Jakarta Banjir besar kembali melanda Jakarta. Jumat (18/1) MER-C menurunkan tim medisnya yang terdiri dari 5 relawan dokter dan 1 relawan logistik serta 1 supir. Dengan menggunakan armada ford ranger double cabin, Tim menyusuri sejumlah titik bencana banjir guna mencari lokasi yang belum dan masih membutuh bantuan medis. MER-C juga menerapkan sistem mobile clinic dan jemput bola dalam memberikan bantuan medis kepada para korban banjir kali ini.

Setelah menyusuri beberapa lokasi banjir di wilayah Jakarta Timur dan Selatan, Tim memutuskan untuk memberikan bantuan medis kepada korban banjir yang mengungsi di Masjid Attahiriyah Bukit Duri. Di lokasi ini belum ada bantuan medis dan jumlah warga yang mengungsi diperkirakan berjumlah lebih dari 1.900 jiwa.

Kedatangan Tim MER-C disambut sangat baik oleh masyarakat. Tim yang berjumlah 6 orang dibagi menjadi dua. Tim pertama memberikan pelayanan medis bagi korban banjir di dalam Masjid Attahiriyah, sementara satu tim lagi melakukan mobile ke lingkungan sekitar bersama Tim SAR dan masyarakat setempat.

Relawan dokter MER-C yang bertugas di masjid menerapkan sistem jemput bola. Mereka mendatangi satu persatu ruangan dalam lingkungan masjid yang dipenuhi oleh korban banjir yang mengungsi. Warga yang mengeluh sakit diperiksa dan diobati.

Usai memberikan pengobatan di dalam masjid, tim melanjutkan pengobatan di bagian luar masjid. Kali ini pelayanan medis dilakukan di atas bak mobil ford ranger MER-C yang diparkir di depan Masjid. Warga korban banjir berdatangan menghampiri mobil berlogo MER-C ini untuk mendapatkan pengobatan dari relawan dokter yang ada.

Sementara itu, tim MER-C lainnya melakukan mobile ke wilayah bantaran Ciliwung yang belum mendapat bantuan medis. Tim mobile bersama Tim SAR dengan menggunakan perahu karet. Ternyata masih banyak warga yang memilih bertahan di rumah-rumah mereka yang terendam banjir dan tidak mau dievakuasi.

Salah satunya seorang Bapak tua usia 62 tahun yang memilih bertahan di rumah, sorang diri, dalam keadaan sakit. Atas informasi dari istrinya, Dokter MER-C bersama Tim SAR berusaha mencapai dan memasuki rumahnya. Setelah diperiksa, sang Bapak menderita hipertensi dan segera dievakuasi.  

Usai mobile dengan menggunakan perahu karet, Tim MER-C mendapat laporan dari warga bahwa masih ada lokasi pengungsian yang belum mendapatkan bantuan pengobatan. Mereka berharap Tim MER-C bisa mengecek kondisi kesehatan warga yang mengungsi di sana. Dengan menggunakan sepeda motor, warga mengantar dokter MER-C ke lokasi pengungsian yang terletak di Wisma Tjiliwung. Pelayanan medis pun segera digelar bagi warga di wisma ini.

Hari sudah mulai gelap ketika Tim MER-C selesai memberikan bantuan pengobatan. Penyakit yang banyak diderita oleh warga korban banjir yang diobati hari ini adalah ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas), penyakit kulit, hipertensi dan diare.

Dukung Sosial Media Kami

Langganan Info & Berita MER-C