Siaran Pers

Lembaga Kegawatdaruratan Medis dan Kebencanaan, Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) mendesak Pemerintah Indonesia untuk segera membebaskan Mantan Menteri Kesehatan RI periode 2004 - 2009, Siti Fadilah Supari. Mengingat pengalaman Siti Fadilah Supari dalam menghadapi virus Flu Burung di Indonesia tahun 2005 dan keberhasilan beliau dalam membuka wawasan bagi negara negara lain di dunia dalam penanganan virus, sudah selayaknya bangsa Indonesia membebaskan beliau untuk membantu dalam menghadapi Pandemi Covid-19 yang masih banyak menyimpan berbagai misteri.

Melihat pertambahan kasus positif covid-19 mengalami lonjakan deret ukur, maka langkah2 yang akan dibuat harus TEPAT

Beberapa sektor akan terdampak, terutama bidang kesehatan yang akan menjadi GARDA TERDEPAN (dalam hal ini Kemkes, Bukan BNPB).


Kasus Corona (Covid-19) merebak di berbagai negara di dunia, data 5 Maret 2020 jumlah terinfeksi Covid-19 mencapai  lebih dari 95 ribu yang tersebar di 77 negara dengan angka mortalitas lebih dari 3.000 jiwa.



Dengan dinyatakannya 2 WNI positif Corona oleh Pemerintah, gejolak sosial dan ekonomi mulai nampak sebagai dampak ditemukannya kasus Corona positif.



Upaya mitigasi dilakukan oleh berbagai negara seperti Italia yang meliburkan sekolah dan universitas untuk beberapa waktu, Arab Saudi mengeluarkan keputusan menyetop sementara umrah. Hal tersebut upaya mengantisipasi penyebaran virus ini. Bagaimana dengan Indonesia?

Innalillaahi Wa Inna Ilaihi Roojiuun

 

Telah berpulang ke rahmatullah

*Dr. Joserizal Jurnalis, SpOT*

Pendiri & Dewan Pembina 

MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) pagi ini, Senin/20 Januari 2020 pkl 00.38 dalam usia 56 tahun (11 Mei 1963 - 20 Januari 2020) di RS Harapan Kita, Jakarta.

Setelah RS Indonesia di Jalur Gaza - Palestina, satu lagi karya anak bangsa di kancah Internasional terwujud. Kali ini di wilayah yang masih bergejolak, Rakhine State - Myanmar. Sebuah sarana kesehatan, Rumah Sakit Indonesia telah berdiri yang berada di tengah-tengah antara desa Budha dan Muslim. RS ini diharapkan dapat menjadi symbol perdamaian masyarakat setempat dan juga menjadi symbol persahabatan dua negara, Indonesia – Myanmar. Pembangunan RS Indonesia di Rakhine State, Myanmar adalah bagian dari Diplomasi Kemanusiaan MER-C.

Dukung Sosial Media Kami

Langganan Info & Berita MER-C