Berita Utama

MER-C Mataram Adakan Diklat Kegawatdaruratan dan Tanggap Bencana

Bertempat di LPMP Mataram, MER-C cabang Mataram telah mengadakan pendidikan dan pelatihan (DIKLAT) pertama dengan tema ”Kegawatdaruratan dan Tanggap Bencana”. Kegiatan ini dilaksanakan dua hari, Sabtu dan Minggu, tanggal 6 dan 7 Juni 2009 yang lalu. Acara dimulai pada pukul 14.00 Wita dihadiri oleh Ketua MER-C cabang Mataram, sdr. Arif Budiman S.Ked. dan dibuka oleh Penasehat MER-C cabang Mataram, dr. Slamet Tjahjono Sp.P. Dalam sambutannya, dr. Slamet Tjahjono Sp.P. memberikan apresiasi terhadap MER-C Mataram atas terlaksananya kegiatan Diklat ini, selain itu harapannya kegiatan Diklat ini dapat dilaksanakan berkesinambungan.

 

Selanjutnya...
 

Sekilas Program Rumah Sakit MER-C: dari Aceh sampai Papua

Setelah berhasil membangun sebuah klinik rawat inap di wilayah pasca tsunami tepatnya di Panga Aceh Jaya, kini MER-C sedang merampungkan pembangunan sarana kesehatan di wilayah pasca gempa Yogyakarta. Fokus utama kegiatan MER-C sebenarnya adalah pengiriman relawan ke berbagai wilayah perang, konflik dan bencana, namun kini seiring dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan, pembangunan sarana kesehatan bisa menjadi program jangka panjang yang dilakukan oleh MER-C.  

 

Selanjutnya...
 

Dua Intel Cegat Relawan MER-C di Bandara

Ada kejadian menarik sebelum keberangkatan 2 relawan MER-C ke Sudan. Malam itu, Jumat (22/5), sekitar jam 21.30 WIB 2 relawan MER-C didampingi pemandu dan Duta Besar Sudan untuk Indonesia sedang melakukan check in di Terminal 2 Keberangkatan Luar Negeri. Ketika proses check in sedang berlangsung, 2 anak muda menghampiri rombongan Tim dan kemudian mendekati salah satu anggota Tim (dr. Joserizal Jurnalis, Sp.OT).

 

“Selamat malam. Kami dari Intel Kepolisian mau bertanya ke Bapak,” sapa dua anak muda yang mengaku intel tersebut kepada dr. Jose.

 

Rombongan tim yang sejak tadi tengah asyik mengobrol, langsung berhenti seketika. Termasuk Dubes Sudan yang tidak mengerti apa yang sedang terjadi.

 

Selanjutnya...
 

Pemerintah Sudan Undang MER-C Kunjungi Darfuur

Jum’at (22/5) 2 relawan MER-C meninggalkan  Bandara Soekarno Hatta menuju Khartoum Sudan. Keberangkatan kedua relawan ini dalam rangka memenuhi undangan dari Pemerintah Sudan. Dua relawan yang berangkat tersebut adalah dr. Joserizal Jurnalis, Sp.OT dan dr. Henry Hidayatullah yang keduanya merupakan Presidium MER-C. Turut ikut bersama MER-C 2 kru dari salah satu televisi nasional, TV1. Keberangkatan kali ini dilepas langsung oleh Duta Besar Sudan untuk Indonesia, H. E. Mr. Ibrahim Bushra. Pemerintah Sudan mengundang MER-C setelah mereka menghentikan kegiatan 10 NGO asing yang selama ini bekerja di Sudan, tepatnya di Darfuur. Pemerintah Sudan berharap MER-C dapat membantu menangani permasalahan di Darfuur yang saat ini sudah banyak dipolitisasi oleh kepentingan asing. 

 

Sekedar informasi, masalah Sudan sendiri khususnya konflik di Darfuur mulai ramai diberitakan di berbagai media internasional akhir-akhir ini setelah ICC (International Crime Court) atau Pengadilan Kriminal Internasional  mengeluarkan surat penangkapan kepada Presiden Sudan Omar al-Bashir. Dalam surat tertanggal 4 Maret, ICC mendakwa al-Bashir telah melakukan kejahatan perang dan kemanusiaan di Darfuur. Masalah inilah yang menjadi sorotan internasional dan menjadi sasaran INGO (International Non-Governmental Organization) untuk menuntut dilakukan investigasi di wilayah tersebut.

Selanjutnya...
 

Sakit 5 bulan di Oman, Pak Saefur Akhirnya Kembali ke Keluarganya di Banyumas

 

Bapak Saefur (46 tahun) terbaring tak berdaya dalam ambulans MER-C. Seluruh anggota tubuhnya tidak mampu lagi bergerak, hanya tatapan mata yang kosong dengan sesekali mengedip yang dia lakukan. Sudah hampir 5 bulan Bapak yang mencari nafkah sebagai supir di salah satu perusahaan logistic di Oman terbaring seperti ini tanpa bisa berbuat apa-apa. Penyakit stroke yang  mulai menyerang awal tahun 2009 telah  membuat Bapak Saefur tidak dapat lagi menjalankan aktivitasnya. Pihak perusahaan dan seorang saudara sebangsa yang prihatin melihat kondisinya berusaha untuk mengembalikan Bapak Saefur ke keluarganya yang berada di Banyumas, Jawa Tengah. Usaha selama 4 bulan lebih mencari tenaga medis yang bisa mendampingi pasien dalam perjalanan pulang ke Indonesia, akhirnya membuahkan hasil. MER-C dengan difasilitasi pihak perusahaan segera menugaskan 2 relawan dokternya untuk menjemput Bapak Saefur ke Oman dan mendampinginya dalam perjalanan pulang ke Indonesia.

 

Selanjutnya...