Tiba di Wilayah Gempa Turki, Tim MER-C Berikan Bantuan

Tim Relawan MER-C (Medical Emergency Resceue Committee) akhirnya tiba di wilayah terdampak gempa di Turki bagian Selatan, diantaranya Adana, Kahramanmaras, dan Hatay. Tampak bangunan di kota-kota tersebut yang sebagian besar berbentuk bangunan bertingkat dan tempat tinggal warga berbentuk apartemen mengalami kehancuran dan kerusakan parah pasca diguncang gempa berkekuatan magnitude 7,8 dan 7,5 pada 6 Februari 2023 lalu.

 


Kamp-kamp pengungsian berupa tenda-tenda yang dibangun pemerintah menjadi tempat berlindung para warga penyintas gempa yang kehilangan tempat tinggal. Mereka tinggal bersama sanak keluarga yang masih tersisa. Selain menyapa warga di kamp-kamp pengungsian. 


Ketua Tim Bedah MER-C untuk Turki, dr. Risa Dumastoro, SpOT mengatakan Timnya bisa mulai masuk ke lokasi terdampak gempa pada hari Kamis/16 Februari 2023, dengan bantuan dan koordinasi dari Lembaga kemanusiaan serta Lembaga medis local. Namun karena izin yang ketat, Tim tidak dapat mengunjungi RS. 

“Berdasarkan informasi dari rekan sejawat dan NGO local, korban gempa di sini sebagian besar yang terluka atau memerlukan tindakan operasi langsung dibawa ke RS-RS di daerah sekitar yang tidak terkena bencana. Mereka dibawa ke RS-RS yang masih bisa beroperasi. Sedangkan para pengungsi atau para korban ringan biasanya langsung ditempatkan di tenda-tenda pengungsian,” ujar Risa. 


Lebih lanjut Risa memaparkan bahwa di kamp-kamp pengungsian yang Tim datangi, mereka tidak menemukan warga atau korban-korban yang memerlukan perawatan luka atau penanganan medis khusus. “Alhamdulillah, saat kami berkunjung tidak ada warga yang memerlukan pelayanan medis,” lanjut Risa. 

Tim berada di lokasi terdampak gempa di Turki bagian Selatan hingga hari Minggu/19 Februari 2023. Sementara itu, jumlah korban akibat gempa di Turki dan Suriah masih terus bertambah. Sampai hari ini, jumlah korban meninggal sudah mencapai lebih dari 46 ribu. Jumlah korban meninggal diperkirakan massih terus bertambah seiring 345 ribu apartemen di Turki yang telah hancur dan masih banyak warga yang dikabarkan hilang.