Gaza - Penutupan kembali perlintasan Gaza oleh zionis Israel sejak Senin (8/4) pada jalur Karem Shalom berimbas dengan kembalinya kelangkaan gas melanda Gaza.

Abu Ali sebagai pemilik pangkalan Gas terbesar di Gaza tepatnya di daerah Sijaiah juga telah menutup pangkalan gasnya setelah pangakalan-pangkalan gas yang lebih kecil lainnya tutup.

Kelangkaan gas di Gaza sudah berjalan 7 hari ini sehingga salah seorang relawan RS Indonesia saudara Abdurrahman belum juga mendapatkan gas walaupun sudah setiap hari terus mencari hingga seluruh Gaza.

Syuhada salah seorang relawan RSI yang bertugas memimpin tim dapur relawan RS Indonesia mengatakan bahwa beberapa hari kedepan gas stok dapur relawan akan habis sehingga perlu dicari alternatip penggantinya untuk masak di dapur umum relawan.

Dalam waktu satu bulan dibutuhkan delapan sampai dengan sembilan tabung 12 kilogram. Kebutuhan gas itu untuk penyediaan konsumsi 30 relawan RS Indonesia di Gaza.

Harga setiap tabung gas ukuran 12 kg di Gaza sekitar 65 sheikel atau setara dengan Rp. 169.000,-

Sementara kebutuhan gas dua juta penduduk di Gaza memerlukan tujuh kontainer per harinya. Bila satu kontainer gas menampung 21.800 kg gas maka berarti Gaza memerlukan 152.600 kg gas perharinya.

Sampai saat ini militer Israel masih menahan tidak kurang dari seribu armada truk pengangkut pangan dan kebutuhan sandang milik organisasi bantuan internasional di perbatasan. Akibatnya, jutaan sipil di Gaza terancam kekurangan pangan dan kebutuhan sehari-hari.

Dukung Sosial Media Kami

Langganan Info & Berita MER-C