Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) memulai proses pembangunan mushalla di SMPN 3 Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, NTB. Ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Presidium MER-C dan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara yang diwakili oleh Kepala Dinas Dikbudpora beserta sejumlah pejabat terkait termasuk Kepala Sekolah SMPN 3 Kayangan, Kepala KUA Kecamatan Kayangan, Kamis 30/6.



“MER-C memiliki kewajiban dan tanggungjawab baik di dunia dan akhirat terhadap setiap amanah yang dititipkan oleh rakyat Indonesia melalui MER-C dan ini adalah uang yang diamanahkan oleh rakyat kepada warga di KLU yang terkena dampak musibah gempa beberapa waktu yang lalu,” ujar Faried Thalib, Presidium MER-C.

Dalam sambutanya, Faried Thalib juga menyampaikan harapannya, agar mushalla yang didirikan ini dapat dimakmurkan.

“Mushalla ini agar dimakmurkan dan perlu diketahui bahwa fasilitas yang dibangun ini merupakan uang yang diamanahkan melalui MER-C, dan kami berharap, dalam waktu tiga bulan

mushalla ini akan segera selesai."



Sementara itu Kepala Dinas Dikbudpora Kabupaten Lombok Utara, Adenan menyatakan bahwa rasa syukurnya atas inisiatif MER-C membangun mushalla dan berharap akan ada peningkatan keimanan siswa. "Saya mengucapkan terima kasih atas pembangunan mushala dari bantuan MER-C dengan adanya mushalla ini, insya Allah peningkatan keimanan yang memang sangat dibutuhkan, terutama shalat, mengaji baca Al Qur’an dan akan lebih optimal di mushalla,” ujarnya.

Ia juga berharap dengan adanya mushalla ini mendapatkan dukungan dari masyarakat sekitar sehingga dapat bersinergi dengan kegiatan masyarakat.
“Kegiatan dengan masyarakat akan nampak lebih bagus dan mendapatkan dukungan yang signifikan dengan adanya mushalla, dan ini merupakan salah satu indikator peningkatan keagamaan akan tinggi, karena Lombok ini terkenal dengan seribu masjid," harapnya.


Pria paruh baya ini juga menjelaskan bahwa, selama dua tahun terakhir ini, pihak Dinas Pendidikan memang belum menganggarkan dana khusus mushala, karena dana yang ada digunakan untuk mengatasi pandemi Covid-19.
“Untuk dua tahun terakhir ini, karena adanya pandemi covid -19 jadi banyak kegiatan-kegiatan kita yang tidak bisa anggarkan termasuk pendirian mushala. Karena sebelumnya program untuk itu (pembangunan mushalla) ada,” terangnya.


Kepala Sekolah SMPN 3 Kayangan, Ahmad Maulidi menyatakan bahwa mushala ini akan dikhususkan untuk kegiatan Imtak (iman dan takwa) para siswa SMPN 3 Kayangan.
“Rencana kita setelah mushala ini selesai, kegiatan imtak yang akan kita fokuskan, karena selama ini kegiatan imtak untuk siswa dan guru kita masih menggunakan teras depan ruang guru, kepala sekolah dan TU, karena kita tidak punya lokasi untuk kegiatan ini,” ujarnya.



Ia menambahkan bahwa kegiatan imtak yang akan dilakukan untuk para guru dan memperbanyak shalat sunnah dan wajib di mushalla tersebut.
“Kegiatan imtak kita fokuskan untuk shalat dhuha, dan shalat dzhuhur berjamaah, jadi sebelum anak-anak pulang ke rumah, kita jadwalkan mereka shalat dhzuhur dulu, supaya mereka ketika sampai rumah, bisa langsung istirahat dan membantu orang tua mereka,” imbuhnya.

Ia menegaskan bahwa mushala ini bisa digunakan juga oleh warga setempat untuk lebih memakmurkan mushalla ini.
“Dari segi ukuran mushala ini sudah cukup untuk menampung jumlah siswa dan guru, kalaupun semua ikut melaksanakan ibadah, insha Allah semua bisa tertampung. Mushalla ini termasuk di lingkungan masyarakat, artinya kalau masyarakat nanti ada yang mau beribadah di luar jam sekolah dipersilakan, sepanjang tetap menjaga kebersihan dan keutuhan mushalla ini," tutupnya.


Mushalla seluas 135 meter persegi ini, juga sudah diukur arah kiblatnya oleh Kementrian Agama, dalam hal ini, KUA Kecamatan Kayangan, pengukuran dilakukan oleh tim ahli dari Kementrian Agama Kabupaten Lombok Timur dan dipantau langsung oleh Sinardi, kepala KUA Kabupaten Kayangan.


MER-C Indonesia

Dukung Sosial Media Kami

Langganan Info & Berita MER-C