Penolakan terhadap Timnas Israel terus bergulir. Elemen umat Islam khususnya, bergerak mengkritisi isyarat Menpora dan Kemlu RI yang akan memberikan lampu hijau kepada Timnas Israel untuk mengikuti pertandingan Piala Dunia U-20 tahun 2023 di Indonesia.

 

Alasan Indonesia menolak Timnas Israel:

 

1.         Amanah konstitusi.

Secara konstitusi, Indonesia punya kewajiban menolak segala bentuk penjajahan dan ini jelas tertulis dalam Pembukaan UUD 1945. Kita ketahui bahwa Palestina sampai sekarang belum merdeka dan masih mengalami penindasan serta penjajahan yang dilakukan oleh Israel. Apartheid rasialis seperti yang pernah dilakukan kelompok kulit putih di Afrika Selatan, juga terjadi di Palestina.

 

2.         Tanggung jawab sejarah.

Tahun 1955, Indonesia menjadi tuan rumah Konfrensi Asia Afrika di Bandung. Diantara sekian banyak peserta konferensi, Palestina adalah satu-satunya negara yang sampai dengan saat ini belum mendapatkan kemerdekaaannya. Oleh sebab itu menjadi hutang sejarah generasi kita saat ini.

 

3.         Tanggung jawab kemanusiaan

Timnas Israel terbentuk dari perampasan tanah rakyat Palestina. Perampasan secara illegal tanah Palestina tidak dibenarkan secara hukum Internasional. Oleh sebab itu, tidak pantas Indonesia menerima Timnas Israel yang mereka lahir dan dibentuk di atas darah dan air mata rakyat Palestina.

 

4.         Indonesia konsisten mendukung kemerdekaan Palestina

Oleh sebab itu, memberikan izin Israel untuk ikut Piala Dunia U-20 di Indonesia pada bulan Mei - Juni 2023 mendatang menunjukkan ketidakkonsistenan Indonesia dalam mendukung Palestina.

 

Sebenarnya Indonesia pernah menolak Timnas Israel pada Asian Games tahun 1962. Founding father telah menunjukkan komitmen atas kemerdekaan Palestina dan menolak segala bentuk penjajahan.

 

Saya fikir keberanian dan semangat ini menjadi penyemangat generasi kita dalam menuntaskan hutang sejarah. Andai Timnas Israel lolos dan Pemerintah Indonesia mengeluarkan visa, ini kekalahan kita terhadap penjajahan dan kita telah melukai kontitusi yang kita hormati

 

Jakarta, 9 September 2022

 

Dr. Sarbini Abdul Murad

Ketua Presidium MER-C

Dukung Sosial Media Kami

Langganan Info & Berita MER-C