Peserta GMJ Bertambah dari India

Karachi Pagi ini, 12 Maret 2012, delegasi dari India mulai berdatangan sebanyak 12 orang dari berbagai kota, suku dan agama dengan pakaian dan atribut seperti yang biasa kita lihat di film-film India. Kami langsung membaur dan segera akrab karena disatukan oleh satu misi dan tujuan, yaitu membebaskan Jerusalem dengan aksi damai.

 

Menginjak siang, mendadak peserta GMJ kedatangan tamu dari Duta Besar Palestina untuk Pakistan, Mr. Hazim Abu Shannab yang mengunjungi basecamp GMJ di PILER CENTER. Ramah tamah dilakukan di Ruang Auditorium yang diisi dengan sambutan dari tiap wakil delegasi dan dari pihak Dubes.

Berikut sambutan dari Dubes Palestina untuk Pakistan:

Terima kasih untuk kedatangan dan usaha anda yang luar biasa. Terima kasih untuk orang-orang anda, negara anda, dan kesadaran anda terhadap apa yang menimpa Palestina. Saya adalah seorang Duta Besar tetapi saya juga adalah pengungsi. Kakek, ayah dan anak laki-laki saya adalah pengungsi. Dengan dukungan dari anda, saya harap cucu saya tidak akan menjadi pengungsi. Kami ingin pulang, kami ingin kembali ke Palestina. Kami senang tinggal dimanapun, tapi kami merasakan kehausan dan kelaparan untuk kembali ke Palestina. Mungkin kami tidak punya uang untuk gerakan ini, tapi kami siap untuk menanggung tanggungjawab tidak hanya politik tapi juga jika anda butuh badan kami untuk jadi jembatan menuju Palestina, KAMI SIAP. Siapapun kita, kita punya hak untuk pergi kemanapun. Palestina adalah bagian dari dunia ini. Masjidil Aqsha adalah tempat yang sangat penting untuk orang Islam, tetapi di sana bahkan sholat Jumat saja tidak boleh melebihi 2 shaf. Orang Palestina tidak boleh masuk ke sana, berapapun usianya. Saya percaya bahwa Jerussalem adalah untuk semua orang, bukan hanya untuk satu kelompok orang. Saya mengapresiasi adanya gerakan ini yang akan menyuarakan bahwa Palestina adalah untuk semua orang dan orang Palestina harus kembali pulang dengan damai. Kami ingin semua orang hidup. Kami tidak ingin membunuh siapapun.


Menjelang pukul 15 sore waktu setempat, seluruh tim GMJ bergerak ke Karachi Press Club yang berada di pusat kota Karachi untuk mengadakan konferensi pers. Karachi Press Club merupakan markas persatuan jurnalis Pakistan di karachi.

Menurut Mustafa, salah seorang anggota GMJ Pakistan, di lingkungan Karachi Press Club terdapat toko kebutuhan pokok yang disediakan khusus untuk para jurnalis dengan harga super murah untuk menjamin kesejahteraan jurnalis, ini demi perkembangan pers di Pakistan.

Selepas konferensi press, kami jalan-jalan sejenak di keramaian kota Karachi sembari menunggu jadwal undangan makan malam di kantor Jamaat Islami Karachi Pakistan. Setelah Isya, dimulai acara ramah tamah di markas Jamaat Islami Pakistan yang dihadiri juga dari perwakilan partai dari Pakistan dan perwakilan ekspatriat Saudi Arabia.

Berikut kutipan dari masing-masing pembicara:

Ketua World Moslem Congress Pakistan:
Sejarah menunjukkan bahwa selama masa kekuasaan Islam, siapapun penguasanya, tidak ada darah yang tertumpah di Palestina.

Tahun 1987, PBB dibawah kendali Amerika Serikat, memutuskan bahwa Israel juga berhak atas tanah Palestina. Dan sejak saat itu banyak tragedi berdarah terjadi. Contoh : Des 2008 Jan 2009 (bombardir Israel di Gaza), Mavi Marmara, bahkan Ismail Haniya yang hendak pergi ke Mesir untuk meminta bantuan dilarang oleh Israel.

Konflik ini tidak dibatasi oleh muslim atau bukan. Ini adalah masalah kemanusiaan.
Saya ucapkan selamat untuk para delegasi untuk persatuan dan dedikasinya. Saya doakan semoga anda sukses. Suatu saat akan tiba hari dimana Palestina merdeka. Kepercayaan bahwa Palestina adalah tanah yang dijanjkan adalah mitos yang terus didengung-dengungkan Amerika dan Israel. Palestina bukannya sekedar tanah tanpa tuan, tapi para zionis itulah yang orang-orang tanpa (memiliki) tanah.

Founding father Pakistan, Muhammad Ali Jinnah, pernah berkata pada Mufti Palestina : Jangan takut menghadapi Israel, orang-orang Pakistan ada di belakangmu.

Perwakilan ekspatriat Saudi Arabia :
Saudi Arabia (mungkin) tidak bisa bergabung bersama Anda, para delegasi GMJ secara fisik. Tetapi mereka selalu berdoa untuk anda, untuk kesuksesan anda, untuk keamanan anda.
Untuk Jamaat Islami dan rakyat Pakistan, saya mengucapkan terimakasih atas dukungannya pada orang-orang ini (Delegasi GMJ -red), mereka (delegasi GMJ) meninggalkan rumahnya, anak-anaknya, keluarganya, tanah airnya, tanpa tahu apakah mereka bisa kembali atau tidak.
Untuk itu,saya mengucapkan banyak terimakasih.