Peristiwa penguasaan wilayah dan pengambil alihan kepemimpinan oleh Taliban di Afghanistan turut menjadi perhatian MER-C. Dr. Sarbini Abdul Murad, selaku Ketua Presidium MER-C memberikan pernyataan pers terkait hal ini dan rencana MER-C ke depan sebagai sebuah organisasi yang mempunyai pengalaman melakukan misi kemanusiaan di Afghanistan pada tahun 2001 dan 2002.

Banyak permasalahan sosial timbul akibat kegagalan dalam melakukan pendekatan kepada masyarakat, sehingga antara masyarakat, pemerintah dan nakes tidak bisa berjalan sinergis bahkan sering bertolak belakang. Sikap dan pandangan mereka tidak sama, ada yang sangat ketakutan, ada yang biasa-biasa saja dan malah ada yang "menantang" Covid-19 itu sendiri. Polarisasi sikap-sikap ini adalah hasil pengelolaan yang sudah keliru sejak awal, sehingga antara nakes, masyarakat dan pemerintah memiliki keyakinan masing-masing.

MER-C Indonesia menggelar acara Pelantikan Pengurus MER-C Cabang Surakarta periode 2021-2023, Sabtu/19 Juni 2021. Di tengah situasi pandemi, pelantikan pengurus dilakukan secara virtual melalui aplikasi zoom meeting. Acara dihadiri oleh perwakilan MER-C Pusat dan pengurus baru serta relawan MER-C Cabang Surakarta

Covid-19 ramai lagi, jangan terperosok masuk lubang yang sama. Belajar dari pengalaman lalu. Psikotrauma yang ditimbulkan oleh Covid-19 banyak mengenai nakes dan masyarakat. Nakes cenderung stress apabila praktik atau RS-nya dibanjiri oleh pasien Covid-19, sehingga sering terbawa situasi panik dan irrasional. Adanya media sosial berkontribusi menyebarkan keresahan dan ketakutan terhadap Covid-19 ini sehingga masyarakat juga akan panik. Salah satu indikatornya adalah angka okupasi tempat tidur RS dan penuhnya IGD atau kegagalan tutupnya IGD dan RS akibat nakesnya banyak tertular. Tentu saja akan menyebabkan gagal pelayanan terhadap masyarakat. Hal ini disebabkan KURANGnya manajemen kontrol komunitas dalam hal DISASTER TRIAGE dan DISTRIBUSI PASIEN Covid-19. Kontrol komunitas BUKAN hanya terpaku pada 3T dan LOCKDOWN saja. Tapi juga manajemen massal korban dan upaya mitigasi.

Serangan Israel di penghujung bulan Ramadan dan Idul Fitri terhadap Palestina membangkitkan reaksi warga negara Indonesia dan Internasional. Solidaritas dunia diwujudkan dalam bentuk kepedulian ingin membantu donasi kepada Palestina. Hal tersebut membutuhkan wadah penyaluran bantuan yang amanah dan memastikan bahwa bantuan benar-benar sampai.

Dukung Sosial Media Kami

Langganan Info & Berita MER-C