Jakarta, Minggu, 28 Februari 2021, Tim MER-C berjumlah 9 orang relawan yang terdiri dari dokter, perawat dan relawan non medis, berangkat menuju lokasi bencana banjir di kecamatan Pebayuran, kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Wilayah ini menjadi perhatian Tim MER-C karena berdasarkan informasi yang diterima, belum ada Tim Relawan Medis yang mendatangi lokasi terdampak banjir dan memberikan bantuan pengobatan bagi warga setempat yang menjadi korban.



Perjalanan menuju lokasi bencana banjir terbilang lancar, kecuali ketika mendekati lokasi kampung Pisang Batu yang menjadi tujuan pertama Tim. Kampung ini berada cukup dekat dari lokasi tanggul yang jebol, yang mengakibatkan melimpahnya air sungai Citarum membanjiri kampung tersebut.
Perjalanan menuju desa Karang Segar, dusun Tiga, kampung Pisang Batu melewati genangan air yang cukup dalam dan tidak bisa dilewati oleh mobil yang rendah. Jalan ini hanya bisa dilewati oleh mobil double gardan. Melewati genangan air ini Tim sangat berhati-hati karena batas antara pinggir jalan dan selokan yang tidak terlihat.

Alhamdulillah tim berhasil mencapai lokasi kampung Batu dan mengadakan pengobatan massal bagi warga korban banjir. Pengobatan di kampung Pisang Batu ini juga melayani warga dari kampung sekitar, yaitu kampung Kasegaran dan kampung Kura-kura. Berdasarkan pengamatan dan pembicaraan dengan masyarakat sekitar, saat ini sebagian besar rumah tidak terendam air lagi, tetapi beberapa masih terdapat lumpur banjir, dan warga masih sangat waspada karena masih sering terjadi hujan.

Daerah kampung ini di tahun-tahun sebelumnya juga terkena musibah banjir, akan tetapi tahun ini adalah yang terbesar dan terlama diakibatkan oleh jebolnya tanggul. Seorang warga menceritakan bahwa banjir di rumahnya mencapai hingga sepinggang orang dewasa dan berlangsung selama seminggu.

Kebutuhan logistik warga selama banjir dibantu oleh para relawan dari berbagai komunitas dan organisasi yang telah datang sejak hari pertama banjir. Namun untuk bantuan medis, baru Tim MER-C yang memberikan pengobatan bagi warga terdampak banjir di wilayah ini.

Dalam memberikan layanan pengobatan, Tim MER-C tidak hanya melayani warga yang datang ke posko pengobatan, tetapi juga mendatangi warga (home visit) yang tidak bisa datang ke posko pengobatan. Sebanyak empat warga kampung Pisang Batu yang menderita lumpuh atau cedera kaki yang tidak bisa mendatangi posko pengobatan dikunjungi oleh perwakilan Tim MER-C, yaitu dr. Dany Kurniadi Ramdhan, SpBS dan perawat Muhammad Edy.

Penyakit yang banyak diderita oleh warga kampung batu adalah hipertensi, badan pegal, dan kaki terluka karena paku atau benda tajam lainnya. Kemungkinan besar hal ini disebabkan oleh faktor kelelahan dan stress. Setelah mengobati kurang lebih 100 pasien di desa kampung Pisang Batu, Tim MER-C bergerak menuju lokasi ke-2, yaitu dusun Satu, kampung Babakan Rengas.

Jumlah pasien di kampung ini juga cukup banyak sekitar 87 orang, penyakit yang diderita kurang lebih sama dengan di kampung Pisang Batu. Dalam melakukan pengobatan ini, tim MER-C tetap memperhatikan protokol kesehatan, membagikan masker kepada warga yang datang untuk berobat, mengatur jarak antara pasien dan juga jarak antara pos pengobatan, seperti pos pendaftaran, pengecekan tekanan darah, pemeriksaan dokter dan pegambilan obat. Tim MER-C juga menempatkan hand sanitizer di setiap pos.


Pada misi kemanusian kali ini Tim MER-C bekerja sama dengan Ukhuwah Al Fatah Rescue (UAR) dan beberapa komunitas lainnya. MER-C akan terus hadir untuk memberikan bantuan bagi the most neglected and the most vulnerable people.

Yuk Bantu Sesama…


Salurkan Bantuan dan Donasi Sahabat melalui Rekening Amanah Kemanusiaan MER-C:

BCA, 686.0099339
Bank Syariah Mandiri (BSM), 701.5658.899
BNI Syariah, 303.2000.922
Bank Mega Syariah (BMS), 1000.209.400

Semua rekening atas nama:
Medical Emergency Rescue Committee

Dukung Sosial Media Kami

Langganan Info & Berita MER-C