Emergency Rescue Committee (MER-C) mengirimkan tim sebanyak tiga orang ke Mesir untuk memantau langsung progres pengiriman bantuan ke Gaza, Palestina.

Tim mengunjungi gudang mitra lokal MER-C di Mesir untuk melihat proses pengadaan dan pengiriman bantuan makanan, air minum, tepung dan obat-obatan dari rakyat Indonesia untuk warga Gaza.

MER-C mengirimkan tiga relawan ke Yordania untuk berpartisipasi dalam konferensi internasional membangun kembali fasilitas kesehatan di Jalur Gaza. Melalui konferensi ini, MER-C membangun networking dengan NGO internasional dan asosiasi profesi medis dari berbagai negara serta pejabat pemerintahan.

Networking ini nantinya akan  dibutuhkan untuk program-program MER-C di Gaza dalam rangka membantu warga Palestina. Tidak hanya dalam hal pembangunan kembali Rumah Sakit Indonesia di Gaza, tetapi juga program kemanusiaan lainnya.

"Pada saat konferensi, kami berdiskusi, memformulasikan bagaimana memobilisasi bantuan medis semaksimal mungkin pada saat perang dan mempersiapkan untuk membangun sistem kesehatan di Gaza setelah perang berakhir," kata Ketua Tim dr. Arief Rachman.

"Tetapi kita semua sadar hal yang paling utama saat ini adalah gencatan senjata, agar kita dapat memberikan bantuan medis atau bantuan kemanusiaan lainnya kepada warga Palestina. Konferensi ini adalah inisiasi awal untuk membangun fasilitas kesehatan di Gaza dan hasil dari konfrensi dituangkan dalam The Amman Declaration to Rebuild Health Sector in Gaza," ujarnya.

The 1st International Conference to Rebuild Health Sector in Gaza merupakan konferensi Internasional pertama untuk membangun kembali sektor kesehatan di Gaza yang diinisiasi oleh The Jordan Medical Association and the National Arab American Medical Association (NAAMA).

Konferensi ini diselenggarakan bekerja sama dengan asosiasi, entitas dan serikat pekerja profesi, serta lembaga dari berbagai sektor yang mewakili lebih dari 25 negara.

Konferensi ini menyoroti sektor kesehatan di Gaza pasca-konflik, menyajikan laporan rinci, studi lapangan dan rencana komprehensif untuk rekonstruksi dan pengoperasian sektor kesehatan di Gaza.

Misi dari konferensi ini adalah memobilisasi dan membimbing komunitas medis global dalam memberikan dukungan ekstensif untuk menghidupkan kembali sistem layanan kesehatan yang tangguh di Gaza.

"Kami memperkirakan adanya kebutuhan mendesak akan rumah sakit dan klinik lapangan segera setelah keadaan memungkinkan, mengingat konflik yang sedang berlangsung, " kata Arief.

"Pada tahap berikutnya, penekanan kami akan beralih ke pembangunan kembali rumah sakit, sekolah kedokteran dan berbagai fasilitas kesehatan yang telah dibongkar. Tujuan utama kami adalah menciptakan lingkungan yang aman dan terpelihara bagi penduduk lokal. Secara kolaboratif, kami berkomitmen untuk membangun kembali infrastruktur layanan kesehatan di Gaza demi masa depan yang lebih sehat dan tangguh," tambahnya.

Konferensi ini diakhiri dengan seruan untuk mengadakan pertemuan internasional kedua yang akan menggali lebih dalam kebutuhan dan persyaratan sektor kesehatan di Gaza secara kuantitatif, sembari membahas lebih lanjut inisiatif penggalangan dana dan sumber daya.

Pertemuan kedua ini juga akan fokus pada tantangan dan kondisi khusus terkait perang, dengan mempertimbangkan tantangan unik lainnya terhadap ekosistem layanan kesehatan di Gaza.

 

Senin/5 Februari 2024, Tim MER-C bertolak ke Yordania untuk mengikuti konferensi terkait pembangunan kembali fasilitas kesehatan di Jalur Gaza yang hancur akibat serangan Israel.

Tim Relawan MER-C yang telah menyelesaikan misi kemanusiaan ke Afghanistan telah kembali ke tanah air dan tiba di Jakarta pada Selasa (9/1).

MER-C mengirimkan Tim Relawan ke Afghanistan sejak 14 Desember 2023 lalu untuk menjalankan misi kemanusiaan di lokasi bencana gempa bumi di Herat. Tim ini terdiri dari lima orang di antaranya; dr. Tonggo Meaty Fransisca sebagai Ketua Tim, dr. Rio Wikanjaya, SpOT, Ita Muswita (bidan) dan dua orang perawat, yaitu Ade Adrian, SKep., Ners  dan Wirsal Adiansyah Harahap, Skep., Ners.

Gempa yang mengguncang Herat, Afghanistan pada bulan Oktober lalu telah menyebabkan ribuan korban jiwa. Bencana dahsyat ini tak luput dari perhatian MER-C. Meski gempa sudah berlalu selama lebih dari 2 bulan, namun MER-C tetap mengirimkan Tim Medisnya. Kamis/14 Desember 2023 lalu, MER-C memberangkatkan 5 relawan medis ke Afghanistan, yaitu dr. Tonggo Meaty Fransisca, dr. Rio Wikanjaya, SpOT, Ita Muswita, Amd.Keb (Bidan), Ade Andrian, Skep., Ners dan Wirsal Adiansyah Harahap, Skep., Ners. Keberangkatan ini dalam rangka membantu korban gempa dan menyalurkan amanah bantuan dari rakyat Indonesia dengan nilai total bantuan lebih dari $ 50,000 (Lima puluh ribu USD).

Dukung Sosial Media Kami

Langganan Info & Berita MER-C