Yogyakarta – Sabtu, 17-18 Januari 2015, MER-C Cabang Yogyakarta kembali menurunkan Tim relawannya untuk memberikan bantuan medis kemanusiaan bagi korban bencana longsor di Banjarnegara. Relawan yang diturunkan berjumlah 10 orang yang terdiri dari 3 medis, 2 mahasiswa psikologi dan 5 relawan non medis dari berbagai disiplin ilmu lainnya. Ini adalah tim kedua untuk Banjarnegara, sebelumnya Tim pertama sebanyak 7 relawan yang merupakan gabungan dari MER-C Cabang Yogyakarta dan MER-C Cabang Semarang telah memberikan bantuan medis bagi korban longsor di wilayah ini pada tanggal 15 – 17 Desember 2014 lalu.

 

 

Pada misi kemanusiaan pertama, bantuan difokuskan kepada pelayanan medis. Wilayah yang didatangi Tim MER-C adalah desa Pandansari kecamatan Wanayasa dan Dusun Pencil Desa Karang Tengah. Hal ini dikarenakan wilayah bencana di Jemblung saat itu sudah banyak relawan dan bantuan yang datang, sehingga Tim MER-C mencari wilayah lain yang masih minim bantuan khususnya medis. Berdasarkan informasi, Desa Pandansari adalah daerah yang pertama kali terjadi longsor, seminggu sebelum bencana longsor di Jemblung. Namun karena tidak ada korban jiwa, para relawan kemudian berpindah ke Jemblung karena longsor di sana lebih dahsyat. Pelayanan di kedua wilayah ini dilakukan oleh Tim MER-C dengan sistem mobile dengan mengunjungi rumah-rumah warga yang menjadi posko-posko pengungsian serta kunjungan ke rumah pasien yang tidak dapat datang ke posko karena sakit.

 

 

 

 

Dengan berjalan kaki tim mencoba mencapai lokasi pengobatan, khususnya di Dusun Pencil Desa Karang Tengah yang terisolasi akibat dampak longsor bukit Bulu yang terjadi pada hari Jum’at/5 Desember 2014, tepatnya seminggu sebelum terjadinya longsor di Jemblung. Setelah terjadinya longsor bukit Bulu tersebut, akses jalan menuju dusun Pencil menjadi sangat sulit karena longsoran tanah membuat jalan menjadi licin dan susah untuk dilewati. Padahal jalan ini merupakan satu-satunya akses menuju dan keluar dari dusun. Aktivitas warga pun lebih sulit lagi, selain dikarenakan jalan yang tertutup, tiang listrik rubuh dan listrik pun mati total. Setelah berkoordinasi dengan Pihak Puskesmas setempat, program pengobatan dilakukan bertempat di rumah Kepala Dusun bersamaan dengan kegiatan posyandu. Jumlah pasien yang ditangani mencapai 71 orang dari anak-anak, ibu hamil hingga lansia.

Adanya amanah bantuan dari donatur, maka MER-C kembali mengirimkan Tim relawannya ke Banjarnegara. Selain program pengobatan, Tim kedua ini juga merencanakan program trauma healing bagi anak-anak korban bencana. Wilayah sasaran Tim kali ini adalah Desa Pasuruan, Sukawera Kabarangkobar, Banjarnegara.

Setelah berkoordinasi dengan Perangkat Desa setempat, Tim mendapat informasi bahwa Desa Pasuruan termasuk Desa yang dikelilingi oleh area longsor dan tanah bergerak. Di Desa ini terdapat 2 Dusun yaitu Dusun 1 dan Dusun 2. Kegiatan pengobatan dilaksanakan pada pagi hari di dusun 1 dengan jumlah pasien mencapai 107 orang. Kemudian siang harinya, pengobatan dilanjutkan didusun 2 dengan jumlah pasien sebanyak 55 orang.

 

Bersamaan dengan pengobatan, Tim relawan dari mahasiswa psikologi dan tim relawan non medis lainnya mengadakan Trauma Healing bagi anak-anak setempat mulai dari balita sampai dengan SMP. Trauma healing diberikan dalam dua sesi, yaitu permainan indoor dan outdoor. Jumlah peserta trauma healing menjadi bertambah banyak saat mulai permainan outdoor. Kegiatan ditutup dengan pembagian hadiah kepada anak-anak berupa tempat makan, tempat pensil, tempat minum, buku bergambar dan pensil warna.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dukung Sosial Media Kami

Langganan Info & Berita MER-C