dengan BPBD, Dinas Kesehatan setempat dan pihak terkait lainnya.

Bencana angin kencang, banjir bandang, dan tanah longsor menerjang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu/4 April 2021 lalu. Bencana alam yang dipicu oleh siklon tropis Seroja telah meluluhlantakkan sebagian wilayah NTT, menghancurkan rumah-rumah warga dan berbagai fasilitas umum yang ada.

Jakarta, Minggu, 28 Februari 2021, Tim MER-C berjumlah 9 orang relawan yang terdiri dari dokter, perawat dan relawan non medis, berangkat menuju lokasi bencana banjir di kecamatan Pebayuran, kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Wilayah ini menjadi perhatian Tim MER-C karena berdasarkan informasi yang diterima, belum ada Tim Relawan Medis yang mendatangi lokasi terdampak banjir dan memberikan bantuan pengobatan bagi warga setempat yang menjadi korban.

Dukung Sosial Media Kami

Langganan Info & Berita MER-C