Dukungan para Relawan Turki dan Gaza untuk RSI
- Hits: 5720
Gaza, Palestina - Peran berbagai pihak di Gaza sendiri tidak kalah pentingnya terhadap program pembangunan RS Indonesia (RSI). Di tengah wilayah Gaza yang sempit dan lahan yang terbatas, Pemerintah Gaza menyambut baik rencana program pembangunan RS di wilayah mereka dengan mewakafkan lahan seluas 16.000 m2 kepada MER-C Indonesia untuk pembangunan RSI.

Selain itu, temen-teman seperjuangan dari negeri Khalifah Utsmaniyah Turki, juga memberikan dukungannya. Salah satunya Muhammad Kaya, Ketua IHH Turki Cabang Gaza. Ia memberikan dukungan penuh dari awal hingga akhir demi terlaksananya pembangunan RSI ini. Bahkan tatkala terjadi perbedaan pendapat antara Tim MER-C Gaza dan Pihak Kementrian Kesehatan Gaza, Muhammad Kaya tampil terdepan membela kami. Kemudian beliau juga merekomendasikan insinyur lokal Jomah Al-Najjar untuk menjadi sharing partner kami dalam proses pembangunan RSI ini. Beliau membantu kami siang dan malam dalam membantu berdirinya RSI ini.
Tak jarang pula Muhammad Kaya memberikan nasihat-nasihat berharga kepada kami selama di Gaza. Salah satu nasehat yang masih kami ingat selalu adalah ketika beliau mengatakan bahwa, dalam menjalankan amanah orang turki memiliki prinsip, Pantang kembali atau mundur kebelakang jika amanah yang diemban belum selesai dilaksanakan. Karena ketika berangkat menunaikan amanah, kapal yang akan membawa kami kembali sudah kami bakar, tidak ada kata lain selain maju terus meraih kemuliaan disisi ALLAH Subhanahu wa Taala. Prinsip ini lah yang selalu beliau pegang teguh dan sampaikan kepada setiap relawan.
Apa yang disampaikannya senantiasa menjadi semangat dan motivasi buat kami para relawan Indonesia di Gaza. Tiada kata yang pantas selain doa kami semua, semoga kebaikan mereka mendapat balasan berkali lipat.

Kami para relawan di Gaza pun tidak pernah menyangka pembangunan RSI ini akan terlaksana. Kami hanya manusia dhoif yang tidak lebih baik dari yang lain, yang hanya menjalankan amanah yang begitu besar di pundak kami. Berangkat dengan hanya bermodalkan ketaatan semata, tanpa ilmu dan pengetahuan yang memadai. Bekal minimum, seperti penguasaan bahasa asing yang harus ada pada setiap relawan pun tidak kami kuasai. Dalam satu tim relawan Indonesia ini, kami saling melengkapi, ada relawan insinyur, ada relawan yang mempunyai kemampuan bahasa dan lainnya.
Teringat nasihat seorang Ustadz yang senantiasa memberikan semangat kepada kami ketika akan berangkat menunaikan amanah di Gaza dengan mengatakan, Berangkat saja dahulu, nanti diperjalanan ALLAH yang akan memberikan ilmu. Subhanallah benar saja, pertolongan ALLAH memang sangat dekat, pada awalnya kami tidak bisa berkomunikasi dengan bahasa Arab sama sekali. Ketika awal datang, seseorang menanyakan Kayfa Haluka? kami hanya terbengong karena tidak mengerti apa yang ditanyakan.
Namun saat ini, kami semua relawan Indonesia di Gaza sudah bisa dengan fasih berbahasa Arab harian karena setiap hari kami kontak dengan masyarakat dan para pekerja bangunan lokal di proyek RSI. Ini salah satu contoh nikmat yang berikan-NYA dan masih banyak nikmat-nikmat lainnya yang begitu besar yang diberikan kepada kami.
Sungguh kesempatan dan pengalaman menunaikan amanah tugas di Gaza mengawal pembangunan RSI adalah hal yang luar biasa yang tidak bisa kami ungkapkan dengan kata-kata.
Ir. Nur Ikhwan Abadi
Salah satu relawan MER-C Indonesia di Gaza













