Tiba di distrik Sindhupalcowk pada Kamis (7/5) sore, Jum’at (8/5) paginya Tim MER-C dan WANADRI langsung menggelar posko pengobatan bagi warga korban gempa.

 

Pada hari pertama, posko pengobatan diadakan di wilayah Keurini. Keurini berada di ketinggian 1.800 mdpl. Gempa dahsyat yang menerjang Nepal membuat sembilan puluh persen bangunan di wilayah ini hancur. Kegiatan pengobatan pun diadakan di sebuah bangunan sekolah yang sebagian bangunannya sudah hancur karena gempa.


 
Warga Keurini sangat antusias mendatangi posko pengobatan yang diadakan Tim MER-C dan WANADRI. Sejak posko dibuka, warga sudah terlihat antri untuk mendapat pengobatan bagi penyakit dan luka-luka yang mereka derita akibat terkena atau tertimpa reruntuhan bangunan. Banyak tindakan medis yang dilakukan Tim pada hari ini. Jumlah pasien tercatat mencapai 140 orang dengan kasus terbanyak adalah Neglected Lacerated Wound, Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), dan diare infeksi.


 
Selama berada di Keurini, gempa susulan kerap terasa. Setidaknya ada tiga kali gempa susulan yang terjadi seperti yang dilaporkan Islamiyah Samaun, salah satu relawan dalam Tim ini, “Gempa susulan terus-terusan terjadi. Hari ini saja sudah tiga kali. Malam besar sekali, pagi tidak terlalu besar, dan siang kembali besar sekali.”


 

Tim MER-C WANADRI berencana menetap satu hari di Keurini dan akan menginap dalam tenda yang telah dibangun di tanah lapang depan bangunan sekolah tempat posko pengobatan. Besok Tim akan bergerak pindah ke daerah lain di Sindhupalcowk yang belum tersentuh bantuan medis.

 

“Besok kami akan pindah lagi ke daerah lain yang lebih tinggi, kira-kira di ketinggian 2.000 mdpl,” tutur Islamiyah, anggota Tim yang bertugas di bagian logistik medis.
 
“Mohon doakan kami semoga selalu diberi kemudahaan dan kesehataan semuanya untuk membantu warga korban gempa di sini,” tambahnya.

 

 

 

 

 

Dukung Sosial Media Kami

Langganan Info & Berita MER-C