MEDICAL EMERGENCY RESCUE COMMITTEE

Abu Rizal Bakrie Apresiasi dan Sambut Gembira Rencana Grand Opening RS Indonesia

Jum’at (8/5), bertempat di kediamannya, Abu Rizal Bakrie menerima kunjungan Tim MER-C yang diwakili oleh Presidium MER-C, dr. Joserizal Jurnalis, SpOT didampingi dua pengurus MER-C, Ir. Luly Larissa Agiel dan Rima Manzanaris.   Pada kunjungan ini, Presidium MER-C menyampaikan perkembangan program RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina, khususnya proses pengadaan alat kesehatan yang sudah mulai berdatangan dan memenuhi ruangan-ruangan di RS Indonesia.   Hal penting lainnya yang juga disampaikan pada pertemuan kali ini adalah rencana “Serah Terima serta Grand Opening RS Indonesia” yang diagendakan pada bulan Juni 2015 mendatang dimana MER-C mengundang sejumlah tokoh dan donatur untuk turut menghadiri dan menjadi saksi momentum bersejarah ini. Menanggapi hal ini, Abu Rizal Bakrie sebagai salah satu donatur alat kesehatan RS Indonesia menyambut baik perkembangan RS Indonesia dan menyatakan kegembiraannya bahwa RS Indonesia akan diresmikan dalam waktu dekat.   “Saya kira ini sesuatu amal ibadah yang mulia, mendirikan sebuah rumah sakit di tempat pertempuran,” tutur Abu Rizal. “Yang paling penting juga ini merupakan sumbangan daripada rakyat Indonesia untuk mendirikan RS Indonesia di sana (Gaza, Palestina), di tempat perang. Saya bergembira RS Indonesia dalam waktu dekat bisa segera diresmikan” tambahnya.   Abu Rizal Bakrie juga menyampaikan apresiasinya kepada MER-C yang telah mempelopori pembangunan RS Indonesia dan akan mencoba menyesuaikan jadwal untuk bisa memenuhi undangan Grand Opening RS Indonesia di Jalur Gaza, Palestina.        

Warga Korban Gempa Nepal Antusias Datangi Posko Pengobatan MER-C WANADRI

Tiba di distrik Sindhupalcowk pada Kamis (7/5) sore, Jum’at (8/5) paginya Tim MER-C dan WANADRI langsung menggelar posko pengobatan bagi warga korban gempa.   Pada hari pertama, posko pengobatan diadakan di wilayah Keurini. Keurini berada di ketinggian 1.800 mdpl. Gempa dahsyat yang menerjang Nepal membuat sembilan puluh persen bangunan di wilayah ini hancur. Kegiatan pengobatan pun diadakan di sebuah bangunan sekolah yang sebagian bangunannya sudah hancur karena gempa.   Warga Keurini sangat antusias mendatangi posko pengobatan yang diadakan Tim MER-C dan WANADRI. Sejak posko dibuka, warga sudah terlihat antri untuk mendapat pengobatan bagi penyakit dan luka-luka yang mereka derita akibat terkena atau tertimpa reruntuhan bangunan. Banyak tindakan medis yang dilakukan Tim pada hari ini. Jumlah pasien tercatat mencapai 140 orang dengan kasus terbanyak adalah Neglected Lacerated Wound, Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), dan diare infeksi.   Selama berada di Keurini, gempa susulan kerap terasa. Setidaknya ada tiga kali gempa susulan yang terjadi seperti yang dilaporkan Islamiyah Samaun, salah satu relawan dalam Tim ini, “Gempa susulan terus-terusan terjadi. Hari ini saja sudah tiga kali. Malam besar sekali, pagi tidak terlalu besar, dan siang kembali besar sekali.”   Tim MER-C WANADRI berencana menetap satu hari di Keurini dan akan menginap dalam tenda yang telah dibangun di tanah lapang depan bangunan sekolah tempat posko pengobatan. Besok Tim akan bergerak pindah ke daerah lain di Sindhupalcowk yang belum tersentuh bantuan medis.   “Besok kami akan pindah lagi ke daerah lain yang lebih tinggi, kira-kira di ketinggian 2.000 mdpl,” tutur Islamiyah, anggota Tim yang bertugas di bagian logistik medis.   “Mohon doakan kami semoga selalu diberi kemudahaan dan kesehataan semuanya untuk membantu warga korban gempa di sini,” tambahnya.          

Silahkan bertanya?